
Hari ini adalah hari Minggu, Vino libur sedangkan Farah tetap akan pergi ke rumah sakit. Sebagai seorang dokter ia harus selalu stay agar ketika ada yang membutuhkan pertolongannya ia bisa langsung bertindak cepat dan ia juga harus memeriksa pasiennya.
Saat ini Vino, Farah, dan tentunya Rita tengah sarapan. Tidak ada yang bicara, hanya suara dentingan sendok serta garpu yang mengenai piring kaca yang terdengar. Setelah selesai makan, Farah pun ingin berpamitan.
" Vino, mama, Farah pergi ya " Farah pun menyalam mama mertuanya dan ia dengan ragu juga melakukan hal yang sama dengan Vino, untung Vino menerimanya. Setelah itu ia beranjak pergi dari sana, namun panggilan mertuanya seketika menghentikan langkah kakinya.
" Kamu kok pergi sendiri nak?? vino!! " Mata Farah membulat seketika, ia lupa kalau disini masih ada mertuanya yang memperhatikan mereka. Vino juga sama, ia langsung berdiri.
" Iya ma...maaf. Makanannya enak banget sampe lupa mau ngantar Farah " Vino pun segera mengambil kunci mobil setelah itu ia langsung menghampiri Farah.
" Ayo Far " Vino pun menggandeng tangan Farah. Farah tak menolak sama sekali. ia tersenyum ke arah mertuanya lalu pergi bersama Vino dengan bergandeng tangan.
******
Mamanya itu tidak bukannya tetap di meja makan. Malah mengikuti mereka sampai di depan rumah.
Vino pun menaiki mobilnya di ikuti oleh Farah setelah berpamitan pada mamanya.
" Ntah apa yang ada di pikiranmu Vin, wanita baik seperti Farah kau sia siakan. Mama yakin ada saatnya dimana kau akan jatuh cinta pada istrimu dan mama harap ketika kau menyadari perasaanmu kau belum terlambat nak " Rita menatap sendu mobil yang membawa anaknya serta menantunya. Ketika mobil itu benar benar sudah tak terlihat oleh jangkauan matanya, Rita memutuskan untuk masuk.
__ADS_1
*******
Seperti biasa, kalau mereka sedang berduaan takkan ada yang mau membuka suara. hanya diam dan fokus pada jalanan yang sedang mereka lalui.
" Turunkan saja aku disini, aku akan naik taksi saja " ucap Farah seraya membuka seatbelt
nya.
" apa yang kau lakukan, aku akan mengantarmu bukan menurunkan di jalanan seperti ini " ucap Vino kesal. kesal tentu saja, memang Vino sebejat itu. itulah yang dia pikirkan.
" Kau pikir aku sejahat itu haa?? mau menurunkanmu di jalan dan naik taksi. Hei dengar, aku sudah capek capek menyetir dan meluangkan waktu libur berhargaku hanya untuk mengantarmu " gerutu Vino. sedangkan Farah kembali memasang seatbelt di tubuhnya.
" Perempuan ini mengapa dari semalam begitu dingin padaku?? padahal tadi malam aku kira dia akan membaik " tanya Vino dalam hati. Jujur ia kesal kalau Farah mengacuhkan dirinya.
" Persiapkan keperluanmu Minggu depan "
" Aku tidak bisa " penolakan Farah secara terang terangan membuat Vino mengerem secara mendadak di tepi jalan, membuat Farah sedikit terdorong ke depan untung ia memaki seatbelt.
" Kau gila!! " teriak Farah pada Vino. ia di buat jantungan karena ini. Ingin sekali rasanya ia memukul kepala suaminya itu kalau bisa.
__ADS_1
" Berani sekali kau menolak!! " teriak Vino geram pada Farah. Ia tak suka kalau di tolak dalam hal apapun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Halo man teman sekalian. Maaf ya part ini memang agak pendek, karena author ada kerjaan penting jadi author gk bisa lama lama buat ngetik😭 maaf sekali lagi🙏 kalau suka jangan lupa dukung author dengan cara like, komen dan kalau bisa di vote ya para readers budiman🤗