Paman Kenzo, Jangan Pergi

Paman Kenzo, Jangan Pergi
Bag 8


__ADS_3

"Paman!!!" tanpa sadar vivia memanggil paman nya yang sedang berdiri di hadapan nya


" ah aku tidak boleh bersikap baik padanya aku harus tetap pada pendirian ku" vivian bergumam dalam hati


"kamu tidak apa apa vivian? paman sudah lama mencari mu. dan paman baru mendapat info kalau kamu bekerja disini malam ini karena itu paman kesini menemui teman paman pemilik bar ini dan berharap tahu keberadaan mu vi.." kenzo mendekati vivian


"ah itu jadi paman selama ini dia mencariku.." vivian memegang tangan nya erat dan terus menunduk tidak berani menatap kenzo


" paman kenzo bahkan aku tidak sanggup menatap mu. kamu sangat gentleman aku harus bagaimana menghadapi mu.."


"vivian.. kamu baik baik saja? lihat dirimu kau begitu kurus.. pulanglah bersama ku, kemarilah vivian" kenzo mencoba membujuk vivian untuk pulang


"Vivian.. kamu tidak apa apa?" Ron menghampiri vivian karna mendengar ada keributan yang terjadi.


"ah ron.. kenapa kamu baru datang.. aku hampir saja di lecehkan " vivian merasa kedatangan ron sangat tepat waktu langsung memeluk ron di hadapan kenzo


"Vivian maafkan aku datang terlambat"


vivian mengedipkan mata sebagai kode kepada ron supaya ron membantu nya berpura pura di hadapan kenzo


"ah itu maksud dia apa.." ron berusaha mengartikan maksud kedipan mata vivian


"vivian.. siapa dia? apakah kamu sudah punya pacar? kenapa tidak cerita pada paman?" kenzo terlihat tidak suka melihat ron dan meilhat vivian memeluk ron


"hah?? paman? oh aku tahu maksud vivian.. dia ingin aku berakting sebagai pacar nya hahahha " ron bergumam dalam hati dan menahan tawa

__ADS_1


"Tuan.. siapa anda kenapa begitu perhatian pada pacar saya?" ron berusaha berakting menjadi pacar vivian


"ah itu.. kamu benar kekasih vivian?" kenzo mengernyitkan alisnya serta merapikan jas nya dan terlihat tidak senang


"paman.. dia adalah Ron dia adalah kekasih ku.." vivian berusaha meyakin kan kenzo agar tidak curiga


"bahkan kemarin dia menyatakan perasaan nya padaku apakah secepat itu dia lupa? " Kenzo berbicara dalam hati dan sangat kesal melihat vivian secepat itu mendapatkan pacar


"vivian tidak kah kamu merasa terlalu cepat berpacaran?


kamu masih sangat muda.. dan apakah kamu sudah yakin dengan dia?"


"Tuan.. tolong jangan meremehkan hubungan kami " Ron menggenggam erat tangan vivian


" dia sangat pandai berakting" vivian berbicara dalam hati


"Bagaimana aku tidak mengkhawatirkan mu? barusan kalau aku datang terlambat bagaimana??" kenzo meninggikan suaranya


"itu kesalahan saya sebagai pacar vivian tuan.. karena datang terlambat " Ron melirik vivian berusaha bertanya apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


"Ya!!! kau apakah merasa diri mu pantas menjaga vivian??" kenzo marah melihat tingkah ron yang menurutnya sangat tidak mencerminkan kedewasaan bagaimana bisa menjaga vivian dengan sikap seperti itu


" apakah paman sudah mulai menunjukan rasa cemburu??" vivian terus berbicara dalam hati


"tentu saja ini tidak akan terjadi lagi.." Ron menjawab dengan lantang ucapan kenzo

__ADS_1


"lihat dirimu kau hanya bekerja sebagai penjaga tempat minuman? apakah kau yakin sudah bisa menjadi laki laki yang membanggakan untuk vivian?"


"Cukup paman!! aku sangat berterimakasih atas bantuan paman. paman sangat peduli sampai mencari informasi keberadaan ku. tentu paman sangat menghawatirkan ku. tapi tekad ku sudah bulat paman. aku sudah memilih untuk pergi dari mu.. kau sudah tau kenapa aku begini.. ayo ron kita pergi.." vivian beranjak meninggalkan kenzo kala itu yang sudah mulai terpancing emosi atau mungkin kenzo cemburu?


"Vivian Tunggu?!!


aku tau kenapa kamu pergi! apa kamu tidak ingin kembali lagi? aku akan pertimbangkan perasaan mu?" kenzo berusaha membujuk vivian tanpa sadar berkata perkataan yang tidak seharusnya keluar dari mulutnya.


"apa maksud kamu paman dengan mempertimbangkan perasaan ku? sungguh kata katamu tidak dapat aku tebak paman.."


"Vivian ayo pulang bersama ku. aku berjanji tidak akan menyakitimu dan membuat mu sedih aku akan menebusnya" kenzo menggandeng tangan vivian


"apa ini? apakah paman sudah mengakui perasaan nya?? " dalam hati vivian bingung dan senang


"apa apaan situasi seperti ini aku seperti obat nyamuk apa aku sudah tidak perlu ber akting?" ron dengan wajah dungu dan merasa canggung dengan situasi ini ada di antara kenzo dengan vivian.


"Tidak perlu paman.. aku tidak ingin meninggalkan Ron.. dia selalu ada untukku. dan lagi pula paman menyuruhku untuk mengatakan perasaan itu kepada laki laki lain selain dirimu. aku sudah lakukan pada ron. dan dia sangat baik.."


"Vivian cukup?!! aku bilang pulang dan sekarang kamu harus pulang!! " kenzo meninggikan suaranya merasa kesal dengan vivian yang tidak mau mendengarkan nya


"paman apa kamu baru saja membentak ku?"


"vivian itu.. aku minta maaf aku hanya ingin kamu pulang bersama ku.."


"apa ini sesakit ini mendengar ucapan nya yang kasar tadi? "vivian mengepalkan tangan nya

__ADS_1


"sudah cukup paman aku tidak mau mendengarnya dan aku tidak mau pulang dengan mu!!" vivian pergi meninggalkan kenzo


__ADS_2