Painful Love

Painful Love
Bingung dengan perasaan


__ADS_3

Sesampainya di rumah Vino langsung masuk dan memarkirkan mobilnya asal. Di ruang tv terdapat mamanya yang tengah membaca majalah sambil minum orange juice. Vino tak memberi sapaan pada mamanya itu, ia berlalu begitu saja untuk masuk ke dalam kamar.


" Ada apa dengan anak itu?? mengapa wajahnya terlihat marah. Apa habis bertengkar dengan Farah. " batin Rita bertanya tanya. Ia melihat wajah Vino yang tampak kesal. Tapi Rita memilih diam terlebih dahulu. Ia tau anaknya butuh waktu untuk sendiri.


***********


Sedangkan di sisi lain, Farah baru saja keluar dari ruangan pasien yang kemarin ia operasi. Wanita paru baya yang kemarin itu pun berdiri ketika Farah sudah selesai memeriksa anaknya.


" Bagaimana dok ?? " Tanya wanita itu dengan tidak sabaran.


" Keadaannya baik, dia sangat kuat nyonya. Kita hanya perlu menunggu dia siuman saja " jawab Farah seraya tersenyum lembut. Wanita paruh baya itu pun membalas senyuman Farah dengan sangat ramah.


" panggil saja aku tante Lastri agar kita bisa lebih akrab dan bolehkah aku memanggilmu Farah nak ?? aku ingin sekali dekat denganmu. " ucap Lastri penuh harap. Saat pertama kali bertemu dengan Farah, Lastri sudah bisa merasakan bahwa Farah adalah wanita baik. Dari sikapnya yang ramah dan tutur katanya yang sopan serta tatapannya yang tulus, Lastri merasakan itu semua. Ia sangat jarang sekali melihat Wanita seperti Farah. Menurutnya mencari wanita baik di zaman sekarang itu sulit sekali, sangat langkah.


" Tentu boleh nyo-- eh maksudku tante Lastri, senang berkenalan denganmu " ucap Farah tersenyum.


" Kalau begitu Farah permisi dulu tante, Farah mau mengecek pasien lainnya "


" Yaaa padahal tante mau ngajak kamu makan siang loh Far " ucap Lastri sedikit kecewa.


" Maaf tante, Farah gk bisa hari ini. bagaimana kalau besok?? "


Lastri pun mengangguk semangat. " Baiklah besok "


" Ok, kalau begitu Farah pergi dulu "

__ADS_1


Lastri pun mengangguk seraya tersenyum manis, setelah itu Farah pun melangkahkan kakinya untuk pergi. Lastri hanya menatap punggung Farah yang semakin menjauh, ada perasaan hangat saat ia bersama Farah.


***********


" Vino...buka pintunya. ayo makan siang, mengapa kau terus di kamar haa " Rita sudah lelah memanggil Vino sedari tadi. Semenjak pulang menjemput Farah, Vino sama sekali tak keluar dari kamarnya. Ia pun tak tau anaknya itu kenapa.


" VINO!! kalau kamu gk keluar juga, mama dobrak pintunya. Cepat buka pintunya!! " Teriak Rita. Bi Mina yang kalah itu sedang menaruh makanan di meja, terkekeh geli mendengar teriakan majikannya itu.


" Bagaimana nyonya bisa mendobrak pintu yang kuat itu sendiri?? yang ada kakinya yang akan terdobrak. Nyonya memang ada ada saja " batin bi Mina.


" VIN---


" Apasih mah teriak teriak kayak gitu, mama pikir ini hutan apa?? " gerutu Vino kesal.


" Cepat turun dan makan!! " sambung Rita dengan melototkan matanya.


" Iya iya " Vino pun turun setelah mamanya turun.


" Padahal aku bukan anak kecil lagi, Tapi mama selalu saja memarahiku seperti aku anak kecil saja. Pantas dulu Fero dan David mengejekku. Ini benar benar memalukan " ucap vino dalam hati. Ia sangat kesal saat ini, tapi kalau dengan mamanya ia tak bisa berbuat apa apa.


************


Di meja makan, seperti biasa sangat hening. Hanya suara dentingan sendok yang berbentur dengan piring kaca yang terdengar. Rita saat ini sedang memikirkan sesuatu, ia tampak tak tenang dan menatap ke arah Vino yang tampak fokus dengan makanannya.


Vino yang sadar kalau mamanya sedang menatapnya, akhirnya ia menghentikan makannya dan menatap balik mamanya

__ADS_1


" Apa kau sedang bertengkar dengan Farah nak?? tadi saat pulang kau tampak sangat kesal " tanya Rita to the point, ia sudah sangat


penasaran.


" Tidak ma...kami tidak bertengkar. Aku tadi marah hanya karena hampir tertabrak oleh orang sialan " bohong Vino, tentu saja ia tak mau kalau mamanya tau. Vino saja masih memikirkan ucapan David padanya.


" Benarkah?! apa kau tak apa?? " tanya rita khawatir.


" Tak apa ma, pengendara itu kabur begitu saja "


" Biarlah dia kabur nak, asal kau baik baik saja itu sudah cukup " Ucap rita penuh rasa syukur. Ia sangat mengkhawatirkan Vino tadi, tapi sekarang ia merasa lega.


" Aku benar benar bingung dengan perasaanku. Mengapa ucapan David terus berputar di kepalaku?? ini sangat menyakitkan " ucap Vino dalam hatinya. Ia tak tahu mengapa sekarang menjadi takut.


.


.


.


.


.


Kalau suka jangan lupa dengan like and komennya kakak kakak sekalian🤗 Kalo kalian berbaik hati, tolong vote author agar author lebih semangat untuk menulis cerita ini✍️😍

__ADS_1


__ADS_2