
Farah sedikit memegangi telinganya karena teriakan Vino layaknya gelayar petir yang begitu kuat. sungguh sangat menakutkan.
" Hei jangan berteriak seperti itu. Kau pikir aku perempuan tuli haa?! " gerutu Farah kesal.Vino menyerngitkan dahinya heran. Mengapa Farah bisa sesantai itu?? padahal dadanya sudah naik turun menahan amarah, Vino tak suka di tolak.
" Kau---
" Aku bukan menolak, hanya saja Minggu depan aku harus melakukan kunjungan pasien. Ini sangat penting dan aku tak bisa menundanya. Kita bisa memundurkan waktu sampai 2 Minggu lagi kan?? " ujar Farah. Dan kini Vino mendengus sebal.
" Apa kau tak bisa membatalkannya?? kau bisa meminta dokter lain menggantikan-mu " permintaan Vino itu membuat Farah menghembuskan nafasnya perlahan. Baginya Vino sangatlah menjengkelkan.
" Bisa saja, cuma aku sudah berjanji pada keluarga pasien. Sebagai seorang dokter aku harus menepati janjiku. Sama sepertimu jika akan bertemu klien penting kau pasti tak bisa menundanya seenaknya kan ?? apalagi kau menundanya karena liburan. Liburan bisa kapan saja. " ucap Farah memberi pengertian. Vino yang tadi menatapnya dengan pandangan menyeramkan kini mengalihkan pandangan fokus ke depan melihat jalanan.
" Baiklah 2 Minggu lagi " Vino pun melajukan kembali mobilnya untuk mengantarkan istrinya itu ke rumah sakit.
" Mengapa dia sangat memaksa sekali untuk bulan madu. Apa jangan jangan dia ingin meminta haknya ?? " tanya Farah dalam hati. Ia bergidik ngeri sendiri membayangkannya, ia merasa pipinya memanas.
" Apa yang kau fikirkan Farah ?? apa kau gila!! tidak mungkin itu akan terjadi. Vino hanya ingin membuat mamanya senang. ya, hanya itu " Farah berperang dengan batinnya sendiri. Ia sangat takut sekali salah faham dengan sikap Vino yang sekarang.
" Aku akan memanfaatkan bulan madu ini, tidak apa kalau harus menundanya 2 Minggu lagi " ucap Vino dalam hati.
**********
Sesampainya di rumah sakit. Farah membuka seatbelt, " terima kasih sudah mengantarku dan mengganggu waktumu. " ucap Farah lalu ia membuka pintu mobil dan hendak keluar. Namun tiba tiba Vino menahan lengannya yang membuatnya terpaksa duduk kembali.
" Kemarikan ponselmu " Ucap Vino seraya mengangkat tangannya untuk meminta ponsel Farah.
" untuk apa ?? " tanya Farah heran. Karena tak biasanya lelaki itu begini padanya.
" Jangan banyak tanya, aku hanya ingin meminjamnya sebentar " Vino sedikit meninggikan suaranya. Membuat Farah tak bisa melawan lagi dan ia langsung memberikan ponselnya pada Vino.
Tak berapa lama kemudian Vino mengembalikan ponselnya, Farah tak tau apa yang di perbuat suaminya itu pada ponselnya. Farah terlalu malas untuk bertanya, percuma juga kalau bertanya dengan singa jantan pemarah itu.
" Aku sudah memasukkan no ponselku ke no ponselmu dah aku juga sudah memasukkan no ponselmu ke no ponselku. Aku akan menjemputmu nanti, kalau sudah pulang hubungi aku, aku akan menjemputmu " ujar Vino. Farah merasa suaminya benar benar aneh untuk saat ini.
" Aku bisa pulang sendiri " tolak Farah
" Jangan banyak membantah!! sudah baik aku ingin mengantarmu dan nanti ingin menjemputmu " sarkas Vino. Farah hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan.
" Terserah kau saja " Ucap Farah lirih. Farah langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit. Ia terlalu malas untuk berdebat dengan Vino si tukang paksa dan selalu mau menang sendiri.
" Huu sebenarnya yang wanita di sini siapa?? aku apa dia?? mengapa dia selalu mau menang sendiri dan selalu memaksa " gerutu Farah.
