
Hari ini Vivian dan Kenzo berencana untuk memilih Gaun Pernikahan Namun belum sampai di Butik langganan mereka. Ada Telepon Masuk dari Handphone Kenzo.
"Telepon dari siapa?" Tanya Vivian pada Kenzo.
"Dari Mama" Jawab Kenzo.
"Angkatlah segera" Ucap Vivian.
Kenzo pun langsung mengangkat panggilan dari Ibunya itu.
"Hallo Ma," Sapa Kenzo pada Ibunya dari ujung telepon.
"Kenzo, Mama sudah berada di Rumahmu. Cepatlah pulang Nak" Suara Yvone yaitu Mama Kenzo terdengar sangat Lembut.
"Mama kenapa Datang lebih awal? Bukanya besok Mama baru tiba" Sahut Kenzo.
"Mana mungkin, Besok kan kamu sudah akan menikah. tapi Mama bahkan tidak Tahu calon istrimu itu seperti apa orangnya" Ucap Yvone
"Baiklah Ma, Sekarang juga Aku akan putar balik dan pulang" Jawab Kenzo menutup telepon.
"Kenzo, Apa Mamamu tidak menyukaiku?" Tanya Vivian.
"Mana Mungkin" Jawab Kenzo.
__ADS_1
"Maksudmu? apa mana mungkin dia menyukaiku begitu?" Seru Vivian.
"Gadis kecil, Mana mungkin Mama tidak menyukaimu. kamu kan Cantik dan sangat baik. Semua orang pasti menyukaimu. lagipula apa gunanya semua itu yang terpenting aku adalah orang yang paling menyukaimu" Ucap Kenzo membelai Ujung kepala Vivian. Ia memutar Balik arah mobilnya kembali ke rumah.
"Tapi kenapa kita menikah seakan terburu buru Kenzo?" Tanya Vivian lagi.
"Apa kau tidak senang?" Tanya Kenzo
"Mana mungkin aku pasti sangat senang. bagaimanapun aku senang bisa bersama denganmu" Gumam Vivian.
"Kalau begitu semakin cepat akan bertambah baik. kita menikah besok setelah itu kita akan terus bersama" Ucap Kenzo tersenyum pada Vivian. Vivian tersenyum dan merasa sangat bahagia akhirnya hari dimana ia akan menjadi milik Kenzo seutuhnya akan tiba juga.
Sesampainya di Rumah Kenzo. Kenzo memarkirkan Mobilnya di Garasi Rumahnya.
"Kenzo apa itu mobil Mamamu?" Tanya Vivian yang terkejut dan ternganga melihat Lamborgini yang terparkir dengan sangat mewah di halaman rumah Kenzo yang luas itu.
"Wajahmu kenapa gadis kecil. hanya mobil begitu saja tidak perlu menganga. kamu mau berapa akan aku berikan" Tutur Kenzo menggandeng tangan Vivian. Vivian mengerucutkan bibirnya "Mobil mahal sekali aku mana berani meminta yang seperti itu"Gumam Vivian.
"Kau lebih mahal dari apapun" Ucap Kenzo mengusap pipi chubby Vivian. Vivian terkekeh mengeratkan rangkulanya kepada Kenzo.
Sementara di Ruang Keluarga Yvone Mama Kenzo sudah duduk menunggu kedatangan Kenzo dan Vivian.
"Mama" Panggil Kenzo kepada Mamanya.
__ADS_1
"Kenzo Sayang bagaimana kabarmu Nak?" Tanya Yvone pada Kenzo. Yvone memeluk Kenzo dengan erat. "Kamu semakin Tampan saja Sayang" Ucap Yvone pada Putra sulungnya itu.
"Mama, Kenalkan ini adalah Vivian tunanganku" Ucap Kenzo memperkenalkan Vivian kepada Yvone.
"Jadi Kau adalah anak yang sudah di pungut oleh Putraku dan sekarang mau naik Tahta menjadi ratu ya?" Ucap Yvone dengan Ketus.
Sontak Kenzo dan Vivian sangat terkejut mendengar ucapan Yvone Barusan.
Terutama Vivian yang tidak sanggup tersenyum lagi seperti sebelumnya. ia berfikir Mama Kenzo akan menyukainya namun ternyata Sebaliknya Yvone sepertinya Tidak menyukai Vivian dari kata katanya Barusan yang terdengar sangat tidak bersahabat di telinga Vivian dan Kenzo.
"Mama jaga Ucapanmu. Aku sangat mencintai Vivian dan Vivian adalah satu satunya yang akan aku nikahi" Ucap Kenzo dengan penuh keyakinan. ia terus menggenggam tangan Vivian.
"Kenzo, yang diucapkan Mamamu ada benarnya juga. bukankah aku memang hanya seorang anak yang kau pungut. Tapi Maaf Tante ucapanmu yang berkata aku ingin naik Tahta menjadi Ratu itu sama sekali tidak benar. aku tulus mencintai Putramu dan hanya ingin terus berada di sampingnya saja. tidak menginginkan hal lainya." Jawab Vivian dengan Mata yang berkaca kaca.
"Sayang Apa maksudmu semua yang aku miliki adalah milikmu juga. Mama, Aku sudah memutuskan untuk memberikan separuh harta kekayaanku kepada Vivian. karena dia adalah satu satunya wanita yang aku cintai. aku menghargaimu sebagai orang yang telah melahirkanku tapi Harta yang aku miliki saat ini tidak ada hubunganya denganmu ataupun Papa. ini adalah hasil jerih payahku sendiri. karena aku tidak sama sekali ambil bagian dari warisan yang ditinggalkan oleh Papa. aku memilih untuk memulai usahaku sendiri dari aku masih muda sampai seperti saat ini." Tegas Kenzo pada Yvone.
"Mama tidak habis pikir kenapa kamu sangat bersikukuh ingin menikahi wanita ini. Mama sudah duga kalau Mama tidak akan bisa menghentikanmu tapi Mama masih berharap kamu mau mempertimbangkan Laura sebagai Calon istrimu Ken. dia juga sangat mencintaimu dan sangat pantas bersanding denganmu" Ucap Yvone pada Kenzo.
"Jadi ini semua karena Laura? Tanya Kenzo pada Yvone. "aku sudah katakan berkali kali aku sebelumnya tidak berniat menikah. hanya saat aku mengenal Vivian aku berubah pikiran. Sekarang tidak ada yang bisa mengubah keputusanku. aku akan tetap menikah dengan Vivian besok." Tegas Kenzo lagi.
Vivian hanya mengepal kedua tanganya tiba tiba ia merasa lemah dan tidak bertenaga. "Ternyata Laura mengenal Mamanya Kenzo"Gumam Vivian dalam Hati.
"Vivian ayo kita kembali ke butik. sudah tidak ada waktu kita harus mengecek Gaun untuk hari pernikahan kita besok. Mama kalau kamu datang hanya untuk mengacaukan Pernikahanku lebih baik tidak perlu datang" Ketus Kenzo yang merasa kecewa kepada Mamanya. Yvone tidak bisa membantah kata kata Putranya itu. dia hanya terdiam tidak bergeming. sementara Kenzo menggandeng tangan Vivian dan pergi meninggalkan Yvone.
__ADS_1