
"Jadi anda ibu tiri vivian?
apa anda tahu akibat perbuatan mu itu?
dan anda menyalahkan vivian atas kematian ayahnya? bukan kah anda yang sudah membunuh ayah vivian?" kenzo mencoba berbicara dengan nada santai dan sopan
"Apa maksud mu? aku mana mungkin membunuh suamiku aku sangat mencintai dia "
"Apakah anda fikir saya tidak tahu siapa anda nyonya? saya sudah mendengar semua cerita tentang anda dari vivian. apa anda tahu tadi saya menemukan vivian dia hampir di celakai oleh segerombolan orang jahat. itu akibat perbuatan mu yang sering menyiksa vivian. dia masih kecil untuk mendapatkan ini semua dia tidak pantas. dan sekarang ayahnya tiada karena dia terkena serangan jantung tentu karna dia sangat khawatir pada putrinya. seandainya dia tahu apa yang anda perbuat pada putri kesayangan nya tentu anda akan berakhir di penjara" kenzo berbicara dengan santai
Vivian hanya terus menangis tersedu sedu..
"Kamu tidak bisa berbuat begini kepada ku kamu hanya orang luar!! sebaiknya kamu bawa anak sialan ini pergi dari sini !! aku muak melihat muka nya." tidak mendengarkan perkataan kenzo dan hanya terus memaki vivian di hadapan nya.
"baiklah nyonya kalau anda tidak mau bersikap lemah lembut pada vivian saya akan urus semua nya. dan jangan salahkan saya jika anda harus berakhir di penjara" kenzo mencoba menekan kan semua perkataan nya itu kepada ibu tiri vivian
sementara itu kenzo langsung menelpon orang kepercayaan nya untuk membantu vivian
dia menjelaskan semua duduk permasalahan nya dengan singkat dan jelas
"Aku tidak takut!! lakukan jika kamu mampu. siapa kamu. tidak bisa memasukkan ku ke penjara semua tidak ada bukti" wajah ibu tiri vivian mulai ketakutan tapi tidak ingin percaya terhadap perkataan kenzo dan masih menganggap kenzo berkata omong kosong saja
"Vivian.. ayo ikut dengan Paman " kenzo mengulurkan tangan nya untuk vivian dalam hati kenzo sangat sakit melihat vivian yang menangis tiada henti. entah kenapa ia merasa sangat kasihan terhadap sosok vivian. seperti ada rasa akrab yang dia rasakan ketika melihat vivian padahal dia baru saja bertemu kali pertama dengan vivian
"Paman.. tapi aku mau bersama ayah.. aku mau ikut dengan ayah. aku sudah tidak punya siapa siapa lagi aku hanya punya ayah tapi ayah pergi lebih baik aku ikut mati bersama ayah" vivian hanya menangis. bagaimanapun dia masih kecil dan belum banyak memahami keadaan saat ini
__ADS_1
"Iya!! sebaiknya kamu Mati saja dasar anak kurang ajar!!! " ibu tiri vivian berusaha menampar vivian
"Cukup!!! " kenzo menghalangi ibu tiri vivian dengan sigap melindungi vivian yang ketakutan
"jaga sikap anda nyonya. sebentar lagi orang ku akan datang kesini. dan mengurus semuanya" kenzo berbicara dengan nada cukup tinggi
"Apa maksud mu??"
"Tuan kenzo kami datang" Tiba tiba seorang pria parub baya dengan wajah tenang datang bersama dengan dua orang pria bertubuh kekar memakai baju serba hitam dan kacamata hitam
"Pak bas aku serahkan semua urusan ini kepadamu. seperti yang aku katakan di telpon tadi"
"baik tuan kenzo !
"Polisi??? apa maksud nya ini? " ibu tiri vivian mulai ketakutan melihat orang orang kenzo yang datang ke rumah nya.
"siapa kamu?? apa yang mau kamu lakukan kepada ku. aku ini bukan orang sembarangan kamu harus tahu itu!"
"silahkan saja anda lawan saya di pengadilan. saya akan urus surat adopsi untuk vivian. dan orang saya akan mengurus pemakaman ayah vivian dengan layak. anda tidak berhak melihat vivian lagi mulai saat ini."
kenzo meminta orang nya untuk segera membereskan masalah ini.
"Paman.. apa maksud paman? paman mau membawaku bersama paman?"
"iya adik kecil. kamu mau kan ikut bersama paman? paman akan menjaga mu seperti adik paman sendiri. kamu tidak perlu menderita lagi.."
__ADS_1
"Paman.. aku sangat berterima kasih.. aku sekarang punya keluarga lagi.. " vivian yang masih polos hanya bisa langsung memeluk paman kenzo
"iya kamu tidak perlu khawatir anak manis. kalau begitu kita pulang sekarang. semuanya sudah di urus oleh pak bas.
oiya nanti kamu akan sering bertemu pak bas. ayo beri salam.."
"Hallo pak bas salam kenal. aku vivian.." vivian tersenyum manis kepada pak bastian
"salam kenal nona kecil. senang mengenal nona kecil" pak bas membalas senyuman vivi
vivian tersenyum dan terlihat sorot matanya masih memandang tubuh ayah nya. dia masih sedih kehilangan ayah nya tapi di satu sisi dia bahagia ada malaikat nya yaitu paman kenzo yang datang entah dari mana asalnya Tuhan mengirim paman kenzo kepada vivian yang sedang terpuruk dan terbuang. dia tidak memiliki siapa siapa lagi selain kenzo yang justru tidak memiliki hubungan darah ataupun hubungan dekat dengan vivi sebelumnya.
"Vivian.. kamu memang anak yang suka cari masalah!!" ibu tiri vivian sangat marah dan benci melihat vivi di perlakukan bak tuan putri dari negri dongeng oleh kenzo
"Sudah cukup nyonya. vivian tidak ada lagi hubungan dengan anda." kenzo merasa sangat kesal tidak bisa menahan amarahnya yang berusaha ia tahan sejak tadi.
"ayo vivian kita pergi ke rumah paman." kenzo menggandeng tangan vivian menuju mobil yang sudah di siapkan
"baik paman.."
ibu tiri vivian memandangi vivian yang pergi menjauh dia menggretakan gigi nya dan sangat kesal sambil terus mengumpat "kurang ajar kamu vivian!! semua ini karna kamu"
"nyonya, polisi sudah datang sekarang nyonta ikut dengan kami ke kantor polisi" pak bastian dan polisi membawa ibu tiri vivian ke kantor polisi untuk di mintai keterangan perihal kasus kekerasan kepada anak dibawah umur.
"Tidak!! lepaskan saya ! saya tidak bersalah! ini semua salah anak sialan itu" ibu tiri vivian mengamuk saat di bawa ke kantor polisi
__ADS_1