
Pagi harinya, sekitar pukul 05:09 Farah sudah bangun. Ia sengaja bangun awal karena hari ini mertuanya akan pulang, Farah ingin membuat sarapan yang spesial untuk mama mertuanya. Setelah selesai Memasak, Farah pun membersihkan tubuhnya.
Dan setelah selesai mandi dan berpakaian rapi serta membangunkan suaminya, Vino. Farah pun pergi ke kamar mama mertuanya untuk membantu mama mertuanya bersiap siap.
" Loh mama udah siap " tanya Farah yang kini sedang berada di ambang pintu. Ia melihat wanita paru baya yang masih terlihat cantik itu kini sudah rapi dan tampak sudah siap untuk pulang.
" Udah dong sayang " Rita pun memberikan senyuman untuk menantunya itu.
" Farah udah masakin makanan kesukaan mama, kita makan yuk "
" Yuk, mama juga udah lapar sayang " Rita membawa kopernya yang lumayan besar itu. Farah yang melihat itu pun langsung menghampiri mama mertuanya.
" Sini kopernya ma, Farah aja yang bawa ke depan " Pinta Farah. Mana mungkin ia membiarkan mertuanya itu membawa koper yang lumayan besar dan pasti berat.
" Gpp sayang, mama bisa kok "
" Mama ke meja makan aja gih. Biar Farah aja yang bawa ini "
Rita yang merasa capek juga karena semalam ia menyusun barang itu sendiri akhirnya mengalah. " Baiklah, mama duluan ya sayang " Farah pun menganggukkan kepalanya. Setelah Rita pergi, Farah pun menggeret koper itu menuju ke ruang tamu yang jaraknya lumayan jauh dari kamar yang di tempati mama mertuanya.
***********
Vino yang saat itu sudah berada di meja makan ia tak melihat siapapun di sana baik Farah maupun mamanya. Ia pun memutuskan membuka ponselnya untuk melihat beberapa E-mail pekerjaan yang masuk. Tak lama terlihat mamanya sedang menghampirinya lalu duduk di meja makan.
" Mana Farah ma?? " tanya Vino.
" Lagi mindahi koper mama. sebentar lagi juga kesini " jawab Rita sembari tersenyum.
" Mama langsung pergi nanti ?? "
" Iya dong sayang. Mama gk mau lama lama, nanti keinginan mama untuk pulang ketunda lagi " ucap Rita. Vino pun hanya menganggukan kepalanya.
Tak lama setelah itu, terlihat Farah juga sudah tiba di meja makan. " Kamu yang masak soto ini sayang, ini makanan kesukaan mama loh " ucap Rita antusias.
" Iya ma, Farah yang masak. Karena hari ini mama mau pulang jadi Farah mau masak yang spesial buat mama. " Ucap Farah. Ia senang karena mertuanya begitu antusias dengan masakannya.
__ADS_1
" Makasih ya sayang. Yaudah ayo kita makan "
Mereka pun menyantap makanan dengan bahagia. Tidak seperti biasanya ketika makan tidak ada suara apapun dan hanya suara dentingan sendok dan juga piring tapi kali ini Rita banyak mengoceh membuat menantunya tertawa dan Vino yang biasanya diam kini sesakali tersenyum memandang istrinya juga mamanya.
*********
Setelah selesai makan, Vino melihat jam tangannya. setelah itu ia berdiri dari meja makan dan memakai jasnya. " Ma, Vino ke kantor dulu. Ada banyak pekerjaan disana " Pamit Vino. Ia hendak pergi tetapi panggilan mamanya menghentikan langkahnya.
" Kamu kok gk pamit sama Farah ?? " tanya Rita dengan nada kesal. Farah pun hanya diam membeku.
Vino menatap Farah dengan intens, Farah yang di tatap seperti itu tentu merasa malu. Farah pun menundukkan kepalanya.
" Aku pergi dulu ke kantor " ucap Vino. Farah pun menaikkan pandangannya dan mamandang suaminya itu.
