
Sore hari sudah waktunya pulang. Farah tampak sedang bersiap siap untuk pulang. Ia memasukkan barang barangnya ke dalam tas ranselnya lalu ia menyampirkan jas putih dokter di tangannya. Farah pun keluar dari ruangannya, menyusuri lorong rumah sakit menuju keluar. Sebenarnya sebelum beres beres, ia sudah memberi kabar pada suaminya bahwa ia sudah pulang. Farah tak berani untuk menelpon, takut mengganggu. Pesan itu tak kunjung di balas walau sudah centang dua garis biru yang artinya sudah terbaca.
" Perasaan ingin menjemputku, tapi dia ingkar. untuk apa juga aku berharap?? aku sudah tau dari awal " Ucap Farah tersenyum kecut. Akhirnya Farah sudah keluar dari ruang rumah sakit. Namun saat hampir saja keluar dari gerbang, tiba tiba ada yang menahannya dengan memegang bahunya. Farah pun menoleh ke belakang dan ia terkejut ternyata....
" Apa kau tuli?? aku sudah dari tadi memanggilmu " Gerutu Vino, Farah pun membeku di tempat. Tak menyangka kalau Vino akan datang menjemputnya.
" Kau menjemputku ?? " Tanya Farah heran. Vino pun menatap Farah kesal, pertanyaan konyol macam apa itu, fikirnya.
" Tentu saja aku menjemputmu. Kau pikir aku menjemput jenazah kesini " gerutu Vino kesal. Farah yang mendengar ucapan Vino ntah mengapa merasa lucu, Farah pun tertawa. Vino yang melihat itu tawa itu tiba tiba membeku, jantungnya berpacu dengan cepat dan matanya sungguh teduh melihat Farah yang tertawa lepas, sudah lama ia tak melihat Farah seperti itu.
" Hei apa yang lucu?? mengapa kau tertawa " ujar vino Rasanya tawa Farah itu menular hingga membuat Vino juga tertawa.
" sudahlah ayo kita pulang, kasian mama menunggu di rumah "
Vino pun menganggukan kepalanya, setelah itu ia menyuruh Farah untuk menunggu dirinya mengambil mobil di parkiran. Farah hanya menurut saja.
***********
Di dalam mobil, Farah hanya diam saja seperti biasa. Vino terus melirik ke arah Farah dari kaca spion yang ada di dalam mobilnya.
__ADS_1
" Bagaimana pekerjaanmu?? " tanya Vino yang memulai pembicaraan. Farah yang awalnya hanya memandang lurus ke depan langsung menatap Vino, suaminya.
" seperti biasa lancar " jawab Farah seraya tersenyum. Vino pun menganggukan kepalanya.
" Far...aku ingin bertanya padamu. Apakah boleh ?? " tanya Vino dengan nada serius. Farah yang tak biasa melihat Vino seperti itu tiba tiba menjadi gugup.
" Biasanya dia seenaknya saja, berbicara juga tak memikirkan dulu. Lalu hari ini?? apa saat dalam perjalanan kesini kepalanya terbentur tadi?? " tanya Farah dalam hati. Ia menatap Vino dengan bingung.
" Mengapa kau menatapku seperti itu ?? "
" Tidak ada, aku hanya ingin memastikan kau baik baik saja atau tidak. Kau sangat aneh, biasanya kau berbicara dan bertanya tak pernah minta izin. Apa kepalamu terbentur tadi?? kalau iya, rumah sakit belum jauh. Kau bisa putar arah mobil ini kembali ke rumah sakit " Ucap Farah dengan nada tanpa rasa bersalah sedikitpun. Vino pun dengan kesal menatap Farah sebentar lalu ia fokus ke depan untuk mengemudi.
" kalau mau bertanya ya bertanya saja, mengapa kau harus minta izin padaku "
" Farah....apa aku jahat ?? " tanya Vino serius. Farah langsung diam tak menjawab. Butuh beberapa saat agar dia bisa mencerna pertanyaan suaminya itu. Hingga suara Vino membuyarkan lamunan Farah.
" Hei!! mengapa kau jadi melamun?? "
" Maaf "
__ADS_1
" Jawab pertanyaanku, apa aku jahat?? " tanya Vino lagi. Farah menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Vino yang ia rasa begitu aneh.
" Aku tak bisa menjawabnya. Semua orang punya pandangan masing masing pada kita. Dan untuk pertanyaanmu itu seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri, kau jahat atau tidak. " jawab Farah.
Vino membenarkan ucapan Farah, ia yang seharusnya menyadari sikapnya. Orang takkan bisa mengatakan seperti apa kita.Setiap orang punya deskripsi masing masing tentang kita. Yang tau itu semua hanya diri kita sendiri, kesadaran diri sendiri.
.
.
.
.
.
.
Jangan jadi silent readers, ayo tinggalkan jejak dengan cara like and komennya ya🤗 kalau kalian berbaik hati vote nya jangan lupa juga, supaya author semangat up nya✍️😍
__ADS_1