Painful Love

Painful Love
Takkan melepaskan


__ADS_3

sudah 1 minggu ini farah menjalani pernikahan yang di paksakan ini, dan satu minggu lamanya pula ia selalu mendapat perilaku vino yang dingin. walau begitu farah tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. farah juga bekerja di rumah sakit keluarganya untuk membunuh rasa bosan yang selalu ia rasakan karena di rumah juga farah seperti patung.


" sebaiknya bapak jangan banyak bergerak karena lukanya juga masih basah, dan selalu gunakan saleb ini setiap berganti perban. tapi ini akan segera sembuh jadi jangan khawatir, " ucap farah seraya tersenyum pada seorang lelaki paruh baya yang mengalami kecelakaan ringan.


" terima kasih nak, kalau begitu saya permisi dulu " farah pun mengangguk dan menuntun lelaki itu untuk keluar. setelah itu farah kembali masuk ke ruangannya dan melihat jam yang melingkar di tangannya, kini sudah pukul 13:00 yang menandakan sudah jam makan siang.


" ah sudah jam makan siang " farah pun segera membereskan barang barangnya dan melangkah keluar. tapi tiba tiba ada salah seorang suster yang menghampirinya.


" dok..., ada seorang wanita yang mencarimu. katanya dia adalah temanmu, " ucap suster tersebut.


" ah baiklah, dimana dia sekarang?? " tanya farah


" ada didepan administrasi dok "


" baiklah terima kasih, kalau begitu aku kesana dulu " farah pun langsung melangkah dengan sedikit berlari. ia sudah tau siapa yang datang, farah sangat merindukannya.


" reina...!!! " farah langsung memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.

__ADS_1


" farah kalau mau peluk biasa aja dong, gak bisa napas gue " farah pun langsung melepaskan pelukannya.


" maaf, habisnya gue kangen sama lu. maaf ya gue gk pernah ngasih kabar sama lu. soalnya gue sibuk banget " ucap farah parau


" ya gue ngerti, makanya gue nyamperin lu kesini. oh ya si vino gk ngapa ngapain lu kan ?? " tanya reina penuh selidik. farah seketika terdiam dan hanya bisa tersenyum.


" sebaiknya kita tak membicarakannya disini. ayo kita ke caffe dekat sini, kau pasti juga lapar kan?? "


" ya baiklah, ayo " farah dan reina pun langsung pergi menuju caffe. mereka tak menggunakan kendaraan, mereka hanya berjalan kaki. karena memang dekat dan tinggal menyebrang dari rumah sakit.


************


~tok tok tok~


" masuk "


" tuan, saya telah mendapatkan informasi terbaru tentang nona alika " ucap asisten vino, randy.

__ADS_1


" katakan "


" saya dengar kalau saat ini nona alika sudah berhenti menjadi model, tetapi tidak dengan william. saat ini jejak nona alika menghilang tuan " ucap randy. vino pun mengepalkan tangannya.


" mengapa kalian sampai kehilangan jejaknya?? bodoh sekali!! cari tau lagi, aku tak mau tau bagaimana caranya.kalian harus tau di mana alika. kalau perlu setelah menemukannya, tangkap saja dia dan bawa ke hadapanku " tegas vino


" maafkan saya tuan, saya akan menjalankannya dengan hati hati sekarang. kalau begitu saya permisi " randy pun menundukkan kepalanya dan segera keluar dari ruangan vino.


vino memukul mejanya, marah ?? tentu saja dia marah. sudah begitu lama alika meninggalkannya, dan sudah begitu lama alika tak mengabari vino. vino merasa alika sudah memutuskan dirinya secara sepihak tanpa berbicara. vino sudah memberikan waktu pada alika, tapi sepertinya alika memang harus di keluarkan secara paksa.


" aku takkan melepaskanmu lagi alika " ucap vino dengan mata yang berapi-api.


************


maaf ya lama gk up, akohnya sibuk.awalnya mau berhenti aja, cuma akoh juga masih ingin ngelanjutin cerita ini. jadi tolong semangatin akoh dengan cara like comment and kalo bisa vote ya😊


nih bonus visual vino & farah

__ADS_1





__ADS_2