
pagi hari, farah bangun terlebih dahulu sebelum vino.ia langsung beranjak tempat tidur dan sejenak memperhatikan vino yang masih tidur dengan nyenyaknya.farah pun tersenyum, ia senang karena pemandangan pertama yang ia lihat pada pagi hari adalah vino yang kini berstatus suaminya, dan juga lelaki yang ia cintai.
" selamat pagi suamiku " ucap farah lembut, farah ingin mengelus wajah vino dan menciumnya, tapi ia urungkan niat itu.farah langsung pergi ke lemari untuk mengambil pakaiannya dan pergi ke kamar mandi.
selesai mandi, farah langsung turun ke bawah untuk membantu pelayan membuat sarapan.desi mamanya dilarang oleh suaminya untuk membuat sarapan, karena ia baru sembuh dan harus beristirahat.
" aku akan membuatkan vino nasi goreng, pasti dia akan sangat suka " ucap farah dalam hati.senyum di wajahnya tak pernah luntur dari farah yang cantik.farah merasa sudah saatnya menghadapi bukan lari seperti 5 tahun yang lalu.
*********
mata vino sudah mengerjap, ia masih menyesuaikan cahaya yang ada di kamar tersebut.vino pun mengucek matanya lalu membukanya dan vino heran akan kamar yang sedang ia tempati.lalu ia menepuk jidatnya karena ia sempat lupa kalau ia sudah menikah dan menjadi seorang suami dari mantan kekasihnya.
" sialan mengapa kepalaku begitu sakit " vino pun tidak melihat farah ada di sebelahnya.vino pun merasa bodoh amat oleh wanita itu, ia tidak peduli mau kemana wanita itu pergi, toh ini adalah rumahnya.tapi, vino melupakan satu hal, ia tak membawa baju ganti.
saat vino beranjak dan ingin pergi menemui farah, tiba tiba pintu kamar tersebut terbuka.ternyata farah istrinya, membawa baju dan handuk di tangannya
" ini adalah bajumu, mandilah sana.ini bajunya masih baru " ucap farah sambil tersenyum
" dan ini handuknya " sambung farah lagi, farah pun meletakkannya di atas kasur
" aku ke dapur dulu.setelah selesai, turunlah ke bawah untuk sarapan " ucap farah lalu dengan segera meninggalkan vino, yang tak merespon apapun yang di katakannya.
" cih dasar wanita ****** itu sok perhatian, aku semakin yakin bahwa dialah yang menghasut mama agar menikah denganku "
vino tak pernah bisa menerima farah di hatinya.ia begitu membenci farah yang tak pernah berbuat salah padanya.
*************
setelah selesai merapikan dirinya, vino langsung ke bawah untuk sarapan.di bawah sudah terlihat farah dan orang tuanya sedang sarapan.vino pun tersenyum dan menyapa orang tua farah dengan sopan.
" pagi paman....tante " sapa vino sambil tersenyum dan duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
" jangan panggil paman vino, panggil mami dan papi.kan kamu menantu kami, jadi lebih baik kalau kau memanggil kami mami dan papi sama seperti farah " ucap desi, vino pun hanya mengangguk lalu tersenyum pertanda ia mengerti.
" baiklah ta...eh maksudnya mami " ucap vino yang belum terbiasa, john pun tersenyum karena ia mengerti kalau vino belum terbiasa.
" tidak apa nak, papi tau kau belum terbiasa.tapi lama lama kau akan terbiasa " ucap john.
farah berdiri dari tempat duduknya dan menyendok nasi goreng yang sempat ia buatkan tadi.
" apa kau ingin ku buatkan teh atau kopi ?? " tanya farah setelah selesai menuangkan nasi goreng untuk vino suaminya.
" kopi saja " ucap vino yang nada bicaranya tak sedingin kalau dia sedang berdua dengan farah.mungkin vino tak ingin orang tua farah tau bagaimana ia begitu tak menyukai farah.
