
Setelah makan vivian langsung membersihkan diri dan berganti pakaian
ia merebahkan tubuhnya diatas kasur karena merasa cukup lelah seharian di kampus.
"Vivian..
memandang vivian dengan tatapan yang sangat dalam.." kenzo yang tiba tiba sudah masuk ke kamar vivian dan mengagetkan vivian
"sejak kapan kamu disini?
kenapa kau menatap ku begitu? "
"aku minta maaf kalau tadi aku meledek mu hihi aku tidak bermaksud begitu. bagiku kamu itu masih terlihat sangat muda kok "
" mudah mudahan aku tidak salah bicara lagi.. bodoh bodoh.." vivian bergumam sendiri dalam hati
"Pfft... hahahaha muka mu itu loh vivian.. " kenzo tertawa lebar melihat wajah vivian
"kenapa kamu tertawa sih? apanya yang lucu?"
"Vivian.. kamu sangat cantik
apalagi kalau tersenyum dan tertawa"
"anu.. kamu mau apa? aku malu "ya tuhan.. dia terlalu dekat"
" kamu takut sama aku ya kok menjauh terus?" menggoda vivian
"takut? bukan begitu.. tapi aku cuma merasa malu.. " menutup wajah dengan bantal
"Vivian.. aku cuma ingin bermesraan dengan mu. itu saja. jangan takut aku akan lembut kepada mu.."
__ADS_1
vivian membuka mata pelan pelan
"kenzo, anu.. kamu mau apa sebenarnya?"
menggigit telinga vivian lembut
"Kenzo..
anu itu kamu jangan kenzo aku sebenarnya.."
" kamu kenapa sih vivian? sudah tenang saja aku akan lembut kepada mu sayang.."
"bukan begitu.. kenzo..
sebenarnya aku itu sedan..
"kamu kenapa vivian?"
maaf kan aku " ( menunduk)
"pfffftt.. hahahahhaha"
kenzo tertawa melihat vivian yang salah tingkah
" vivian.. dasar kamu nakal ya. kenapa pikiran mu kemana mana.
lalu kenapa kalau kamu sedang mens. aku kan cuma bilang ingin bermesaraan dengan mu bukan ingin melakukan lebih dari itu.. "
kenzo terus menahan tawa
"kenzo!!! dasar kamu cuma mau meledekku. aku mau kembali ke kamar saja!"
"Vivian sayang.. sudah sudah maaf yaa
__ADS_1
aku cuma merasakan gemas saja.
jangan marah yaa..
masih ada waktu ayo kamu tidur disini.. nanti malam kan kita harus pergi ke pesta. sekarang kamu istirahat dulu ya"
"Aku gak mau tidur Dekat kamu. aku mau kembali ke kamar ku saja"
"Vivian.. jangan begitu dong. nanti aku sedih kalau kamu tidur berjauhan dengan ku."
" Kamu ini.. aku gak bisa tidur sama kamu di kamar yang sama.
kita kan belum menikah " vivian membuang muka dan mengerutkan dahi nya kesal
"hm.. vivian.. minggu depan kita ke rumah orang tua ku yang ada di inggris ya. aku sudah siapkan semua.
aku akan memperkanalkan dirimu sebagai calon istriku. apakah kamu bersedia? "
"hah? " Ya tuhan.. kenzo ingin mengajakku ke rumah orang tuanya. apakah ini mimpi? dia mungkin saja akan segera melamar dan menikahi aku.. " vivian kaget mendengar ucapan kenzo barusan
"vivian kenapa kamu diam saja?"
"Kenzo.. aku sangat senang.. " vivian memeluk kenzo dengan erat
"aku tidak menyangka bahwa kau benar akan menikahi ku.."
"Vivian apa kamu ragu dengan semua perasaan ku padamu?"
"Tentu saja bukan begitu. aku hanya merasa apakah aku ini sedang bermimpi? kamu seorang yang sempurna di mataku. bagaimana bisa aku menolak. bahkan aku tidak punya hak untuk itu kenzo. aku sudah mencintai mu lebih dulu daripada dirimu mencintaiku.."
" Vivian.. meskipun perasaan mu lebih dulu ada untukku.
tapi aku berjanji akan membahagiakan mu. dan aku tidak berbohong bahwa aku sudah jatuh cinta padamu.."
__ADS_1