
di rumah sakit
Farah saat ini tengah berada di ruangannya, ia baru saja mengoperasi pasien yang mengalami gagal ginjal, ginjal pasien itu harus melakukan transplatasi ginjal untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Lelah?? tentu saja lelah.obat bius sangat lama bereaksi padanya karena ia seorang pemabuk. Tapi akhirnya selesai dan Farah merasa sangat legah.
Tok tok tok
" Masuk " pintu ruangannya pun terbuka.
" Permisi dok, orang tua pasien ingin berbicara dengan anda " ucap Suster itu dengan sopan.
" Baiklah, suruh masuk ke ruanganku "
" Baik dok " Suster itu pun berlalu pergi dan menutup pintu ruangan Farah.
Tak lama kemudian seorang perempuan yang sudah tua namun masih terlihat cantik dan anggun masuk ke dalam ruangannya dan Farah pun menyambutnya dengan ramah. Ia mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
" Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?? " tanya Farah dengan lembut.
" Begini dok, saya sangat takut anak saya akan kenapa napa. Walau dia sudah melakukan transplatasi ginjal, dia takkan menghilangkan kebiasaan buruknya terhadap alkohol dan juga rokok dok. Apa alkohol dan rokok akan menimbulkan efek besar pada ginjal dok ?? " tanya wanita itu dengan air mata yang menetes di wajahnya.
"Tentu saja nyonya...penyakit ginjal itu muncul karena tekanan darah yang tidak terkontrol. Sedangkan merokok dapat menghambat aliran darah ke organ vital dan akan memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada. Jika dia juga seorang peminum itu akan tambah berbahaya, karena alkohol itu akan melukai ginjal dan akan meningkatkan resiko ginjal kronis. Sebaiknya anda sekeras mungkin melarangnya untuk melakukan hal itu nyonya. dia punya penyakit ginjal karena kebiasaan buruknya " Jelas Farah panjang lebar. Entah mengapa setelah farah menjelaskan hal itu, air mata wanita itu semakin menderas saja. Farah pun di buat heran sekaligus kalang kabut.
" Apa ada masalah nyonya?? " tanya Farah.
" Sebenarnya aku sudah tak berdaya untuk mengaturnya dok. Dia anak yang keras kepala, bahkan ia sangat sering memarahiku. Aku bahkan sekarang bingung harus apa. Ia sangat membenciku " ucap wanita itu dengan terisak isak. Farah merasa kasihan pada wanita itu.
" Kalau boleh tau mengapa dia seperti itu?? pasti ada sebabkan, kalau tak mau menjawab juga tak apa " ucap Farah seraya tersenyum.
" Ah, itu dok. Setelah suamiku meninggal aku banting tulang sendirian. Saat itu anakku masih smp. Dia merasa kesepian dan berpikir aku tak menyayanginya. Aku berpikir ini salahku, karena aku tak memberinya perhatian. Aku ingin memperbaikinya, tapi dia selalu menolak kasih sayang yang aku berikan. Padahal dulu dia adalah anak yang baik juga berprestasi " Farah dapat melihat begitu banyak penyesalan di mata wanita yang sudah tak lagi muda itu. Untuk menguatkan wanita tua itu, farah pun menggenggam tangannya.
" Menurutku anda tidak salah, hanya saja anak anda itu tak mengerti bagaimana perjuangan anda untuk memberinya kehidupan. Seharusnya dia lebih pengertian dan tak melakukan kegiatan yang tak bermanfaat. Anda tidak salah nyonya "
" Tapi saya bingung harus apa dok " Farah sangat ingin membantu wanita itu, tapi ia tak bisa berbuat apa apa. Hingga ia terpikir suatu hal.
" Apa saya boleh bicara dengannya?? saya akan mencoba untuk memberinya pengertian. Saya bukanlah siapa siapa dan saya tak bisa berbuat apa apa nyonya. tapi saya akan mencoba membantu anda " ucap Farah berusaha meyakinkan.
" Apa anda yakin dok?? dia anak yang keras kepala "
" Tidak ada salahnya mencoba nyonya "
" Kalau begitu, boleh boleh saja. Aku harap anda berhasil dok. Terima kasih dok, karena sudah meluangkan waktu anda untuk saya " ucap wanita itu
" Ah bukan apa apa kok, ini sudah menjadi tugas saya untuk melayani para pasien " ucapnya tulus.
" Ya dok, kalau begitu saya permisi " Farah pun menganggukan kepalanya dan wanita itu keluar dari ruangannya.
" Sungguh kasian sekali, kalau seperti ini anaknya lah yang salah " Farah pun kembali duduk, dan sejenak merenggangkan kedua tangannya yang masih ia rasa pegal.
" Baru melakukan satu tugas mengapa rasanya ngantuk sekali. Apa karena semalaman aku menangis dan tak bisa tidur tenang?? lebih baik aku cari coffe shop dekat sini " Farah pun mengambil tasnya dan memasukkan handphone nya ke dalam tas lalu keluar dari ruangannya.
