
"betapa merepotkan aku bahkan harus mengganti nomor ponsel. aku tidak ingin paman menemukan persembunyian ku" vivian terus saja menggerutu sambil menunggu di depan salah satu Counter pulsa di dekat apartemen nya tinggal
"nona.. ini nomor ponsel mu yang baru sudah siap di gunakan.."
"ah.. terimakasih yaa.."
" syukurlah.. aku bisa menghubungi Ron.. " vivian tertawa jahat mengingat kalau dia masih punya sahabat yang bisa diandalkan. dia adalah sahabatnya sejak SMP namanya Ronald Wilson
"Ron... ini aku vivian..
ah iya kamu sangat cerewet.. aku baik baik saja. aku sekarang ngekost.
( menjauhkan telpon)
aku bisa tuli kalau kau berteriak begitu. aku sudah bilang aku sekarang tidak di tempat paman kenzo lagi aku sudah kabur..
(menjauhkan ponsel lagi)
apa kau gila!! terus saja berteriak!!
iya baik nanti aku akan menemui mu. tunggu saja di sana! "
"dasar cowok gila..
dia fikir aku tuli.. kenapa berteriak terus!
tapi bagaimanapun aku hanya punya dia sebagai seorang yang dekat denganku saat ini. Ron adalah satu satunya sahabat yang terbaik yang aku punya.. mungkin aku bisa minta bantuan nya.. bukan kah dia sudah bekerja sambil kuliah.." vivian terbawa dalam lamunan dan masih teringat wajah kenzo yang bilang akan terus bersama nya sampai aku tumbuh dewasa. memilihkan universitas yang cocok untukku..
"semuanya sangat menyedihkan sekarang" vivian menghela nafas dan lanjut pulang ke apartemen nya
_________
Restoran A..
"Vivian???" seorang cowok dengan rambut gondrong melambaikan tangan nya ke pada vivian.
"Ronald wilson! itukah kamu? " vivian menghampiri ron dan langsung memeluk ron karena sudah lama tidak berjumpa dengan sahabatnya itu.
Ron memukul kepala vivian dan meneriaki vivian
"kau ini bodoh atau apa? kenapa kau sekarang luntang lantung tidak jelas? kenapa kau kabur segala? " bla bla bla bla ron terus mengomel tanpa henti
"Sudah stop!!! " vivian menutup mulut ron
"aku pusing dan semakin pusing mendengar ocehan mu. ceritanya panjang.."
__ADS_1
vivian akhirnya Bercerita panjang x lebar kepada ron.
"Oh jadi begitu.. apa kau sungguh sungguh ingin mengetahui perasaan paman mu yang sebenarnya padamu?"
"ah tentu saja dengan begitu aku bisa lebih lega.." vivian menghela nafas sambil sesekali tatapan nya terlihat jauh memandang sesuatu yang tidak bisa tergapai.
"meskipun ternyata kau hanya dianggap sebagai adik?" Ronald sangat memahami vivian dia sadar bahwa vivian pasti sangat bersungguh sungguh tentang perasaan nya. tapi ron juga sadar bagaimanapun orang itu adalah orang yang sudah menyayangi vivian sebagai keluarga. apa mungkin bisa memiliki perasaan yang sama seperti yang vivian rasakan.
"Ya meskipun begitu.. tapi aku harus memastikan nya sendiri.. karena setiap kali paman menatapku aku merasa lain.." vivian memainkan ujung kuku nya dia terlihat bingung dan gundah
"Oke!!!! " Ron tiba tiba saja menggebrak meja cukup keras sehingga membuat orang sekitar memandang ke arah meja vivian dan ron
" Ron apa kau sudah gila???" vivian melihat ke sekitar nya dan memaksakan tersenyum
"heheh aku hanya sedikit bersemangat "
sedangkan vivian memasang wajah putus asa
" kenapa kau begitu bersemangat..?"
"ya tentu saja aku akan membantu mu vivian.. kau adalah satu satunya sahabat ku.."
"tapi sebelum itu sebaiknya kamu datang bekerja bersama ku di Bar. untuk mendapatkan uang. kamu bisa menjadi waitress karena lagi banyak lowongan kosong."
"apa bisa?"
" ah ini bagus sekali!! terimakasih ron kau memang sahabatku.. apa yang harus aku lakukan untuk membalas mu? " vivian memeluk Ron dengan kuat
"Berhenti lah memeluk! aku sesak nafas!"
" ah baiklah.. " vivian menahan tawa dan melepaskan pelukan nya
_______________
Bar di Kota A
"Vivian kau sudah datang.."
"ah itu kau Ron! .. kau bekerja sebagai bar tender?"
"iya dan kau harus mengantar kan minuman ke meja sana"
"oh.. baiklah aku mengerti aku akan segera antar minuman nya"
"Tuan.. ini minuman anda.. " menaruh minuman tersebut di meja
__ADS_1
"hai cantik.. kamu bisa kah temani aku minum?" Pria paruh baya itu menggoda vivian
"Maaf tuan itu sangat tidak sopan jika aku mengganggu tuan, maafkan saya.." vivian menunduk dan bermaksud pergi menghindar
"kau tidak perlu sungkan aku yang memintamu.." pria itu menarik tangan vivian dengan kencang
"Tuan tolong jangan begini.."
"cantik kau harus minum sedikit " menyodorkan gelas berisi penuh minuman
"tidak tuan saya tidak bisa minum "
"aku ingat aku sangat buruk saat minum seteguk saja aku pasti mabuk" vivian terus bergumam dalam hati nya
"kau harus mencoba nya kalau tidak aku akan kecewa. seteguk saja aku akan beri kamu 100 dollar bagaimana?"
"tapi tuan.. baiklah.. hanya sedikit.. " vivian berfikir dia sangat membutuhkan uang akhirnya meminumnya pelan pelan tidaj terasa malah menghabiskan lebih dari seteguk.
"hahahah kau sungguh cantik.. sini mendekat" menarin tangan vivian
"tuan tolong jangan begini saya hanya pelayan.."
"karena itu layani aku.. " meraih dan berusaha mencium vivian
"tidak tuan!!!!"
Terlihat kenzo sedang berada di bar yang sama. dia sedang menunggu teman nya untuk meminta bantuan mencari vivian siapa sangka dia malah tidak sengaja melihat vivian bekerja di bar tersebut.
sontak kenzo kaget melihat apakah benar itu adalah vivian?
" vivian kau kah itu? "
"hei!! jauhkan tangan mu dari dia!!!"
"suara itu?? sepertinya sangat familiar.." vivian kaget
"Paman kenzo!!!" vivian langsung meneriaki kenzo meminta tolong
"vivian??? kenapa kamu ada disini!!"
"presdir kenzo.." pria tersebut melepaskan vivian dan merasa kaget bertemu atasan nya di kantor. ternyata pria tersebut salah satu karyawan kenzo
"Lepaskan tangan kotor mu dari dia!!"
"Maafkan saya presdir saya tidak berani.. tapi dia hanya pelayan rendahan tuan"
__ADS_1
"siapa bilang? dia adalah orang ku. enyahlah kau dari pandangan ku sekarang!!"
kenzo yang sangat marah langsung menendang wajah pria itu. lalu pria itu pergi meninggalkan kenzo dengan secepat mungkin.