
Hari ini aku benar benar bahagia.
berkat aksi kenzo tadi sewaktu mengantar ku kuliah.
sekarang para gadis itu sangat suram dan tidak ada harapan.
mereka akhirnya Harus menerima kenyataan bahwa cowok idaman mereka adalah calon suami ku. hahahah
sungguh kejam nya. tapi siapa suruh mereka selalu membully aku.
hari ini lelah juga karena seharian ada kelas dan banyak sekali tugas di kampus.
Sebaiknya aku telfon kenzo deh supaya jemput.
Tiba tiba ada seseorang yang mengikuti vivian.
langkah kaki seseorang yang ada di belakang vivian. ketika vivian menengok langkah kaki itu hilang dan tidak terdengar lagi.
siapa yang mengikuti ku daritadi. *merinding
"Hai vivian" ternyata laura melambaikan tangan kepada vivian
"Laura??
sedang apa kamu di kampus ku?"
"Kebetulan aku sedang mengunjungi salah seorang teman yang kuliah disini"
"wah siapa dia? mungkin saja aku mengenalnya?"
" bukan siapa siapa hanya teman biasa. hehe
vivian kamu mau pulang ya?"
"Iya laura aku mau pulang"
"tapi tadi saat aku ingin memberi kabar kenzo malah seperti ada yang mengikuti ku dari belakang aku jadi tidak jadi mengirim pesan untuk kenzo kan" vivian bergumam dalam hati merasa orang yang mengikuti nya tadi bukan lah laura melainkan orang lain.
__ADS_1
" wah kalau begitu bagaimana kalau aku antar saja.
aku juga ingin bertemu kenzo kok."
" bertemu kenzo?"
"iya vivian. jangan bilang bilang ya. aku akan bertunangan jadi aku ingin memberi undangan untuk kenzo secara langsung hihi"
"wah selamat ya laura
pasti tunangan mu seorang pangeran deh.
sebab laura cantik seperti putri kerajaan hehe"
"vivian kamu terlalu memuji ku. tapi bagaimana pun aku beruntung mengenal laki laki itu"
" wah senangnya.
kamu boleh ceritakana seperti apa dia itu"
"aku akan ceritakan di mobil ya. ayo masuk"
Vivian sangat polos bahkan tidak menyadari bahwa laura punya rencana jahat kepada vivian.
sepanjang perjalanan laura berpura pura riang gembira menceritakan calon tunangan nya yang sebenarnyaa dia hanya mendeskripsikan seseorang yang dia cintai yaitu kenzo.
ya, laura berharap kenzo adalah tunangan nya
namun vivian sama sekali tidak menyadari itu dan hanya ikut senang untuk laura.
"vivian bagaimana kalau kamu temani aku ke suatu tempat. aku sangat ingin datang ke tempat itu tapi tidak ada keberanian. anggap saja kau ikut merayakan hari dimana aku akan melepas masa lajang ku kan hehe"
"wah tempat apa itu laura?
tapi sebaiknya aku bicara dulu dengan kenzo. aku takut dia menunggu ku di rumah"
"tidak perlu vivian ini cuma sebentar kok. itu tempatnya.."
__ADS_1
"hah? kau ingin masuk ke dalam Bar?" vivian merasa aneh dengan permintaan laura
"iya vivian. apa kau akan menertawai ku?"
"kenapa aku menertawai mu?"
" vivian aku belum pernah ke tempat seperti itu loh. aku sangat ingin kesana. aku dengar vivian pernah kerja di tempat tersebut kan?"
" yang benar saja laura kamu belum pernah masuk ke dalam bar sebelumnya?" vivian merasa tidak percaya
"iya vivian apa kamu mengira aku berbohong ya?"
"tentu tidak "
" bagaimana ini apa aku harus masuk menemani laura. tapi kalau tidak di temani kasian juga laura" kata vivian dalam hati
"bagaimana vivian?"
"baiklah laura ayo kita masuk hehe"
"Kyaaa... terimakasih vivian kamu sangat baik" laura tersenyum licik
"iya sama sama laura"
" wah tempatnya besar juga ya vivian.."
" iya memang besar" aku merasa aneh kenapa pria di ujung sana menatap ku begitu tajam
"vivian kamu duduk dulu ya. aku mau ke toilet dulu. eh tapi dimana toiletnya ya?"
"itu disana toilet nya laura"
"oh iya kalau begitu aku ke toilet dulu ya"
" oke "
laura sengaja meninggalkan vivian sendiri dan meminta pelayan mengantar minuman untuk vivian.
__ADS_1
laura sudah memasukkan obat tidur ke dalam minuman vivian