Painful Love

Painful Love
Hati tak bisa di paksakan


__ADS_3

setelah selesai di kamar mandi, vino pun keluar. ia melihat farah yang sedang tidur dengan begitu lelapnya. tanpa ia sadari, kakinya berjalan mendekati wanita yang telah menjadi istrinya itu. ia memperhatikan wajah farah, hingga ia melihat pada pipi farah yang terlihat basah dan hidungnya yang sedikit memerah.


" apa dia menangis?? " tanya vino dalam hati.


" perkataanku tadi sangat kasar padanya, apa aku sudah sangat keterlaluan ?? tapi itu salahnya sendiri. siapa suruh dia masuk dalam kandang singa. itu adalah resikonya " gumam vino dalam hati. ia tersenyum miring seakan senang melihat istrinya itu menangis akibat perkataannya yang begitu kejam. ia pun merebahkan tubuhnya di kasur. tidur dengan memunggungi farah istrinya, begitu pula dengan farah. mereka pun tidur saling memunggungi.


tiba tiba mata farah mengerjap begitu saja, ia melirik ke sampingnya. terdapat vino di sana. ia ingin mendekati vino tapi takut kalau vino akan terbangun dan memarahinya, farah pun memilih untuk melanjutkan tidurnya. berharap ketika tidur ia akan mimpi indah, agar ia bisa sejenak melupakan masalahnya.


**********


pagi hari


suara kicauan burung yang begitu gaduh, juga cahaya yang menyusup masuk dari cela cela jendela membuat farah terbangun. ia sedikit memicingkan matanya untuk mengumpulkan nyawanya agar bangkit dari tempat yang sepertinya terdapat lem, entah mengapa ia sangat malas sekali untuk bangkit. ia ingin melanjutkan tidurnya. farah melirikkan matanya pada jam, matanya seketika membulat dengan sempurna.


" astaga!! sudah jam 7. jam 8 aku ada operasi, isshh mengapa aku ini bodoh sekali " farah pun segera bangkit lalu berlari menuju kamar mandi.


farah memang seorang dokter bedah. tapi mengapa seorang doktet bedah mengobati luka kecil seorang lelaki paruh baya waktu itu?? itu karena farah melihat lelaki itu terserempet mobil ketika ia dalam perjalanan menuju rumah sakit. ia pun segera membantu lelaki paru baya itu dan membawanya menuju rumah sakit, ia memilih untuk mengobati sendiri lelaki paru baya itu.


***********


setelah 25 menit farah pun keluar dari dalam kamar mandi. ia terlihat begitu cantik saat itu dengan sedikit polesan make up di wajahnya yang mulus. farah memakai jam di tangannya lalu ia melirik ke arah vino yang ternyata masih molor dengan badan tengkurap dan tangannya yang ia rentangkan. farah pun menggeleng gelengkan kepalanya.


" dia ini, biasanya juga sudah rapi jam segini. tapi mengapa belum bangun juga?? " tanya farah dalam hati. ia pun berjalan mendekati vino


" vin...vino...bangun, ini udah jam setengah 8 loh. nanti kamu kesiangan vin " ucap farah. tapi vino tak bergeming dan masih damai akan tidurnya. farah pun memberanikan diri menyentuh bahu vino.


" vin...vinoo...bangun. kamu gk kerja hmm?? nanti kamu kesiangan loh " ucap farah yang menggoyang goyang bahu suaminya berharap lelaki itu bangun. tapi lihatlah bahkan ia masih tak peduli dan molor dengan santainya. sementara farah terburu buru karena di kejar oleh waktu.


" isshhh dia ini, aku harus ke dapur. ya sudah kalau dia tak mau bangun. aku harus menyiapkan sarapan. gk enak ada mama, masa aku gk masak " ucap farah. farah pun mengmbil tasnya dan jas putihnya. ia segera berlalu meninggalkan vino.


di dapur farah melihat makanan sudah siap, dan itu semua mamanya yang mengerjakan. farah pun mempercepat langkahnya karena tak enak hati.


" ya ampun ma...kok jadi mama yang masak?seharusnya mama gk perlu melakukan semua ini, biar farah ma yang melakukannya. farah merasa tak enak hati ma " ucap farah dengan rasa bersalah.

__ADS_1


" tidak apa apa nak...mama tau kok, kalau pengantin baru memang biasa nak menghabiskan waktu berlama lama di dalam kamar " ucap rita seraya terkekeh. farah menyerngitkan dahinya heran.


" vino mana mau berlama lama denganku di kamar. kalau bukan karena telat bangun, udah daritadi aku turun " gumam farah dalam hati. lalu ia melihat kembali jam tangannya. farah pun melototkan matanya, waktu membuatnya terpaksa untuk tidak sarapan.


