Paman Kenzo, Jangan Pergi

Paman Kenzo, Jangan Pergi
Bag 28


__ADS_3

Pagi Yang cerah, vivian membuka kedua mata nya pelan. kepala nya masih sedikit pusing mungkin karena sempat shock oleh kejadian semalam.


Saat vivian hendak membuka selimut tiba tiba Ada suara pintu terbuka.


Kreekk.. suara pintu terbuka dari kamar vivian.


"Vivian kamu sudah bangun?" kenzo yang masuk ke dalam kamar vivian menghampiri vivian dan mengelus pipi vivian lembut.


" Kenzo, apa semalam kamu yang menidurkan ku di kamar?" suara nya masih terdengar lemah


" Iya sayang, apa kamu merasa sudah baikan? semalam aku langsung memanggil dokter Kesini untuk memeriksakan keadaan mu. kata dokter kau hanya lelah dan sedikit stress karna shock" kenzo menggenggam tangan vivian dan mencium nya.


"aku sekarang sudah merasa lebih baik. karena kamu ada di sisi ku. terimakasih ya kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah di benci oleh mu karena kamu pasti akan lebih percaya permainan yang di buat laura ke padaku.." Seketika mata vivian berkaca kaca dan terlihat ada air mata di dua sudut mata nya yang tak terbendung dan akhirnya jatuh membasahi pipi vivian.. lalu terdengar suara tangisan yang terisak.


" Vivian.. jangan di ingat lagi. jika itu membuat mu merasa sakit, aku tidak akan membuat mu merasakan sakit seperti ini, dan aku tidak akan membiarkan orang lain melakukan ini kepada mu lagi, Berterimakasih lah pada teman mu yang baik itu kalau tidak ada dia mungkin aku sudah menyesal karena tidak bisa menjaga mu dengan baik. percayalah vivi aku tidak akan dengan mudah percaya keburukan yang orang lain katakan tentang dirimu, aku akan lebih memercayai mu" memeluk vivian yang masih terpaku sambil menangis tergugu

__ADS_1


" Aku sangat menghawatirkan mu sayang.. aku tidak tenang melihat mu seperti ini.. aku sudah putuskan minggu depan aku akan membawa mu ke rumah orang tua ku dan aku akan memperkenalkan dirimu kepada mereka. aku ingin menjadikan mu istriku supaya aku bisa terus melindungi mu dan tidak ada lagi yang bisa menyakiti mu" Kenzo membelai rambut vivian dengan lembut. sangat terlihat bahwa kenzo mencintai vivian dengan tulus hati.


Vivian yang masih terdiam sontak Tertegun dan tidak kuasa menahan haru sembari mengeratkan pelukan nya kepada kenzo.


"kenzo, aku sangat mencintai mu.." seakan tidak sanggup berkata kata lagi dia hanya terus menangis di pelukan orang yang selama ini paling ia cintai.


" iyaa.. aku sudah tahu semua perasaan mu. aku juga sangat sangat mencintai mu vivian.." perlahan kenzo melepas pelukan nya dan menatap wajah vivian yang penuh dengan air mata. Kenzo mengusap lembut dan menghapus air mata vivian yang membasahi pipi.


" apa arti air mata mu ini vivian apa kau sedih?" kenzo memandangi vivian dan tersenyum kecil


" syukurlah aku kira kau menangis karena sedih mendengar aku akan menikahi mu, aku sempat kaget juga. Apa kamu tidak bahagia. ternyata menangis bisa di artikan kebahagiaan juga ya? " kenzo menahan tawa melihat wajah vivian dengan mata merah sembab yang membuat kenzo merasa vivian sangat lucu dan menggemaskan.


" Kenapa kamu seperti ingin tertawa? " vivian terlihat kesal karena kenzo malah menertawakan diri nya.


"apa aku terlihat sangat jelek saat menangis. sampai dia menahan tawa begitu" vivian terus menggerutu di dalam hati

__ADS_1


" apa aku boleh tertawa? " kenzo tak sanggup menahan tawa nya dan akhirnya dia tertawa sambil memeluk vivian


Vivian mencoba melepaskan pelukan kenzo karena kesal melihat kenzo yang malah tertawa melihat dirinya menangis.


" jangan lepaskan pelukan nya, aku masih ingin memeluk mu begini" kenzo terus memeluk erat vivian


" Aku hanya kesal kenapa kamu malah tertawa apa wajah ku jelek saat menangis? padahal aku sedang terharu tapi kamu malah tertawa" vivian hanya mengerucutkan bibir karena kesal


" Sayang, coba lihat aku" menyentuh pipi vivian lembut dan menatap tajam sorot mata vivian


" kenapa kamu menatapku begitu? seperti ingin memarahi ku saja" menundukkan pandangan nya dari kenzo


" Hahaha aku sangat gemas melihat tingkah mu dan saat kamu menangis begitu padahal sedang bahagia tapi tangisan mu seperti anak kecil yang kehilangan balon. aku sangat gemas dan merasa tidak sanggup kehilangan wanita ku yang cantik tapi menggemaskan rasanya ingin mencubit pipi mu saja" kenzo mencubit gemas pipi vivian


"aww sakit tau! jadi kamu melihat ku seperti anak kecil? "

__ADS_1


__ADS_2