Painful Love

Painful Love
Ucapan penuh luka


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Vino kembali ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan Farah dan Rita kini mereka bercengkrama di ruang tamu seraya menikmati beberapa cemilan.


" Apakah kamu tak jijik nak kalau sedang mengoperasi pasien?? maksud mama, kamu kan dokter bedah pasti sering dong ngeliat organ dalam manusia. apa kamu tak merasa geli?? " tanya Rita penasaran. Farah tersenyum lembut ke arah mertuanya.


" Tidak ma...Farah tak merasa jijik sama sekali. Kalau Farah merasa jijik Farah takkan mau menjadi dokter " jawab Farah lembut.


" Kau memang benar nak, kalau mama sih gk mau. Liat darah aja mama udah pusing "


" Kapan kakak kamu pulang bulan madu sayang?? "


" Mungkin 3 hari lagi ma. Tapi itu juga belum tau, karena kak ferli dan juga kak alex sedang menikmati masa masa liburan mereka " ujar Farah. Mengingat bulan madu otak Rita tiba tiba teringat sesuatu.


" Kamu dan Vino kapan bulan madu?? " Farah yang kala itu sedang meminum susunya seketika tersedak. Rita pun mengelus punggung menantunya.


" Pelan pelan sayang "


" Maaf ma " lirih Farah. ia mengatur nafasnya untuk normal kembali.


" Apakah pertanyaan mama tadi sangat mengejutkan buatmu?? hingga kau tersedak seperti itu?? " tanya Rita. ia tau pernikahan anaknya, Vino bukanlah pernikahan baik. Ia juga sadar kalau menantunya banyak terluka karena ulah anaknya. Tetapi Rita tak berani bertanya secara gamblang pada Farah. Ia tak ingin menyakiti perasaan menantunya.


" Nggak kok ma, Farah aja tadi yang gk hati hati " elak Farah. padahal benar dirinya tersedak karena terkejut akan pertanyaan mertuanya.


" Farah dan Vin--- " ucapan Farah terpotong, tatkala Vino menyela ucapannya.


" Minggu depan kami akan bulan madu ma " ucap Vino memotong ucapan Farah. ia terlihat menuruni anak tangga lalu ikut duduk bersama mamanya dan juga istrinya. Vino duduk di samping Farah seraya merangkul bahu istrinya, hal itu membuat Farah tersentak kaget.


" ada apa dengan manusia siluman ini ?? " batin Farah.


" Apa mama bisa pegang omongan kamu Vino?? " tanya rita dengan tatapan tajam. ia takut anaknya nanti berbohong padanya.

__ADS_1


" Ya mama bisa pegang omonganku " ucap Vino tegas. Rita pun menganggukan kepalanya.


" baiklah kalau begitu. Mama masuk kamar dulu, udah malam. Kalian juga tidur ya " Farah dan Vino menganggukan kepalanya.


Setelah Rita pergi, keadaan kembali hening. Farah menjauhkan tubuhnya dari rangkulan suaminya.


" Jangan menjanjikan mama seperti itu. kasian mama " Farah pun ingin beranjak bangun menuju kamarnya, namun belum sempat melangkah Vino terlebih dahulu mencekal tangannya.


" kau pikir aku hanya bercanda ?? " ucap Vino seraya tersenyum sinis.


" maksudmu ?? " tanya Farah yang masih bingung. Vino pun menaikkan dagu Farah dan menatapnya. Farah langsung merasakan pipinya panas, ia meyakini kalau pipinya sudah memerah.


" apa perlu aku mengulanginya lagi istriku?? aku benar benar akan membawamu bulan madu. persiapkanlah perlengkapan-mu 1 Minggu lagi kita akan berangkat " Vino pun menurunkan tangannya dari dagu istrinya. Ia menarik sudut bibirnya. Setelah itu ia memutuskan untuk menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Farah masih terdiam di tempatnya. Ia masih terkejut akan sikap Vino. " Mengapa singa itu tiba tiba menjadi manis seperti kucing ?? "


Farah pun menggelengkan kepalanya. Ia segera menghembuskan nafasnya. sebelum berlalu pergi untuk masuk ke kamar juga.


Vino saat ini tengah duduk berselonjor di atas tempat tidur sambil memeriksa beberapa pesan dari asistennya.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka seketika menyita perhatian Vino, ternyata Farah. Farah kini tengah menatap Vino dan Vino membalas tatapan Farah. Farah pun segara memalingkan wajahnya dan berjalan cepat menuju kamar mandi.


Vino terkekeh melihat tingkah malu malu istrinya itu, " si culun itu lucu juga kalau seperti itu. Eh bicara apa kau bodoh, apa yang kau pikirkan " Vino merutuki dirinya sendiri. Ia pun memilih untuk berbaring untuk tidur setelah meletakkan ponselnya di atas tempat tidur. Vino mulai memejamkan matanya.


Tak berapa lama kemudian, Farah terlihat keluar dari kamar mandi. Ia mulai melakukan skincare di malam hari untuk perawatan kulit wajahnya, ya ini adalah rutinitasnya setiap malam sebelum tidur.


Setelah selesai ia hendak tidur juga, namun perhatiannya teralihkan oleh Vino yang tampak sudah tertidur. Farah pun mendekati suaminya itu.

__ADS_1


" kalau dia tidur dia sangat manis sekali. Beda kalau bangun, dia seperti singa " ucap Farah seraya terkekeh geli. Farah hendak menyentuh wajah Vino tapi ia urungkan niatnya, ada rasa takut dalam hatinya tapi di sisi lain dia juga ingin menyentuh wajah Vino


" Aku takut tapi aku juga ingin sekali. dia tertidur bukan ?? sekali ini saja pasti tak apa apa " Farah pun segera menyentuh wajah Vino lalu mengelus lembut pipi Vino. Ia jadi teringat saat dulu mereka masih pacaran, ia sering sekali mengelus wajah tampan Vino. Tapi ternyata perhatian dan cinta yang dulu sering terucap dari mulut pria di depannya ini hanya sebuah kebohongan belaka. Sebenarnya ia tak pernah ada dalam hati Vino saat itu, sungguh miris sekali. Saat ini pun juga sama. Air mata Farah segera mengalir kembali.


" Aku bukanlah yang kau inginkan, maafkan aku sudah masuk ke dalam kehidupanmu. Suatu saat nanti aku berjanji akan pergi dari kehidupanmu Vin. good night " Farah pun segera berjalan pergi ke sisi tempat tidur sebelah Vino. Ia membaringkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya. Tak butuh waktu lama, Farah kini sudah benar benar tertidur.


Tanpa Farah sadari, ternyata Vino masih belum tidur. Lelaki itu masih terjaga dan belum benar benar tidur. Sepanjang ucapan Farah tadi, ia mendengarnya. Ia juga mendengar ucapan penuh luka yang terlontar dari mulut istrinya, itu karena dirinya. Dan yang paling Vino tak suka adalah ketika Farah berjanji akan meninggalkannya. Ntah mengapa seakan ada batu besar yang menghantam kepalanya. Jantungnya berpacu dengan cepat dan juga ia merasa darahnya berdesir hebat.


" Mengapa aku merasa sakit mendengar ucapan itu?? mengapa aku marah karena kau akan meninggalkanku "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Halo man teman, semoga kalian suka ya. Beri dukungan author dengan cara like and komen juga kalau bisa di vote ya😊


__ADS_2