__ADS_1
**********
Vino saat ini sedang dalam perjalanan pulang. Namun ia malah memutar balik arah mobilnya, ntah ingin kemana pria ini.
" Daripada di rumah hanya akan mendapat omelan mama, lebih baik aku ke rumah
David " Vino pun mempercepat mobilnya menuju rumah temannya.
**********
Sesampainya di rumah David. Vino pun memarkirkan mobilnya di halaman sahabatnya yang cukup luas. setelah itu dia langsung berjalan untuk masuk ke rumah sahabatnya.
Vino mulai menekan bel rumah sahabatnya. Tak berapa lama kemudian ada yang menyaut dari dalam tetapi suara perempuan dan Vino tak menghiraukan itu dan menunggu.
Pintu pun terbuka, dan muncul lah sosok wanita yang familiar di mata Vino, ya dia adalah adik David dan tentunya sahabat istrinya, Reina.
" Ada apa kau kemari ?? " Tanya Reina sinis. ia menatap Vino dengan tatapan tak suka dan Vino sadar akan hal itu. Wanita itu memang tak menyukainya.
" Santai saja, aku tak ingin bertemu denganmu nona. Aku hanya ingin bertemu dengan kakakmu. Dimana dia?? " tanya Vino tak kalah sinis. Ia tau kalau adik sahabatnya itu tak menyukainya bukan tanpa alasan, tapi karena perbuatannya pada Farah. Vino tak peduli akan hal itu.
" ada apa ini ?? hei bro " David yang tadinya sedang menonton tv, ketika mendengar suara yang sedikit mengusiknya ia pun memutuskan untuk keluar dan ternyata itu temannya.
Vino dan David pun saling berjabat tangan dan mendubrukkan bahu mereka, itu adalah salam ala lelaki gentle.
Sedangkan Reina dari tadi hanya menatap Vino kesal. " Untuk apa si brengsek ini ke sini. ingin sekali ku cabik cabik wajahnya " ucap Reina kesal. Ia menutup pintu dengan sedikit keras karena sedang kesal.
*********
Saat ini Vino dan David sedang berada di balkon dengan pemandangan kolam renang dan taman bunga yang tampak baru di tanam dengan lahan yang kecil. Mereka duduk menikmati angin yang menenangkan tak lupa dengan secangkir teh.
" Sejak kapan kau suka bunga?? mengapa kau seperti perempuan saja sekarang " ledek Vino, David yang di ledek seperti itu hanya menyunggingkan senyumnya dan menyesap tehnya sekali lagi.
" Kau tau sendiri aku alergi serbuk sari. Aku tak gila hingga mau menanam bunga menjijikkan itu. Tapi adikku yang manis itu terus merengek untuk membuat taman bunga, ya sudah aku buatkan saja daripada dia terus merajuk padaku " ujar David. Vino pun mengangguk mengerti. Ia tau bahwa sahabatnya begitu menyayangi adiknya, karena saat ini David tak punya siapapun lagi. ibu mereka meninggal saat melahirkan Reina dan Ayah mereka meninggal akibat serangan jantung 3 tahun lalu. David menyayangi Reina selain karena tak punya siapapun lagi tapi juga mengingat bahwa ibunya mengorbankan nyawa demi adiknya, maka dari itu David tak ingin membuat Reina bersedih maupun terluka.
" Bagaimana hubunganmu dan Farah ?? apakah baik baik saja ?? " tanya David, kini ia menatap Vino yang sedang memandang ke depan. Seperti ada sesuatu yang di pikirkan lelaki itu. Tapi Vino sangat sulit di tebak. David tak pernah bisa membaca Fikiran sahabatnya itu walau sudah lama berteman.
" Dia baik aku yang tidak " jawab Vino singkat.David menghembuskan nafasnya pelan. Ia tau apa maksud ucapan Vino.
" Vin gue boleh bilang sesuatu "
" Boleh saja, untuk apa kau meminta izin padaku?? apa kau mulai tak waras teman "
__ADS_1
"Vin....aku tau kau tak mencintai Farah. Tapi jangan menyakitinya. Wanita itu begitu baik Vin, aku takut suatu saat ini semua akan berbalik " Ucapan David membuat Vino bingung. Ia menatap David dengan menyerngitkan dahinya.