" iya, hati hati " Farah pun memberikan senyum manisnya kepada Vino. Vino pun hendak pergi karena ia sedang terburu buru, tetapi tak sampai di situ kini mamanya memanggilnya lagi, tentu hal itu membuat Vino merasa jengkel. Tapi ia berusaha untuk tak memperlihatkan wajah kesalnya.
" Apa lagi ma?? Vino udah telat ini " ucap Vino dengan nada sopan.
" Cuma itu doang kalau pamit sama istri kamu?? dulu papa kamu selalu cium kening mama sebelum berangkat kerja "
Vino pun dengan cepat berjalan mendekati Farah lalu ia mencium pucuk kepala istrinya. Farah yang menerima perlakuan spontan itu tentu merasa kaget. Namun hatinya menghangat, diam diam ia menikmati momen tersebut.
" Aku pergi dulu " Ucap Vino dengan nada lembut.
" I-iya " Farah merasa gugup. Jantungnya terasa memompa dengan sangat cepat. Tak hanya Farah, Vino juga merasakan hal yang sama. Saat menatap mata coklat milik istrinya ia merasa hatinya seperti tersengat aliran listrik dan darahnya seakan berdesir. Ingin rasanya Vino menatap mata itu berlama lama namun masih bisa menahan diri.
Vino pun segera pergi meninggalkan ruang makan. Farah yang masih dalam keadaan tak baik, ia pun memutuskan ke kamar mandi setelah berpamitan dengan mama mertuanya.
" Dasar anak muda kalau sedang proses jatuh cinta itu malu malu kucing ya " Rita yang memang menyadari interaksi antara anaknya dan juga anaknya diam diam ia tertawa dalam hatinya tapi kini karena keduanya tak ada ia pun tertawa lepas.
" Jadi rindu masa muda "
***********
Sesampainya di kantor Vino masih memikirkan kejadian tadi. Ia melamun di dalam ruangannya, Tetapi lamunan itu buyar ketika ada seseorang yang mengetuk ruangannya.
__ADS_1
" Masuk " Ucap Vino dengan sedikit keras.
Masuklah seorang pemuda yang tak lain adalah Randy asisten kepercayaan Vino. " Selamat pagi tuan " Randy membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memberi salam kepada bos nya.
" Hmm ada apa ?? " tanya Vino malas.
" Para buruh yang mengerjakan proyek kita yang ada di surabaya mogok kerja tuan. Katanya gaji mereka 3 bulan ini tak pernah di berikan serta manajer yang menangani proyek tersebut juga melarikan diri. Ia membawa semua dana tuan " Jelas Randy panjang lebar. Vino yang dari tadi malas malasan pun kini melebarkan matanya dan menatap Randy dengan tajam. Randy yang tau bos nya itu marah hanya menurunkan pandangannya.
" Kurang ajar, itu adalah proyek besar yang sedang berjalan saat ini. Bisa bisanya dia!! Cari tau keberadaannya, setelah ketemu tak usah bawa ke kantor polisi. kau tau bukan apa yang harus kau lakukan "
Randy pun membungkukkan sekali lagi tubuhnya , " Saya mengerti tuan, tuan tak perlu khawatir "
" Juga suruh manajer Dino untuk menggantikan dan bayar gaji para buruh itu "
" Baik tuan "
" Pergilah " Randy pun berlalu pergi meninggalkan Vino yang tampaknya masih kesal.
" Brengsek itu, berani sekali bermain main denganku. Awas saja kalau sampai dia ketemu " Ucap vino dengan geram. Ia mengepalkan tangannya lalu menggebrak meja.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hola guys, aku balik ni. Maafkan author yang jarang up ini🙏 banyak tugas guys, jadi gk bisa sering sering up😭 beberapa minggu yang lalu juga sempat sakit, mood nulis aku juga naik turun jadi kadang gk dapat momen yang pas untuk dapat ide. soo besok aku up lagi yups;)