Painful Love

Painful Love
Sikap lembut


__ADS_3

" Aku tak bisa menjawabnya. Semua orang punya pandangan masing masing pada kita. Dan untuk pertanyaanmu itu seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri, kau jahat atau tidak. " jawab Farah.


Vino membenarkan ucapan Farah, ia yang seharusnya menyadari sikapnya. Orang takkan bisa mengatakan seperti apa kita.Setiap orang punya deskripsi masing masing tentang kita. Yang tau itu semua hanya diri kita sendiri, kesadaran diri sendiri.


*****************


Sesampainya di rumah dan memarkirkan mobil, Farah keluar dari mobil terlebih dahulu. Seperti biasa saat sore hari, bi Mina akan menyiram tanaman yang ada di halaman sebelum pulang. Farah menyapa pembantunya dulu sebelum akhirnya ia masuk ke dalam.


Di dalam Farah tak melihat mamanya ada di ruang tv. Biasanya mama mertuanya itu akan duduk di sofa, meminum orange juice sambil baca majalah.


" Mungkin mama lagi di kamar, istirahat " pikirnya.


" Kau sedang apa berdiri di situ?? " Tanya Vino yang baru saja masuk. Tentu Farah sedikit terkejut dengan suara Vino yang tiba tiba itu.


" Tidak ada, kau ingin mandi terlebih dahulu? " tanya Farah. Vino menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


" Kau saja terlebih dahulu, aku ingin ke ruang kerja untuk mengechek beberapa email pekerjaan " jawan Vino dengan suara lembut.


" Baiklah " Vino mengacak acak rambut Farah sebelum ia berlalu pergi. Farah membeku seketika dengan perlakuan Vino yang tak biasa itu, sangat manis. Bahkan daritadi pagi Vino memang bertindak aneh padanya.


" Aku tak ingin suuzon, tapi kalau seorang monster yang galak tiba tiba baik tanpa alasan bukannya aneh ?? "


Farah tak ingin berlarut larut pada Vino yang menurutnya aneh. Ia memilih untuk masuk ke dalam kamar dan mandi setelah itu ia mau masak untuk makan malam nanti.


**********


Vino saat ini tengah berada di ruang kerjanya. Bukan menerima email masalah pekerjaan kantor melainkan beberapa informasi tentang istrinya itu. Ia menyuruh Randy untuk menggali informasi seputar istrinya. Setelah perdebatannya dengan David, Vino menyadari sesuatu jika ada sesuatu di hatinya yang amat takut kehilangan Farah. Vino sendiri tak tau perasaan semacam apa itu.


" Ternyata dia (Farah) sangat populer di kampusnya " ucap Vino yang kini menyunggingkan senyumannya. Randy telah merangkum semua informasi itu. Ada juga beberapa foto Farah selama ia masih berkuliah, Vino terpanah akan kecantikan istrinya. Ya Vino akui sekarang Farah memang cantik.

__ADS_1


" Mengapa perasaanku seperti ini?? masa iya aku udah jatuh cinta sama Farah. Gk mungkin !! " tepis Vino. Ya pikiran menolak tapi hati tak bisa di bohongi. Ucapan David terus tengiang ngiang di kepala Vino. Ada sesuatu di dalam dirinya yang amat takut kehilangan Farah. Ntah dari mana perasaan itu Vino tak menyadari kapan ia bisa punya perasaan seperti itu terhadap Farah.


" Sebaiknya mulai sekarang aku harus berperilaku baik pada Farah " Vino menghembuskan nafasnya pelan, ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya dan memijit pangkal hidungnya.


Tok tok tok!!


" Masuk... "


pintu pun terbuka, ternyata Farah yang mengetuk. Farah kini sudah tampak segar dan tak menggunakan make up sama sekali, tapi malah cantik dan terlihat segar. Farah juga menggunakan piyama tidur lucu, terlihat sangat imut.


" Mengapa aku baru menyadari, punya istri seimut ini " ucap Vino dalam hati. Ia terlihat gugup.


" Ehem...ada apa ?? " Tanya Vino gugup.


" Aku sudah selesai mandi. Kau mandilah sana, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. setelah itu langsung turun sarapan " ucap Farah, lebih tepatnya ini sebuah perintah. Vino menganggukan kepalanya lalu berjalan mendekat ke arah istrinya yang ada di ambang pintu.


" Terima kasih " setelah mengucapkan hal tersebut Vino langsung meninggalkan Farah yang mematung.


" Kau kenapa nak?? mengapa sampai melamun seperti itu " tanya Rita heran.


" Eh nggak mikirin apa apa kok ma... " elak Farah.


Rita sebenarnya tahu menantunya itu berbohong, cuma ia tidak ingin terlalu mencari tahu karena bukan saat yang tepat.


" Mama dari mana?? baju mama terlihat bukan baju santai rumahan " tanya Farah.


" Ah, mama baru aja pulang arisan sayang. Ada mama kamu juga tadi, katanya kangen sama kamu. Nanti kalo ada waktu luang kamu kunjungilah orang tua kamu, besok mama juga mau pulang ke rumah " jawab Rita.


" Padahal Farah masih ingin mama di sini " ucap Farah lesuh.

__ADS_1


" Mama udah kelamaan di sini. nggak enak, ntar ganggu waktu kalian lagi " ucap Rita terkikik.


" issh mama, nggak ganggu kok ma "


" pokoknya mama besok pulang sayang. Dan jangan lupa, berkunjung ke rumah orang tuamu, mereka sudah sangat merindukanmu. oh iya, kata mama kamu Ferli bakal pulang lusa "


" Itu Farah sudah tau. Rencananya Farah memang lusa akan kesana, sekalian ikut jemput kak Ferli di bandara "


" Bagus itu, nanti mama juga ikut. Yaudah mama ke kamar dulu ya, mau mandi "


" Iya ma, Farah juga mau masak "


mereka pun akhirnya berpisah untuk melakukan kegiatan masing masing. Farah memasak sedangkan Rita, mama mertuanya membersihkan diri.


********


Di dapur Farah tak henti hentinya memikirkan Vino. sesekali ia juga tersenyum kala mengingat Vino yang akhir akhir ini lembut padanya.


" Kalau Vino seperti ini terus, aku juga tak perlu takut padanya. Tapi aku takut ini hanya sesaat, karena Vino tempramen. Mungkin hari ini suasana hatinya sedang baik " ucap Farah dalam hati, sedikit bahagia tapi. Farah hanya bisa tersenyum getir.


" Tak apa setidaknya aku bisa merasakan sikap lembutnya walau sesaat "


.


.


.


.

__ADS_1


.


Holla guys, maaf baru bisa update sekarang. karena aku banyak tugas hehehe😁 besok aku update lagi kok, janji✌️


__ADS_2