
Akhirnya Vivian sampai di rumah.
Sesampainya di rumah Vivian langsung Mandi dan berganti Pakaian. Mata nya terus memandangi Layar Ponsel Milik nya. Demi Tuhan saat ini Vivian sangat Rindu dengan Kenzo. Namun Kenzo belum juga menghubungi nya sejak kemarin.
"Haah.. Kamu kemana Kenzo? kenapa tidak juga menghubungi aku? Tidak Tahu kah Kamu kalau aku sangat Rindu" Vivian terus memperhatikan Layar ponsel milik nya. tiba tiba Masuk panggilan Dari Nomor yang belum tersimpan di Phone Book nya.
"Siapa ya? kenapa tidak ada Nama nya. Apa ini dari Kenzo? tapi mana mungkin. Kenzo tidak suka mengganti nomor bahkan meminjam nomor hp orang lain. Apa jangan jangan ini nomor orang yang menemukan Kenzo? Astaga aku berfikir hal buruk apa sih. Jelas jelas Asisten Kenzo tadi bilang kalau Kenzo sedang Meeting dengan Client. Ya sudah aku angkat saja deh" Vivian Perlahan menggeser Layar ponselnya
" Hallo siapa ya?"
"Hai Nona Vivian yang Cantik. Masih ingat suara ku Tidak?"
"Tunggu, Ini siapa ya? kenapa bisa dapat nomor ponsel ku? dapat darimana? Kau.. ah jangan jangan Kau adalah Stalker ya? tapi buat apa juga ada Stalker. aku tidak memiliki Stalker aku kan bukan Artist" Gumam Vivian
" Hahahah Nona Vivian sangat Lucu ya, Tapi sayangnya Nona sendiri yang menyimpan Nomor Nona di Phone Book ponsel ku. bahkan Nona sediri yang mengetik nya. Apa Nona sudah ingat?"
__ADS_1
"Ahh.. Kau Sujin si cowok Imut boy band itu kan?" Suara Vivian yang antusias karena berhasil menebak
" Anda Benar nona. eh tapi aku tidak menyangka Nona menganggap Ku imut, bagaimana pun Terima Kasih ya atas Pujian Nona Cantik"
"Huu.. kamu baru di bilang Imut saja sudah Ge er yaah" Vivian mengerucutkan Bibirnya sambil sesekali tertawa
"Haha Nona Vivian. Boleh kan Kita menjadi teman? Aku Tahu kalau Nona sudah memiliki Tunangan. tapi tidak apa apa kan kalau hanya Berteman?" Ucap Sujin
" Ya Ya.. tentu saja kita adalah Teman. Aku memang tidak memiliki banyak teman. aku hanya punya satu sahabat namanya Ronald Tapi dia Sangat sibuk. aku jadi tidak bisa menemui nya. sekarang aku bertemu dengan mu aku merasa cukup terhibur.." Tutur Vivian
" Apa Nona Vivian sedang sedih?"
"Oke baiklah Vivian, Oiya Apa kamu sedang merasa Sedih? " Sujin mengulangi pertanyaan nya yang belum di jawab oleh Vivian tadi
"A Aku.. bagaimana kamu bisa mengetahui nya? benarkan kamu bisa baca pikiran orang?"
__ADS_1
" Haha, Tidak lah. aku tidak bisa membaca Pikiran. hanya aku merasa kamu sedang Sedih saja. tidak tahu kenapa. hanya menebak. Tapi kurasa ada benarnya dan ada Tidak benarnya juga sih"
"Ah membingungkan sekali deh ucapan mu barusan. Aku memang sedang sedikit sedih. Tidak deh aku sangat sedih karena Tunangan ku sedang tidak ada di sisiku.. dan tidak memberikan ku kabar, bagaimana jadinya. apa kau mengerti? " Tanpa Sadar Vivian malah mengeluarkan Unek unek yang dia sedang Rasakan sekarang kepada Cowok yang baru saja di kenalnya itu
"Oh begitu, Kenapa tidak menghubungi duluan saja? Bukan nya sangat membosan kan menunggu? Lebih baik pastikan kenapa dia belum memberi mu kabar?"
"Iya aku juga ingin, Tapi aku takut mengganggu kesibukan nya"
" Kalau dia sayang kamu, dia tidak akan merasa terganggu Justru sebaliknya dia akan merasa di perhatikan"
"Wah, kamu hebat juga dalam urusan seperti ini Sujin. kamu adalah malaikat Penolong ku. terima kasih ya. aku akan menghubungi Tunangan ku sekarang Juga. Daah Sujin" Vivian secepatnya mematikan Panggilan nya.
"Ahh.. Gadis ini. bukan kah tidak sopan begini? bagaimana bisa dia mematikan begitu saja panggilan nya. seharusnya aku yang mengakhiri panggilan nya karena aku juga yang menghubunginya lebih dulu. Semakin menarik saja jadinya. Vivian Ya.. Memang menarik.." Sujin melanjutkan Aktivitas nya latihan Bernyanyi
"Seo jun!! kemana saja kau? aku mencari mu! Sudah waktunya rekaman lagi!" Pria gempal yang memanggil Sujin itu adalah Manager Sujin
__ADS_1
"Ya Ya.. aku akan datang" Sujin memasukkan Ponsel nya Kedalam Saku Celana nya.
"Dunia yang membosan kan. Aku Lelah" Gumam Sujin sambil beranjak meninggalkan tempat itu Kembali Menuju ke Studio Rekaman.