Paman Kenzo, Jangan Pergi

Paman Kenzo, Jangan Pergi
Bag 13


__ADS_3

"Ya Tuhan..


aku tidak Percaya bahwa sekarang Aku dan Paman kenzo.. maksudku Kenzo sudah berpacaran.


membayangkan nya saja aku sudah bahagia apalagi merasakan semuanya.


siapa sangka dia terpesona dengan diriku ini. hahaha " vivian melamun dan berkhayal sambil jalan . sesekali dia menari nari sampai tidak sadar ada orang di hadapan nya


" Aww.. " menabrak seseorang


"Maaf aku tidak sengaja"


"Nona bisakah kamu perhatikan jalan saat berjalan? " wajah santai dengan senyum menawan


"Ah iya maafkan saya tuan ini salah saya karena tidak melihat jalan.."


"Tidak masalah Cantik " mengedipkan mata


"hehe kalau begitu saya jalan dulu. sekali lagi mohon maaf ya.."


"Kenapa buru buru.. kita bahkan belum berkenalan?"


"Apa kah itu perlu? " tersenyum


"apakah kamu keberatan jika aku ingin tahu siapa nama mu?"


"hmmm.. baiklah. kenalkan aku Vivi"


"Hai vivi kamu sangat cantik. Namaku Ray.."


"baiklah senang berkenalan dengan tuan Ray. saya masih ada urusan kalau begitu saya jalan dulu ya.. "


"baiklah sampai ketemu lagi yaa.."


"huh? kenapa dia bilang sampai ketemu lagi.. yasudahlah aku kan mau ketemu sama ron. dia pasti sudah menunggu di cafe "


________


di Rumah kenzo


(suara bel berbunyi)


"ada yang bisa saya bantu tuan?"

__ADS_1


"saya mau ketemu sama kenzo.


bisa tolong panggilkan?"


"ini dengan tuan siapa ya?"


"bilang saja saya Ray teman nya."


"baik tuan tunggu sebentar. silahkan masuk.."


"oke.."


"Tuan kenzo di ruang tamu ada Orang yang mencari tuan. katanya namanya Ray dia teman tuan kenzo.."


"Oke baiklah. siapkan minum ya.


saya akan ke ruang tamu sekarang."


"baik tuan.."


"Hallo kenzo.. lama juga gak ketemu nih.. tumben banget di rumah aja kayaknya."


"Kamu ngapain kesini?


"Cih.. Masa masa bahagia di rumah? kayak habis nikah aja.. penganten baru nih.."


"Haha meskipun belum tapi nanti pasti akan terjadi juga.


kamu mau apa kesini? gak mungkin kan cuma iseng aja?"


"Beneran aku cuma sekedar iseng aja karena kamu udah lama gak ke tempat ku untuk ngobrol. terakhir kali kan kamu datang cerita lagi ada masalah sama Cewek kamu kan.."


"ah itu.. sekarang udah selesai kok.. " kenzo tidak dapat menutupi kegembiraan nya saat ini


"ha? kenapa wajah mu merona begitu? pasti kamu sudah menyatakan perasaan kamu sama cewek itu ya? akhirnya.. gitu dong jadi cowok harus lebih berani."


"Iya semuanya kan butuh proses.." wajah kenzo santai


"Tapi cewek kamu waktu itu namanya siapa? aku lupa."


"Vivian.. memangnya kenapa? "


"vivian? kebetulan banget ya. tadi aku tuh di jalan nabrak cewek. cantik banget

__ADS_1


pokoknya masih muda kayak model gitu deh body nya. tapi pas kenalan nama dia katanya vivi..


pasti bukan vivian pacar kamu kan? soalnya aku naksir juga.. " Ray terbatuk kecil


"tunggu dulu.. namanya vivi?"


"iya nama dia vivi.."


"jangan jangan vivian lagi.."


"kamu gak usah kepedean. masa iya itu pacar kamu. cantik banget loh.."


"Vivian juga cantik lah. sama kayak yang kamu ceritakan itu.


sebentar aku tunjukin foto nya."


kenzo menunjukkan foto vivian


"kayak gini bukan?"


"Hm.. waah.. iya nih bener. jadi dia pacar kamu? gila cantik banget!! "


"Wah kamu jangan macem macem deh !! " wajah kenzo seketika berubah jadi kesal


"Sabar bos!! tenang..


kalau memang itu pacar kamu pasti aku gak akan deketin.


tapi memang dia cantik banget wajar aja kamu tergila gila.


kamu pasti angkat dia jadi keluarga dulu karena dia cantik kan? hayo ngaku? " menggoda kenzo


"bukan lah.. dia memang cantik..


tapi dulu waktu dia baru 10 tahun perasaan ku gak sama lah kayak sekarang. lagi pula waktu itu dia di adopsi sama Pak bas dan istrinya karena aku gak memenuhi syarat untuk adopsi vivian. jadi secara hukum vivian bukan keluarga adopsi dari ku. dia keluarga adopsi pak bas dan istrinya."


"Hmm.. pantesan aja. berati udah gak ada yang perlu kamu pikirin lagi semuanya. tinggal kamu kenalin vivian sama orang tua kamu. apa orang tua kamu udah tau kalau vivian itu tinggal sama kamu selama 9 tahun ini?"


"Orang tua ku kan gak pernah ada disini. lagi pula aku rahasiakan semua tentang vivian sama mereka.


mereka juga kalau pulang kesini gak tidur di rumah pribadi ku. mereka ada rumah sendiri.


aku belum rencana kesitu.. aku fikir belum saatnya aku kenalin vivian ke orang tua ku.."

__ADS_1


__ADS_2