" baiklah " lalu farah berlalu meninggalkan meja makan menuju dapur untuk membuatkan suaminya kopi.
vino pun memakan sarapannya, ketika makanan itu masuk ke mulutnya mata vino membelalak, karena nasi gorengnya begitu enak dan sangat pas dengan seleranya.vino pun merasa tak asing dengan rasa nasi goreng tersebut.lalu ia mencoba untuk mengunyah sambil mengingat akan rasa nasi goreng yang ia rasa tak asing itu.
" mengapa kau melamun nak ?? " tanya john yang memperhatikan vino yang sedari tadi melamun.
" apakah enak " tanya john balik.vino pun mengangguk pelan
" tentu saja istrimu yang membuatnya " seru john
" aku ingat saat mereka pacaran, farah pernah membuatkan nasi goreng untuk vino " sambung desi.vino pun hanya diam dan memakan sarapannya pelan.
tak lama kemudian farah datang dengan membawa nampan yang berisi 2 cangkir. satu untuk suaminya vino dan yang satunya lagi untuk papinya.farah pun memberikan kopinya pada vino dan juga papinya, lalu ia duduk dan ikut sarapan bersama.
setelah selesai makan mereka masih duduk di kursi masing masing
" nak, apakah kalian akan pindah hari ini ?? " tanya john.farah pun menatap vino berharap vino menjawabnya.
" iya pi, kami akan pindah hari ini " jawab vino seraya tersenyum.
__ADS_1
" aku sudah membeli rumah untuk kami tinggali, dan tenang saja aku sudah menyiapkan pelayan di sana.aku takkan membuat anak papi kesusahan " ucap vino yakin.farah pun menatap vino dengan tidak percaya
" apakah dia sadar berkata seperti itu ?? " tanya farah dalam hati
" sepertinya aku akan tenang sekarang pi " ucap desi seraya tersenyum bahagia.
" iya, vino benar lelaki yang baik dan juga bertanggung jawab.kita tak salah menjodohkan farah dengan vino " sambung john.farah dan vino hanya tersenyum mendengar kebahagiaan mereka.
" mami papi, aku akan ke kantor dahulu.nanti sore aku akan kembali menjemput farah untuk pindah " ucap vino, ia beranjak dari tempat duduknya.
" farah persiapkan semua yang akan kau bawa nanti " sambung vino lagi
" aku juga akan berangkat ke kantor " ucap john
lalu desi dan farah mengantar para suami ke depan dan melihat kepergian suami mereka.setelah itu farah mau masuk kamar untuk membereskan barang barangnya.
" mi...aku pergi ke kamar dulu " ucap farah, desi pun menganggukan kepalanya.lalu farah pergi meninggalkan mamanya dan menuju kamarnya.
**********
di kamar farah langsung mengambil kopernya dan memasukkan bajunya sebagian yang masih bisa ia bawa.farah tak membawa semua barangnya, karena kalau di bawa semua tidak akan muat di mobil vino. jadi farah hanya membawa yang sekiranya ia butuhkan saja.
" haa ini benar benar melelahkan " ucap farah yang lelah mempacking sendiri barang barangnya.
setelah beberapa jam kemudian farah pun selesai membereskan barang barangnya untuk di bawa ke rumah yang akan ia tempati bersama vino suaminya.lalu mata farah teralihkan pada sebuah kalung di meja riasnya.kalung yang di berikan vino ketika mereka masih pacaran.
" ini akan aku bawa " ucap farah, lalu kalung itu ia masukkan ke dalam tasnya.ia menatap dirinya di cermin seraya memperhatikan kalung yang melekat di lehernya yang jenjangnya.kalung tersebut adalah kalung yang di berikan mamanya vino ketika lamaran,lalu ia membandingkan kedua kalung tersebut
" kalung ini sama sama dari orang yang aku cintai " ucap farah.
**********
__ADS_1
holla aku kembali lagi ni, maaf ya readersnya karena aku gk update update.aku punya banyak kerjaan yang gk bisa aku tinggal jadi terpaksa aku gk update dulu, maafin aku🙏walau aku saat ini lagi sibuk, aku bakal tetap usahain update ya☺️❤️