
" Paman? apa maksud paman? kenapa paman mencium ku?"
" Vivian.. kita berpacaran saja.. " kenzo memegang wajah vivian dan tidak berhenti menatap vivian
"Ya Tuhan.. apakah perasaan ini nyata. yang baru saja aku dengar apakah ini bukan mimpi" .. vivian menggumam dalam hati seakan tak percaya apa yang baru saja di dengarnya
aku seperti melayang di udara yang di penuhi bunga mawar merah yang sangat indah.. perasaan itu apakah paman yakin dan tidak hanya sekedar menghiburku..
vivian akhirnya hanya bisa menangis terisak. beban di dalam hati nya, perasaan sesak yang menyiksanya seakan semuanya sudah hilang
"vivian kamu kenapa menangis?
sekarang aku menunggu jawaban dari mu tentang apa yang baru saja aku katakan.."
"paman.. kenapa paman mengajak ku berpacaran? " mata vivian berkaca kaca
"Vivian.. apakah kamu meragukan ku? "
" bukan begitu paman.. mengapa tiba tiba sekali paman mengajak ku berpacaran. bagaimana perasaan paman kepada ku saat ini?"
"vivian aku menyukai mu..
aku menyadari perasaan ini..
aku sedih saat kamu pergi dan tak ada lagi yang mengganggu ku..
aku terbiasa dengan keberadaan mu..
mungkin awalnya aku sulit memahami ini..
tapi melihat kesungguhan mu selama ini aku sadar bahwa aku merasakan hal yang sama kepada mu..
aku sangat menyukai mu vivian.."
vivian menangis sejadi jadinya karena tidak tahu harus bilang apa pada kenzo
__ADS_1
"kamu kenapa menangis?
apakah kamu tidak senang? " memeluk vivian dengan erat
"paman aku sangat senang sampai dadaku sesak dan penuh.. tenggorokan ku seakan tidak sanggup mengeluarkan suara apapun aku hanya ingin menangis.."
"vivian kamu jangan menangis.
mulai saat ini kamu akan menjadi kekasih ku.. aku akan selalu membuatmu bahagia."
"vivian.." kenzo memandang wajah vivian dari jarak yang sangat dekat
"aku sangat menyukaimu..
waktu itu saat aku memandang bibir mu yang manis aku seakan merasa bersalah karena aku selalu memiliki keinginan memiliki mu.. tapi sekarang bisa kah kamu hanya menjadi milikku saja? " kenzo kembali mencium bibir vivian
Vivian merespon ciuman dari kenzo..
"paman.. aku sangat bahagia bisa menjadi kekasih mu..
dan vivian pun tertidur di dalam pelukan kenzo yang hangat.
____________
Selamat pagi vivian..
"pagi paman.. kenapa kamu tidur di kamarku paman? " wajah vivian merah merona ia merasa sangat malu
"hei apakah kamu lupa semalam kamu tidak mau melepaskan pelukan ku jadi aku tidur disini bersama mu.."
vivian menutup dengan selimut tebal
"kamu kenapa vivian kamu masih sakit ya? tapi demam mu sudah turun kok.. " menyentuh kening vivian
"aanu paman.. aku sangat malu.." wajah vivian memerah
__ADS_1
"anak manis aku tidak melakukan apapun padamu semalam aku hanya terus memeluk mu saja apa tidak boleh?"
"tentu saja aku suka.."
"kucing kecil kamu sangat lucu sekali.. aku tidak akan melakukan nya sampai aku menikahi mu, aku akan melindungi mu dan menghargai mu" kenzo mencium tangan vivian
"paman.. apakah paman selalu seperti ini ketika berpacaran? "
"kapan kamu melihatku memiliki pacar?
aku belum pernah punya pacar sebelumnya..
sebelum aku menyukai mu aku sudah memutuskan untuk melajang saja.."
"benarkah paman?
lalu sekarang?"
"sekarang aku ingin menjalani hubungan yang serius dengan mu dan itu hanya karena dirimu..
kelak aku akan menjadikan mu isteri ku..
tapi aku sadar kamu masih harus mengejar impian mu dan aku akan selalu menemani mu.. " kenzo memeluk vivian
"paman aku sangat sangat bahagiaa.."
"vivian bisakah kamu memanggilku kenzo?
apakah kamu ingin orang lain mengira aku ini paman mu bukan kekasih mu??"
"eh itu..
baiklah.. aku mengerti kenzo"
Rasanya sedikit Canggung situasinya berbeda.
__ADS_1