
"Vivian.. mulai saat ini kamu tinggal bersama paman di sini.
semua masa lalu mu tidak perlu membuat mu khawatir.
aku sudah mengurus semuanya.
kamu harus tumbuh menjadi gadis yang baik" kenzo berusaha membuat suasana hati vivian membaik dengan menghiburnya
"Terimakasih paman, kamu benar benar seperti seorang malaikat yang datang di kirimkan untuk membantu ku.. " vivian langsung memeluk dengan erat
" Sama sama gadis kecil" kenzo hanya terus memeluk vivian
Hari hari berlangsung dengan Bahagia
kenzo sangat memerhatikan vivian. kenzo meminta agar orang kepercayaan nya yaitu Pak Bastian alias pak bas untuk mengurus surat adopsi vivian atas nama keluarga pak bas. karena kenzo belum memiliki kartu keluarga dan masih bergabung dengan kartu keluarga orang tuanya sehingga belum bisa menjadi ayah adopsi untuk vivian. meskipun begitu kenzo justru lebih terlihat seperti seorang paman atau kakak bagi vivian. kenzo yang terlihat muda tetapi sikapnya sangat dewasa.
sementara vivian gadi kecil yang cantik berubah menjadi gadis yang Riang dan bisa mengubah suasana sekitarnya menjadi lebih berwarna.
________________________
6 tahun kemudian..
"Paman.. paman sudah pulang?! " vivian memeluk dan mencium paman nya tanpa henti
sudah menjadi pemandangan yang biasa melihat tingkah vivian yang begitu spontan memeluk dan mencium kenzo
"hei gadis kecil sekarang kamu sudah bukan adik kecil lagi. jaga sikap mu pada paman mu ini.." kenzo merapikan pakaian nya dan membelai rambut vivian
vivi duduk di pangkuan kenzo tanpa ragu
"tapi aku suka memeluk dan mencium paman.
paman.. siapa wanita yang datang ke rumah tadi malam?"
__ADS_1
"wanita yang mana?"
"paman tidak perlu berpura pura aku melihatnya. wanita itu datang bersama paman. dan kelihatan nya paman tidak begitu baik. apa paman sakit? "
"Oh dia hanya seorang teman. dia mengantar paman karena paman terlalu kelelahan semalam kebetulan dia bersedia mengantar paman jadi paman merasa terbantu"
"Bukan kah dia seorang pacar?" mengerucutkan bibir nya ke arah kenzo
"Hahah gadis kecil kenapa kamu jadi mengintrogasi ku seperti itu.. aku kan bilang dia seorang teman berati hanya teman"
"Baguslah jika hanya teman paman.."
"memangnya kenapa gadis kecil?
apa kau takut aku tidak memanjakan mu lagi saat aku sudah memiliki kekasih hah?" kenzo menggoda vivian yang bertingkah sangat menggemaskan
"tentu saja aku mau menjadi wanita mu satu satunya paman.. " vivian menjulurkan lidah nya di hadapan kenzo
"Apa apaan ini kenapa paman tetap tidak juga mengerti bahwa aku menyukai nya.
aku sangat menyukai paman.
tapi paman tidak pernah memperlakukan ku seperti gadis yang sudah tumbuh.. dia hanya menganggap ku gadis kecil seperti adik untuknya..
tapi aku menyadari perasaan ini bahwa aku memang menyukai paman kenzo.. apakah aku salah?" vivian terus bergumam sendiri dalam hati nya kesal
"vivian.. bukankah kamu harus pergi kursus?"
"tidak aku tidak semangat!"
"kau kenapa gadis kecil.. apa kamu sedang merajuk karena aku terus meledek mu?"
"tentu saja kenapa paman selalu tidak memperhatikan perasaan ku padamu paman.." wajah vivi berubah muram dan terlihat matanya berkaca kaca seperti akan menangis
__ADS_1
"vivian.. kamu adalah gadis kecil ku.. tentu saja aku selalu memikirkan perasaan mu. lalu perasaan yang mana yang tidak aku perhatikan? " menatap wajah vivian dan mencoba menghibur vivian. kenzo merasa heran kenapa vivian bertingkah begini.
"Paman, aku menyukai paman. masa paman tidak sadar?" vivian berbicara begitu cepat sambil memejamkan mata nya sangat rapat karena malu
"hahahhaha gadis kecil aku juga sangat menyukai mu karena kamu gadis kecil ku.
apa gadis kecil ku sudah mulai jatuh cinta?
dan karena setiap hari hanya paman mu ini yang menemani jadi kamu berfikir kamu menyukai ku..? " kenzo mengusap lembut rambut vivian
"kenapa paman selalu saja tidak menganggap ku..
apa karena aku baru 16 tahun?
apa harus menunggu aku berusia 21 tahun baru dia bisa menerima perasaan ku?
apa memang perasaan ku ini hanya sepintas saja muncul disaat masa puber?
tapi aku sangat menyukai paman kenzo.." vivian terus meracau dalam hatinya vivian merasa kesal kepada kenzo yang tidak menganggap serius setiap perkataan nya
"Gadis kecil.. kamu memikirkan apa?
kamu pasti lapar kan? mari biar paman buatkan makanan kesukaan mu. kali ini paman masak sesuatu yang sangat spesial supaya gadis kecil ku tidak merajuk lagi.."
"aku tidak lapar. aku mau tidur. aku lelah.." vivian masuk ke kamar dan mengunci pintu nya di dalam kamar vivian hanya menangis. hati nya serasa sakit ternyata kenzo tidak menganggap perasaan nya serius selama ini kepada kenzo padahal vivi bersungguh sungguh menyukai kenzo
"Kenapa dengan anak ini.. aku kan sedang menghiburnya.. lagi pula tidak mungkin dia berterus terang dan serius tentang perasaan yang tadi.. ah aku pasti sudah terbawa suasana.. dasar gadis kecil.." kenzo meninggalkan meja makan berusaha memberi ruang untuk vivian.
"Hallo, Ray.. iya kita bisa ketemu gak malam ini? tidak apa apa aku hanya butuh teman cerita. iya malam ini aku yang teraktir.
siap kalau begitu sampai ketemu malam ini." kenzo menelpon sahabat nya Ray
"haah sepertinya aku harus membiarkan vivian sendiri.. dia sudah semakin besar dan wajar jika ada perasaan perasaan aneh yang dia rasakan.." kenzo bergumam sendiri sambil menatap pintu kamar vivian yang tertutup rapat
__ADS_1