" Maksudmu ?? " ucap Vino yang masih di landa tanda tanya dan David sadar akan hal itu. Temannya benar benar tak mencerna ucapannya.
" Maksudku?? " David pun menyunggingkan senyumnya. " Di dunia tidak ada yang tidak mungkin dan sesuatu bisa saja berbalik. Kau tau apa yang kau rasakan hari ini dan perlakuanmu selama ini pada Farah bisa saja menjadi boomerang untukmu di kemudian hari Vino " ucap David yang semakin membuat Vino bingung. Ntah mengapa ia merasa emosi karena David seolah berbicara berputar putar dengannya.
" Bicaralah yang jelas David atau akan ku pukul kau " Vino sedikit meninggikan suaranya.
" Kau masih belum mengerti?? begini sahabatku yang baik, kau pernah mendengar bukan penyesalan selalu datang di akhir. Kau mungkin saat ini tak mencintai Farah, tapi aku bisa melihat bahwa wanita itu tulus padamu. Jangan menyakiti wanita yang tulus mencintai kita Vino, karena ketika wanita itu mulai lelah dan berhenti kita akan menyadari bahwa wanita itu berarti. Ketika kita menyadari perasaan itu takutnya semua akan terlambat " ujar David mencoba menasehati temannya. Perkataan David membuat Vino termenung sesaat, pikirannya berkecamuk dan ntah mengapa dadanya terasa sakit.
" Aku tak mencintai Farah " ucap Vino mencoba menepis perkataan David namun tidak dengan hatinya yang masih bimbang.
" hari ini bagaimana di kemudian hari ?? " tanya David. pertanyaan David inilah yang membuat Vino termenung cukup lama.
" Kau mengharapkan apa Vino?? Alika?? kau lihat sendiri dia bahkan tak mengabarimu dan tak kunjung pulang. Mama mu juga tak merestui hubungan kalian, apa yang bisa di harapkan?? kalau dia mencintaimu dengan tulus dia takkan menghilang tanpa kabar begini. Lihat Farah, dia sekarang ada bersamamu, dia tulus mencintaimu. Kau tahu, hanya Farah yang tak melihat kekuranganmu Vino. Wanita itu baik, jangan kau sakiti. " ucap David memberi pengertian.
" Memang kau tau apa?! gara gara dia aku gagal mendekati Ferli, bahkan Ferli sangat membenciku saat itu, gara gara apa?? hanya karena Farah!! hingga saat ini Ferli masih sangat membenciku " teriak Vino. Dadanya naik turun karena menahan amarahnya.
" Ternyata kau masih menyimpan rasa pada kakak iparmu itu, ck miris sekali Vino " David hanya tersenyum mengejek dan itu kembali membuat amarah Vino terpancing dan semakin memuncak. Hingga ia memukul meja dan menarik kerah baju David, ia hendak melayangkan tinjuan pada David namun teriakan wanita yang ternyata Reina menghentikannya.
Reina langsung mendorong vino dan memegang lengan kakaknya. "Kau!! mengapa menyakiti kakakku. dasar lelaki brengsek....pergilah dari sini sialan " teriak Reina. Vino pun melangkahkan kakinya dengan marah tapi David menahannya dengan memegang lengannya.
" Kau merasa menjadi korban yang paling di sakiti tapi nyatanya Farah lah yang menjadi korban obsesi dan keegoisanmu Vino " Vino tak mau mendengarkan David. Ia menarik tangannya dengan kasar lalu pergi dari sana dengan cepat karena saat ini ia benar benar emosi.
" Apa kakak tak apa?? " tanya Reina yang merasa khawatir.
" Tak apa sayang " jawab David seraya mengelus pipi adiknya.
***********
Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia benar benar marah, ucapan David tadi terus berputar di kepalanya membuatnta sangat frustasi. Ingatan Farah yang menangis saat tidur ntah mengapa membuat dadanya sakit.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
maaf lama gk up ya. author punya kerjaan yang gk bisa di tinggal. jadi harap maklum, jangan lupa untuk like and komennya ya. kalo kalian mau author tambah semangat jan lupa buat vote🤧 lanjut besok ya