Painful Love

Painful Love
Tak tau malu


__ADS_3

Sore hari, setelah pulang dari rumah sakit Farah segera membersihkan diri setelah selesai ia segera turun ke dapur untuk memasak. Karena sore itu hujan dan udara juga dingin, Farah memutuskan untuk memasak sup iga sapi.


" hmm enak sekali, aku jadi lapar. " Ucap Farah setelah mencicip sup buatannya sendiri.


" Kenapa Vino belum pulang juga ya ?? " Ucap Farah dengan nada khawatir. Ia melihat jam yang menunjukkan pukul 18:18 tapi suaminya belum pulang juga.


Farah pun memilih untuk menyanyikan lagu You belong with me -Taylor swift sambil memasak agar pikiran buruknya hilang. Sesekali ia menghentakkan kakinya mengikuti irama nyanyian yang keluar dari mulutnya. Bi Mina sudah pulang, maka dari itu Farah tampak tak malu untuk bernyanyi.


**********


Karena hujan yang lebat, Vino mengendarai mobilnya dengan hati hati karena hujan menyebabkan jarak pandang menjadi pendek.


" Kalau tau hujan sederas ini, lebih baik aku menunggu di kantor saja " ucap Vino bersungut kesal.


Vino terus melajukan mobilnya. Untung saja sore itu jalanan kota Jakarta tak macet, Kalau tidak sudah pasti ia akan stres.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, Vino akhirnya sudah sampai di rumahnya. Ia masuk ke dalam pekarangan rumah setelah satpam membuka gerbang. Vino pun memasukkan mobilnya ke dalam garasi mobil, setelah itu Vino pun keluar dari mobil sesekali menepuk jas nya yang sedikit basah.

__ADS_1


Ketika masuk ke dalam rumah, Vino mendengar seseorang menyanyi dengan indah. Vino mengenali suara itu, ia pun mengikuti nada tersebut dan membawanya ke dapur.


Ternyata itu adalah istrinya yang sedang bersenandung ria, Vino pun tertegun dibuatnya . Farah yang menyadari kedatangan Vino pun langsung menghentikan aksi konyolnya itu. Ia merasa gugup tentu, tetapi Vino malah tersenyum dan menghampirinya.


" Kenapa berhenti hmm " tanya Vino lembut. Farah pun rasanya ingin bersembunyi saja saat ini, ia merasa bodoh.


" K-kau sudah pulang ?? " Ucap Farah gugup berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. Vino hanya tersenyum saja. Ia duduk di bangku yang ada di depan set kitchen dan menatap Farah sambil menopang dagunya dengan tangan.


Farah yang di perhatikan seperti itu tentu merasa gugup. Ia pun berusaha untuk melanjutkan masakannya dan mengabaikan Vino yang masih tak lepas untuk memandanginya. " Pergilah mandi sana, kau bau sekali " ucap Farah berusaha untuk membuat suaminya pergi.


Bukannya pergi Vino hanya tertawa dan mendekati Farah. Farah pun merasa was was karena Vino mendekatinya, ia pun memundurkan langkahnya tetapi Vino sudah terlebih dahulu menangkapnya.


" Siapa yang ingin macam macam. Lihat, di rambutmu ada parsley " balas Vino. Vino pun menyingkirkan irisan parsley yang ada di rambut indah milik istrinya. Setelah itu ia pun pergi.


" Bawakan tasku nanti ke kamar " ucap Vino dengan sedikit berteriak.


Farah merasa malu karena ia berpikir berlebihan tadi. Ia pun memukul pelan kepalanya " Dasar kau Payah Farah linincya halbert " rutuk Farah pada dirinya sendiri.

__ADS_1


***********


Setelah menyiapkan dinner, Farah pun mengambil tas milik suaminya yang masih ada di set kitchen untuk ia bawa ke kamar.


Dikamar Ia melihat Vino yang hanya mengenakan handuk dan bertelanjang dada. Farah pun segera menutup matanya karena ia malu melihat tubuh suaminya yang tentu sangat menggoda itu, " Kamu kalo mau pakai baju di kamar, pintunya di kunci Vin. untung kamu belum pake " cebik Farah kesal. Vino pun menatap jengkel ke arah istrinya yang menutup matanya.


" Siapa yang mau pakai baju di sini?? Tadi aku lupa ngambil baju, makanya ini mau di ambil. Lagian aku gk telanjang juga, ngapain sih tutup mata?? " tanya nya jengkel. Farah merasa kesal sendiri terhadap Vino. Memang Vino tak telanjang sepenuhnya, tetapi melihat tubuh atletis milik suaminya itu tentu ia akan malu dan saat ini saja pipinya sudah memanas.


" Ini tas kamu. Aku mau ke bawah.kalo udah siap pakai baju, Kamu langsung turun ya buat makan malam " Ucap Farah. Tanpa menunggu apapun, ia pun segera pergi dari kamar.


" Vino sungguh tak tau malu, malah bertanya kenapa aku menutup mata. Ingin sekali aku melempar kepalanya dengan panci. Eh memangnya aku berani ?? " Farah pun terkekeh geli dengan pikirannya saat ini. Ia pun tak mau terlalu memikirkannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf lama ya guys, aku tak bisa up sering sering. tapi sekarang aku usahakan gk lama lama up nya. Jangan lupa komen dan like ya biar author selalu semangat.


__ADS_2