
saat ini vino sudah menyelesaikan pekerjaannya. ia segera meraih kunci mobilnya dan bergegas menuju parkiran.setelah sampai di parkiran vino pun menaiki mobilnya dan segera melajukan mobilnya itu.
jujur, selama ini vino tak pernah mengunjungi farah. tapi ia tau farah bekerja di rumah sakit keluarganya. beruntung farah bekerja di rumah sakit keluarganya kalau tidak sudah di pastikan ia takkan tau di mana farah bekerja.
" kenapa jalanan ini macet sekali, padahal jam pulang bekerja belum, " gerutu vino karena jalanan yang macet.setelah 25 menit terjebak dalam ramainya kendaraan, akhirnya vino berhasil lolos dari macetnya jalanan. vino merutuki dirinya sendiri karena jam sudah menunjukkan pukul 16:46.
" sialan kalau tau seperti ini aku takkan mengerjakan project itu dulu, aku akan langsung menemui farah saja kalau seperti ini. semoga mama belum sampai rumah, " vino pun menancapkan gasnya untuk menambah laju kecepatan mobilnya.
tak lama kemudian vino pun sampai di rumah sakit. lalu ia segera turun dan berlari menuju ke dalam. vino tak tau di mana ruangan farah, maka dari itu ia menghampiri administrasi dan bertanya pada petugas di sana.
" permisi "
" ya tuan, apa ada yang bisa saya bantu?? " tanya wanita yang bekerja di bagian administrasi dengan sopan.
"dimana ruangan dokter farah?? " tanya vino to the point.
" maaf tuan, tapi dokter farah sudah pulang 15 menit yang lalu " ucap wanita itu dengan sopan.
" oh shit " umpat vino dalam hati. tanpa mengucapkan apapun vino pun meninggalkan wanita itu dengan berlari lari dan segera menaiki mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.
**************
farah baru saja sampai di rumahnya dengan taksi. mengapa tidak naik mobil?? karena farah tak suka menyetir, bukannya tak pandai tapi dia malas saja.
farah pun masuk ke dalam rumahnya, tapi sebelum masuk farah melihat bi mina sedang menyiram tanaman. bi mina adalah pembantu yang ada di rumah farah, bi mina sudah bekerja dan mengabdi di keluarga vino selama 20 tahun lamanya. kini bi mina menginjak usia 42 tahun, bi mina di pindahkan kerumah vino untuk membantu farah mengerjakan pekerjaan rumah.tapi wanita itu hanya bekerja sampai pukul 18:00.
__ADS_1
" hai bibi " sapa farah dengan senyum manisnya. bi mina pun menoleh ke belakang dan mendapati farah sedang tersenyum ke arahnya. bi mina pun segera mematikan air dan menurunkan selang yang di gunakan untuk menyiram tanaman.
" eh nona farah udah pulang?? nyonya besar datang non, nyonya nunggu di dalam " ucap bi mina memberitahu.
" nyonya besar?? tan eh maksudnya mama ??" tanya farah
" ya nona " jawab bi mina
"kalau begitu, farah ke dalam dulu ya bi "
" ya non " farah pun langsung berjalan meninggalkan bi mina menuju ke dalam rumahnya.
saat sampai di dalam farah tak mendapati siapapun disana, farah pun mencari mama mertuanya itu yang katanya datang. dan benar mama mertuanya kini sedang duduk di meja makan seraya memakan cake.
" mama..." panggil farah, rita yang sedang fokus dengan kuenya pun kini menoleh ke sumber suara.
" apa mama sudah lama disini?? mengapa tak memberitahu farah kalau mama mau datang?? " tanya farah. rita pun menautkan kedua alisnya karena merasa bingung.
" lah kamu gk di bilangin sama vino kalau mama mau datang ?? " tanya rita. farah pun kini terdiam dan bingung harus menjawab apa.
" gimana mau ngabarin, no ponsel saja tidak punya " ucap farah dalam hati.
" mmh mu-mungkin vino banyak kerjaan makanya lupa menghubungi farah " ucap farah dengan gugup
" haa benarkah?? anak nakal itu terlalu sibuk sehingga lupa pada istrinya. kalau dia pulang akan mama jewer kupingnya itu " ucap rita kesal pada anak tunggalnya itu.
__ADS_1
" jangan ma, farah tadi juga sibuk. tadi juga ponsel farah lowbat, mungkin vino udah hubungin farah tapi karena ponsel farah lowbatt jadi tidak terangkat " bohong farah pada mama mertuanya itu. farah tak mau kalau vino salah paham dan mengira kalau farah telah mengadu pada mamanya.
" kalian ini terlalu sibuk, kalau begitu kapan mama bisa cepat cepat dapat cucu " farah pun menjadi kikuk ketika mamanya membahas cucu. apa mama mertuanya ini akan menuntut cucu darinya dan juga vino??, itulah yang sekarang farah pikirkan.
" ah kami sedang berusaha kok ma " ucap farah seraya tersenyum.
' duarrr '
rita dan farah pun terkejut karena mendengar suara pintu di banting dengan keras, mereka pun segera ke depan untuk melihat siapa pelakunya
" FARAHHH...!!! " teriak seorang laki laki yang berada di ruang tamu. rita dan farah pun mendengar siapa suara itu, dan mereka sudah tau siapa yang datang.
**************
saat ini vino sudah sampai di rumahnya. vino melihat bi mina yang sedang menyiram tanaman, tapi vino tak memperdulikannya dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.vino pun membanting pintu rumahnya dengan begitu heboh dan segera masuk.
" FARAHHH...!! " teriak vino, tiba tiba muncullah orang yang ia cari bersama orang yang membuatnya panik saat ini, ya dia adalah rita mamanya.
" vino!! kamu ini tidak bisa tidak teriak teriak haa??!! kamu kira ini hutan " ucap rita dengan marah.
" ******, mama udah disini lagi. gimana ini?? " racau vino dalam hati.
" maaf ma vino hanya panik karena saat vino menjemput farah tadi farah sudah pulang duluan, vino hanya khawatir ma..." ucap vino berakting di depan mamanya.
" apa dia berakting?? sejak kapan dia mau untuk menjemputku?? " gerutu farah dalam hati.
__ADS_1
" makanya jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu itu sehingga lupa kalau kamu sudah punya istri " ucap rita kesal.
" ya ma maaf, maa...vino mau bicara sebentar dengan farah " rita pun menganggukan kepalanya. vino pun menarik farah untuk ikut dengannya, farah pun hanya bisa ikut kemana vino akan membawanya