" ma...farah udah telat deh ma. jam 8 nanti farah ada operasi. vino daritadi farah banguni tapi gk kunjung bangun. apa mama, gk keberatan kalo mama saja yang banguni vino. farah takut dia telat ma " ucap farah dengan suara yang penuh akan permohonan.


" itu hal gampang nak, nanti mama akan membangunkan anak pembangkang itu. kamu gk sarapan dulu ?? " tanya rita. farah terdiam seketika, tak mungkin ia tak memakan sarapan yang telah di buatkan mama mertuanya itu dengan susah payah.


" di bekalin aja ma, nanti farah makan setelah selesai operasi "


" baiklah nak " rita pun memasukkan makanannnya di bekal. setelah itu ia berikan pada farah.


" terima kasih ma " ucap farah.ia memeluk mama mertuanya setelah itu ia pun berlalu pergi dari sana. farah merasa beruntung ada mama mertuanya yang sangat pengertian terhadapnya. kalau saja tidak, mungkin dia akan sampai rumah sakit jam 9.


**************


setelah farah pergi, rita pun menaiki tangga menuju kamar vino. ketika ia membuka pintu, tampaklah sang anak yang masih molor dengan lelapnya. rita pun menggeleng gelengkan kepalanya.


" bagaimana nanti dia mau menjadi ayah yang baik kalau tidur aja jam segini belum bangun " guman rita. ia pun mendekati vino.


" hhmmmm " hanya deheman saja yang keluar dari mulut anaknya ini. rita pun jengkel, lalu ia melihat ada teko yang berisi air minum di atas nakas. ia pun menuang minumannya ke dalam gelas.


" kalau kau tidak bisa di bangunkan baik baik, jangan salahkan mama kalau mama menyirammu " ucap rita sekali lagi.


" hmmm " lagi lagi hanya deheman yang anaknya keluarkan.


" oh memang minta di siram ya " rita pun segera menyiramkan air itu pada wajah vino.


vino terjingkat kaget ketika merasa dingin pada wajahnya, ia pun segera bangun dan bangkit. lalu ia merasakan wajah dan tubuhnya basah. ia melirik ke samping dan ternyata ini ulah mama nya. " apaan sih ma siram siram gini, vino bisa bangun tanpa mama siram pake beginian "


" bisa bangun sendiri kamu bilang ?? enak ya ngomongnya. bahkan farah sudah bersusah payah membangunkanmu tapi kau tak bangun. mama sendiri saja susah membangunkanmu, makanya mama siram saja supaya kau terbangun " ucap rita dengan kesal. " kamu lihat udah jam berapa ini. kamu gk terlambat ke kantor ha??!! gk malu apa kamu sebagai bos jam segini masih molor "


vino pun melirik ke arah jam dinding, " apaan sih ma. vino masuk kantor jam 10 nanti " ucap vino dengan kesalnya. padahal ia ingin memanjakan diri di tempat tidur dan tidur dengan nyaman. namun tingkah mamanya yang seperti ini membuat vino kesal.

__ADS_1


" hei, kalau kau memang masuk jam 10 apa salahnya bangun lebih pagi atau jam 7, antar istrimu ke rumah sakit. kau ini sudah menikah vino, tidak lajang lagi. jadi jangan bertingkah seolah olah kau masih lajang, ingat sekarang sudah ada wanita yang menjadi tanggung jawabmu " ucap rita berusaha menasehati anaknya.


" vino menikah bukan karena keinginan vino tapi karena mama yang memaksa. jadi jangan salahkan vino kalo vino masih bertingkah seperti ini "


" kamu itu benar benar ya. farah itu anak yang baik, dia juga istri yang baik. kamu tau di luaran sana begitu banyak yang mendambakan farah untuk di jadikan istri. selain cantik, dia juga pintar dan punya etika serta sopan santun. seharusnya kau merasa beruntung vino karena kaulah yang mendapatkan farah "


vino pun hanya memutar bola matanya jengah. memangnya kalau dia cantik, pintar, dan punya etika vino akan jatuh cinta dengan begitu mudahnya ?? hati vino tak bisa di paksakan. karena sejak awal farah memang tak punya tempat di hatinya. vino sama sekali tak mencintai wanita itu.


" sudahlah ma, vino tak mau berdebat dengan mama. vino mau mandi " vino pun bangkit dari ranjangnya lalu segera masuk ke kamar mandi.


" memang anak itu kurang ajar sekali. semoga tuhan menyadarkanmu suatu saat nanti nak " ucap rita. ia pun segera keluar dari dalam kamar anaknya dan turun ke bawah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa untuk memberi dukungan untuk author ya. dengan cara like, comment and vote ( kalo bisa😁 )


__ADS_2