
Setelah selesai memasak, Farah menyajikan makanannya di atas meja makan. Tak lama setelah itu Vino datang dan duduk di meja makan.
Vino tersenyum ke arah Farah setelah mendaratkan tubuhnya di kursi. " Ini semua terlihat enak, aku sudah sangat lapar " ucap Vino tak sabar.
" Bersabarlah, tunggu mama datang " balas Farah lembut. Vino pun hanya mengangguk saja.
Setelah makanan sudah tersusun semua di meja makan, Farah pun duduk berhadapan dengan Vino.
" Wah, keliatannya enak " sahut Rita yang baru saja bergabung dengan anak dan juga menantunya. Ia duduk di sebelah Farah.
" Kalian udah lama nungguin mama ?? "
" Nggak kok ma, baru aja. Vino juga baru di sini. Yaudah ayo di makan "
Mereka pun membalik piring masing masing. Tapi Rita sesaat melirik Vino yang hanya diam tanpa menyendok nasi, tentu Rita selaku sang mama merasa heran. " Kenapa kamu ?? gk mau makan?? " tanya Rita.
" Nggak kok ma. Farah.....ambilkan nasiku " Jawab Vino. Ia bersedekap dada dan menatap Farah agar istrinya itu menyendokkan nasi untuknya.
Farah hanya merasa heran, padahal tempat nasi tidaklah jauh dari jangkauan suaminya tapi ia malah meminta untuk di ambilkan. Tapi Farah tak mau terlalu banyak memikirkannya, ia pun beranjak berdiri dan mendekati Vino. Farah menyendokkan nasi pada Vino.
" Cukup ?? " tanya Farah.
" hmm, aku mau lauk itu "
Farah tak protes dan tetap mengambilnya, lagian ini kewajibannya dan juga jarang jarang suaminya mau di layani.
" Romantis banget sih " Goda Rita. Farah yang telah selesai melayani suaminya kembali ke tempat duduknya. Ia hanya menanggapi mamanya dengan senyuman kikuk sedangkan Vino tersenyum lembut.
Setelah itu, mereka pun makan dengan tenang.
*********
Setelah selesai makan
" Mama balik ke kamar dulu ya, besok harus balik "
__ADS_1
" Balik?? mama besok udah mau pulang?? "
tanya Vino.
" Iya, mama besok udah mau pulang. Yaudah mama balik kamar aja ya, kalau butuh apa apa bilang aja sama Farah " Farah lah yang menjawab.
" iya, makasih ya sayang " ucap Rita. Lalu ia beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Vino dan Farah ke kamarnya.
Seketika suasana menjadi canggung. Vino hanya menatap Farah dan yang di tatap malah menunduk.
" Apa apaan dia menatapku seperti itu ?? apa aku ada salah padanya " Ucap Farah dalam hati.
Vino tak menurunkan pandangannya, Farah yang tak tahan dengan tatapan elang milik suaminya itu lebih memilih mengangkat piring piring kotor ke wastafel untuk di cuci.
" Apa kau takut ?? " tanya Vino seraya menyeringai ala devil. Dan itu berhasil membuat Farah bergidik ngeri, tapi ia tak mau menunjukkan ketakutannya.
" Vino baik seperti ini bukanlah sesuatu keberuntungan, ini kesialan " umpat Farah dalam hati.
" Ti-tidak, takut apa memangnya?? " tanya Farah balik dan pura pura tidak tau.
" Lupakan saja, nanti kalau ke kamar jangan lupa buatkan aku kopi "
Setelah itu Vino juga pergi untuk ke kamar sedangkan Farah ia melanjutkan pekerjaannya untuk mencuci piring. Sebenarnya ia bisa saja membayar pelayan untuk tinggal, hanya saja ia tak mau semua pekerjaan di ambil alih oleh pelayan. Ia lebih suka mengerjakannya sendiri walaupun ada bi mina yang bekerja dari pagi hingga petang.
***********
Setelah selesai mencuci piring, Farah pun membuatkan kopi untuk Vino suaminya. Lalu ia langsung pergi ke kamar.
Di kamar, terlihat Vino sedang berselonjor di ranjang seraya bermain ponsel. Vino yang menyadari ke datangan Farah melirik sesaat lalu ia beralih fokus kembali pada ponselnya.
" Ini kopimu " Farah meletakkan kopi Vino di atas nakas. Lalu ia juga ikut membaringkan diri di ranjang, menarik selimut dan mencoba memejamkan matanya.
Farah yang sedari tadi mencoba tidur rasanya sangat sulit. Ia membolak balikkan tubuhnya mencari posisi terbaik. Vino yang merasa risih dengan kasur yang terus bergoyang akibat Farah yang tampak gelisah, akhirnya ia mencoba menegur Farah.
" Kau ini kenapa sangat tidak tenang?? sangat mengganggu. Memangnya kau ada masalah hmm " tanya Vino. Farah pun beralih menatap manik mata Vino yang tertuju padanya, Cukup lama ia memandang Vino.
__ADS_1
" Ada apa ?? " tanya Vino heran karena melihat istrinya itu terus menatapnya tanpa bergeming.
" Apa aku boleh bertanya padamu ?? " Farah akhirnya bersuara.
" Boleh, memangnya apa ?? "
" Tapi janji dulu jangan marah " Farah menaikkan jari kelingkingnya.
" Janji " Vino pun membalas dengan menautkan jari kelingkingnya pada Farah.
" Kau sangat berbeda hari ini?? kau--- kau tidak sedang merencanakan sesuatu padaku kan ?? " tanya Farah ragu ragu. Vino yang mendapat pertanyaan seperti itu pun merasa keheranan.
" Maksudmu merencanakan apa?? aku tidak mengerti " Tanya Vino balik.
" I-itu, hari ini kau baik sekali padaku, tidak kasar. Aku takut kau hanya pura pura baik padaku dan merencanakan sesuatu " jawab Farah. Vino pun menajamkan tatapannya dan itu berhasil membuat Farah takut dan menjauhkan tubuhnya dan Vino.
" Tadi sudah janji gk boleh marah " Ucap Farah takut.
" Kau gila!! siapa yang pura pura baik??!! " marah Vino dengan sedikit berteriak. Dan sekali lagi membuat Farah tambah takut.
" A-aku kan hanya bertanya "
" Memangnya kau lebih suka di kasari ya, dasar wanita aneh "
" Hei kaulah yang aneh " ucap Farah tak terima.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Holla, balik lagi ni. Kalo sudah selesai baca jangan lupa untuk tinggalkan juga dong kakak kakak semuanya, like dan komen ya😁 kalo bisa di vote juga dong biar author tambah semangat💞