Painful Love

Painful Love
Sebuah ke khawatiran


__ADS_3

rilex caffe


farah dan reina menikmati minuman yang mereka pesan seraya menunggu makanan mereka


" farah jadi gimana hubungan lo sama vino?? apakah dia nyiksa elo?? " tanya reina dengan begitu heboh.


farah pun menghembuskan nafasnya perlahan. ia harus bisa mengatur emosinya. farah tak mau kalau sampai reina tau perlakukan vino padanya, karena farah tak mau sampai reina khawatir padanya.


" aku baik baik aja kok rei, vino dia sama sekali tak menyakitiku, kami hanya dalam masa adaptasi " ucap farah dengan sedikit berbohong.


" benarkah??!! tapi, aku tak percaya ucapanmu. kau tak berbohong kan farah?? kalau kau punya masalah cerita saja padaku, aku sahabatmu " ucap reina seraya menggenggam tangan farah. reina tau motif pernikahan antara farah dan vino, jadi dia tak begitu yakin kalau farah bahagia. apalagi yang ia tau vino sangat menentang pernikahan ini.


farah pun tersenyum manis lalu ia menggelengkan kepalanya, " tidak reina, aku baik baik saja. percayalah padaku " ucap farah meyakinkan sahabatnya itu.


" baiklah, aku percaya padamu " farah pun tersenyum dan lega, setidaknya dia berhasil meyakinkan reina.


seorang pelayan dengan nampan berisi makanan menghampiri meja farah dan reina, "permisi nyonya, ini makanannya" pelayan itu pun meletakkan makanan mereka di atas meja


" kalau begitu saya permisi dan selamat menikmati " pelayan itu pun, reina dan farah pun langsung menikmati makanan mereka dengan candaan dan tawa. farah sangat senang rasanya beban atau sakit yang ia rasakan sejenak memudar saat dirinya bersama reina. farah senang mempunyai reina sebagai sahabatnya

__ADS_1


********


vino yang sedang berkutat dengan laptopnya tiba tiba teralihkan oleh ponselnya yang berdering. vino pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sudah mengganggunya di saat bekerja.


" mama?? " vino langsung mengangkat telponnya


^^^^^^^^^^^^^^^^


" halo ma ada apa??"


" vino, nanti sore mama akan kerumah kalian. mama ingin makan malam bersama. bilanglah pada istrimu nak"


" dasar kau anak kurang ajar, mamanya datang bukannya senang malah di tanya untuk apa. tentu saja mama merindukan kalian, mama juga sekalian mau menginap"


" haaa??!! mama yang benar saja "


" kenapa memangnya?? apa kau tidak suka ??"


"bukan begitu ma, tapi---

__ADS_1


" tidak ada tapi tapian, pokoknya sore nanti mama bakal datang.sampaikan ini pada istrimu "


"tapi ma---" telponnya langsung di putus secara sepihak oleh mamanya vino, rita**.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^


" sialan gimana ini?? kalau sampai mama menginap terus mama tau kalau aku dan farah tidak satu kamar, bisa kena masalah aku " vino merasa bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.


" sebaiknya aku menelfon farah dulu " vino pun segera meraih ponselnya. tapi ia langsung berhenti karena teringat akan satu hal.


" sial tapi gue gk punya nomornya farah " vino pun memijat dahinya karena ia merasa pusing.


vino melirik ke arah jam tangan, jarum jam menunjukkan pukul 14:12 , " masih ada banyak waktu, sebaiknya gue selesain ini dulu baru nyamperin farah ke rumah sakit " vino pun dengan kecepatan kilat mengerjakan tugasnya.


************


farah dan reina sudah selesai memakan makanan mereka. mereka kini sedang berada di depan rumah sakit


" farah kayaknya gue harus balik ya, soalnya jam makan siangnya udah selesai. ntar di marahin bos lagi gue " ucap reina

__ADS_1


" ok, kalau gitu lu hati hati ya " reina pun mengangguk lalu pergi setelah mendapatkan taksi. setelah reina pergi farah pun kembali masuk ke dalam rumah sakit


__ADS_2