***********
__ADS_1
Sementara itu seorang lelaki tampan nan gagah sedang duduk di kursi kebesarannya seraya mengecek laporan yang di kirimkan oleh asistennya untuk ia periksa dan tanda tangani. ya dialah Vino erlangga atmadja.
" Apa ada kau menemukan informasi lagi Ran??" suara bariton berat milik Vino seketika membuyarkan lamunan asistennya, Randy.
" Saya masih belum menemukan titik terangnya tuan. Tapi saya menerima laporan bahwa nona Alika tiba tiba saja menghilang dari tokyo dan ntah kemana " jelas Randy. Vino yang awalnya fokus pada berkas yang sedang ia periksa seketika menghentikan aktivitasnya karena penjelasan Randy tentang kekasihnya yang ia cari selama berbulan bulan ini.
" Maafkan saya tuan, saya akan berusaha lebih keras lagi " ucap Randy takut takut. bagaimana tidak takut, bos-nya itu sedang menatap horor ke arahnya.
" Aku akan pegang janjimu, Minggu depan kau harus bisa mendapatkan informasi yang lebih valid. Laporkan padaku secara berkala. Aku tak mau tau caranya, apa kau mengerti?!! " Suara Vino yang sedikit berteriak seketika membuat Randy gemetar.
" Ba-baik tuan " ucapnyanya gemetar.
" pergilah " Randy pun sedikit membungkukkan tubuhnya setelah itu pergi meninggalkan bos-nya.
Sepeninggalan Randy dari ruangannya, Vino menghela nafas berat lalu memijit keningnya.
" Kemana kau Alika...apa kau benar benar meninggalkanku ?? " mood Vino tidak baik seketika, tapi kapan mood nya pernah baik?? ya seperti itulah Vino. namun ia tidak mau hal itu mengganggu kinerjanya, ia tetap akan profesional. Vino pun melanjutkan pekerjannya.
*********
Sore harinya Farah sudah bisa pulang. ia saat ini sedang menunggu taksi untuk membawanya menuju rumah. Ia juga terlihat menenteng sebuah paper bag yang terdapat sebuah kotak kue, ya farah membeli kue beberapa saat menit yang lalu di caffe shop saat ia meminum secangkir kopi tadi.
Saat ada taksi yang lewat Farah segera melambaikan tangannya agar taksi itu berhenti, baru saja akan masuk tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang. Farah tersentak kaget ternyata itu adalah Vino.
" Vino?! sedang apa kau di sini?? " ucap Farah terkejut.
" Nona jadi tidak naik taksinya ?? " ucap pengemudi taksi itu. Vino yang mendengar itu pun mengeluarkan uang 5 lembar uang seratus ribu lalu ia serahkan pada supir taksi.
" Tidak jadi, ambil saja uang itu. pergilah " merasa bersyukur di beri uang 500 ribu rupiah, tanpa basa basi supir taksi pun pergi meninggalkan sepasang kekasih itu , ya supir itu mengira mereka sepasang kekasih.
pulang "
" Tentu saja menjemputmu, dasar bodoh " Farah pun sedikit terkejut. Ada angin apa suaminya itu mau menjemputnya?? apakah ia sudah mulai peduli ?? itulah yang sedang ada di dalam fikiran Farah. " Aku tak ingin mama ngomel ngomel karena tak menjemputmu " seketika pikiran baik tentang Vino itu buyar, ternyata suaminya hanya memikirkan dirinya sendiri.
" Mengapa kau melamun ?? ayo cepatlah bodoh " Vino hendak menyahut tangan istrinya, namun Farah dengan cepat menghindarinya.
" Baiklah " Farah pun segera masuk ke dalam mobil Vino. Sedangkan Vino ?? ia sedang menatap punggung istrinya dengan wajah bingung.
" Ada apa dengan si culun ini " batin Vino. Namun sebisa mungkin Vino tak menghiraukannya, ia memilih untuk masuk juga ke dalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
*********
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan di antara keduanya, hanya ada suara deru mesin mobil. Vino selalu melirik ke arah Farah di kaca spion mobilnya. Farah hanya memasang wajah masam dan tentu membuat Vino merasa aneh dengannya. Farah hanya memandang jalanan dari balik kaca jendela mobil.
" Ada apa denganmu ?? apa pekerjaanmu yang membosankan itu membuat wajahmu masam. Kau sudah jelek jangan memasang wajah seperti itu " ujar Vino dengan wajah sinisnya. Farah tak menghiraukan ucapan Vino yang meledeknya.
" Terserah kau saja ingin mengataiku apa, aku tidak peduli " ucap Farah lirih. Vino pun sekilas melirik ke arah Farah, lalu mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Ia benar benar tak suka melihat wajah farah seperti itu, biasanya Farah tak pernah mengacuhkannya. Tapi ini??
**********
Sesampainya di rumah, Farah berjalan keluar dari mobil mendahului Vino yang masih mau membuka seatbelt.
Farah melihat bi Mina yang tampak mematikan keran air setelah selesai menyirami tanaman yang ada di halaman rumahnya. Dan di teras rumah Farah melihat mama mertuanya yang sedang duduk di teras rumah seraya menikmati secangkir teh.
__ADS_1
" sayang kamu dah pulang ?? kemarilah " Farah pun menghampiri mertuanya lalu memeluknya. Vino juga sudah menghampiri mereka.
" Ini Farah beliin cake tadi untuk mama " ujar Farah menunjukkan paper bag yang ia bawa.
" kamu tau aja nak, mama memang lagi pengen cake, cake semalam udah habis " ujar Rita seraya terkikik.
" kamu mau minum teh juga Vin, biar sekalian aku mau ke dapur untuk naruh cake ini di piring " tawar Farah, Vino pun menganggukan kepalanya. lalu ia ikut duduk bersama mamanya, menikmati sore hari dengan desir angin yang menenangkan. Sedangkan Farah sudah masuk ke dalam rumah.
" Bagaimana pekerjaanmu?? lancar?? " tanya rita seraya menyesap teh nya.
" Ya gitu lah ma, kalau aku mengerjakan apapun haruslah lancar dan baik " ucap Vino seraya tersenyum.
" baguslah, jika kau bisa mengerjakan apapun dengan baik maka kau juga harus menjaga pernikahanmu dengan baik " ucapan Rita seketika membuat Vino menatap ke arah mamanya.
" Mengapa menatap mama seperti itu apakah ucapan mama salah?? "
" Sepertinya Vino tak perlu berbasa basi ma, mama tau Vino tak mencintai Farah. Kalau mama berharap seperti itu, Vino tak bisa berjanji " jawab Vino dengan tegas. seketika membuat mamanya itu murka, terlihat dari wajah yang tak lagi muda itu memunculkan aura tajam namun Vino sama sekali tak takut.
Malahan ia hanya menatap hamparan bungan dengan wajah termenung.
" Kau benar benar keras kepala Vino, mama yakin suatu saat kau akan menyesal. Sekali saja kau membuat Farah terluka, mama takkan mau lagi bicara padamu, ingat itu!! " ancam Rita. Bukannya takut, Vino malah menarik sudut bibirnya.
tanpa mereka sadari, Farah ternyata mendengar ucapan mereka. Farah berada di balik pintu dengan membawa nampan berisikan teh dan juga sepiring cake. farah ingin sskali menangis, tapi ia berusaha menahannya namun nihil, air matanya itu sudah turun mengalir di pipinya. Farah pun meletakkan nampan tersebut di meja terlebih dahulu, lalu mengusap air matanya. Setelah itu, Farah segera keluar untuk mengantarkan teh suaminya dan juga cake.
Rita yang sedari tadi mengomeli anaknya itu seketika terdiam saat melihat menantunya itu datang, namun ada yang membuat dirinya tertegun saat melihat mata menantunya .
" Farah, mata kamu kok merah sayang?? kamu nangis " tanya Rita, Vino pun memperhatikan istrinya dan memang benar kata mamanya, mata Farah memerah.
" Nggak kok ma, tadi cuma terkena debu " bohong Farah. " Kalau begitu, Farah masuk dulu ke dalam, mau mandi " ucapnya seraya tersenyum lembut. Lalu Farah melangkah pergi, masuk kembali menuju kamar.
" Apa dia mendengar semuanya ?? " itulah yang ada di pikiran Rita. Ia menatap tajam ke arah Vino yang hanya menikmati teh nya. Rita langsung masuk meninggalkan anaknya itu dengan perasaan kesal.
*******
Sesampai di dalam kamar, Farah merosotkan tubuhnya ke pintu setelah pintunya ia kunci. tangisannya tak bisa terbendung lagi, air matanya sudah turun dengan derasnya. ia memegangi dadanya yang begitu sesak setelah mendengar perkataan Vino.
" Aku ingin sekali menghilangkan perasaan bodoh ini, tapi bagaimana ?? "
" Jika mencintai sesakit ini dari dulu aku takkan mau untuk jatuh cinta, dan kenyataan yang sekarang hatiku sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada lelaki yang tak pernah menginginkanku " suara lirih dengan isakan tangis itu begitu pilu. Tapi adakah yang akan menenangkan Farah saat ini ?? ia sendirilah yang harus menenangkan hatinya.
(Faktanya dalam cinta sepihak, pihak yang lebih besar mencintai akan di rugikan dan harus bersiap untuk menanggung banyak luka)
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Holla, bagaimana kabarnya semua?? semoga baik baik aja ya😊 maaf ya aku jarang up, itu di karenakan aku kadang mager dan juga kadang ada kerjaan yang harus lebih di utamakan. jadi mohon maaf kalo author udah buat kalian kecewa🙏 besok author janji bakal up lagi