Paman Kenzo, Jangan Pergi

Paman Kenzo, Jangan Pergi
Bag 31


__ADS_3

Vivian yang merasa sudah mendapatkan kekuatan dan semangat Dari Sujin Cowok yang baru di kenalnya di Bis hari ini. "Tapi ucapan Sujin sepertinya memang benar. sebaiknya aku segera menghubungi Kenzo. Kenzo seharusnya tidak perlu Marah kan. apa dia juga tidak merindukan ku? Rasanya mustahil" Vivian berbicara sendirian


Akhirnya Vivian menggeser Ponselnya dan menekan Tombol Call di Kontak Kenzo.


Tuut Tuut Tuuuut


Telepon tersambung


" Hallo ini siapa Ya?" Tiba tiba terdengar suara Cewek dengan nada suara yang sangat Lembut.


Deg!! Vivian seperti tersambar Petir. Pikiran nya sudah macam macam. "Bagaimana mungkin. apa aku Salah menekan Nomor? Kenapa ini? Ini benar kok nomor telepon Kenzo tapi kenapa yang mengangkat nya seorang cewek? " Vivian Gemetar dan menjatuhkan Telepon nya tanpa berusaha mengklarifikasi dahulu ada apa yang terjadi sebenarnya.


"Hallo.. Hallo.. Kenapa enggak ada suara sih? Salah sambung Ya?" Tuut... Panggilan Telepon di Matikan.


Vivian hanya terdiam tidak terasa Air mata nya Jatuh membasahi Pipi nya. Rasanya sangat sakit memikirkan apa yang sebenarnya Terjadi. ia bahkan tidak Tahu harus mencari Tahu kebenaran nya kepada siapa. Kenzo tidak pernah menghubungi nya selama di Luar Negri dengan Alasan Sangat sibuk. padahal Kenzo berjanji akan memperkenalkan Vivian dengan Orang Tua Kenzo yang Ada di inggris.


"Siapa wanita tadi? Kenapa wanita itu yang mengangkat Telepon milik Kenzo? Apa Kenzo sudah menghapus Nomor Ponsel ku. sampai wanita itu saja tidak Tahu bahwa aku yang menelpon. Kenapa kau sangat kejam padaku Paman. Kenapa seperti ini..." Vivian menangis Tergugu. dadanya terasa sesak. Pikiran nya Kalut ia tidak Tahu harus bagaimana lagi.


ia tidak memiliki teman yang dapat di percaya untuk berbagi cerita selain Ron.


"Ron kemana ya.. aku bahkan tidak memiliki nomor ponsel Ron yang terbaru. ia bilang ponselnya Hilang. aku hanya sendirian sekarang.. aku harus mencari Ron. mungkin saja dia bisa membantu masalah ku. aku khawatir pada Kenzo. ini sama sekali tidak masuk akal. mana mungkin Kenzo melupakan ku" Vivian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya. duduk meringkuk bersandar di sofa. Vivian akhirnya beranjak dan segera keluar menuju tempat Kerja Ronald.


Sepanjang perjalanan ia hanya diam termenung memandang Jendela Mobil Taksi yang di tumpanginya. Tubuhnya masih gemetar mengingat ingat suara wanita yang mengangkat telepon nya tadi. saat Vivian mencoba menghubungi Kenzo kembali namun tidak tersambung seperti nya nomor Vivian sudah di Blacklist. "Ini tidak mungkin. sangat tidak Masuk Akal"

__ADS_1


Sesampai nya di tempat Ron bekerja. Vivian langsung masuk bermaksud mencari Ronald. Namun dia di hadang oleh dua orang hidung belang yang mengganggu nya di depan pintu masuk. Dua orang itu berusaha menghalangi Vivian masuk dan menarik tangan Vivian kuat kuat.


"Gadis Cantik kesini mau cari siapa?Ayo ikut kita saja bersenang senang" Dua orang itu sedang Mabuk Berat.


"Lepaskan aku kalian mau apa!" Vivian menangis karena ia kehabisan tenaga tidak bisa melawan.


Vivian teringat Kenzo. saat itu Kenzo datang menolong nya ketika Ada yang mengganggunya. "Tapi sekarang bahkan Kenzo mungkin sudah melupakan ku secepat itu.." Vivian sudah tidak melawan dia bahkan menjatuhkan dirinya ke lantai. "Bawalah aku sesuka hati kalian. sudah tidak ada gunanya aku hidup. Bunuh aku saja! jangan biarkan aku hidup!" Vivian meneriaki kedua orang tersebut.


sementara keadaan tidak terlalu Ramai orang. hanya ada beberapa pelayan yang sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu. mereka fikir pasti vivian hanyalah wanita panggilan yang kekurangan uang. "Bikin repot saja! lebih baik kita pergi saja! " Ucap para pelayan melihat Vivian yang di seret oleh dua orang mabuk tersebut.


"Hahahah kami tidak akan membunuh mu sayang. kamu ikut kami saja kami akan membuatmu senang" Para hidung belang itu benar benar berada di bawah pengaruh Alkohol


Sementara tepat di sekitar kejadian itu Sujin sedang menunggu manager nya yang sedang ada di dalam Bar. Sujin melihat seorang gadis yang sedang di ganggu oleh dua orang mabuk. Sujin memperhatikan gadis itu seperti pernah ia temui. akhirnya ia menyadari gadis itu adalah Vivian yang sedang menangis lemah tersungkur diatas lantai. sedangkan para pemabuk itu menarik narik tangan Vivian.


"Hei lepaskan tangan kalian!!" Teriak Sujin pada dua pemabuk yang sudah tidak bisa di kendalikan.


"Hei hei kau ini siapa?" Dua pemabuk itu terus menarik tangan Vivian. sementara Vivian hanya menunduk ketakutan sama sekali tidak melihat ke arah Sujin. Sujin yang mulai terbawa emosi melihat kedua pemabuk itu dan langsung menghajar mereka sampai Jatuh tersungkur tidak sadarkan diri. mungkin karena mereka sedang mabuk berat jadi sekali pukul langsung tidak berdaya.


Sujin menghampiri Vivian namun Vivian pingsan.


"Vivi kamu kenapa vi? " Sujin menepuk pipi Vivian berulang ulang namun Vivian tidak juga sadarkan diri. Akhirnya Sujin menggendong Vivian menuju mobilnya. ia sampai terlupa bahwa ia pergi ke Bar itu bersama Managernya. Tanpa banyak berfikir ia langsung melajukan mobilnya membawa Vivian menuju Rumah Sakit.


"Vivi bertahan lah.. kenapa bisa sampai seperti ini. bukan kah kamu sedang bahagia karena bisa menghubungi tunangan mu.. tapi kenapa kau terlihat sangat tidak baik. bahkan mata mu bengkak. wajahmu sangat pucat" Sujin terus mengemudi dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena khawatir dengan keadaan Vivian yang belum sadarkan diri juga sampai saat ini.

__ADS_1


Sujin menghentikan mobilnya di depan Rumah sakit terdekat di Kota itu. Vivian di rawat di ruangan rawat inap. Dokter bilang Vivian mengalami Shock dan tekanan darah nya sangat rendah karena itu dia pingsan. Sujin terus menunggu sampai Vivian sadar.


tiba tiba ponselnya berdering. ternyata telepon dari manager nya.


"Seo Jun kenapa kau menghilang! kemana kau pergi?menyusahkan ku saja! Hari ini kamu masih ada rekaman dan jumpa Fans kan!" Teriak Managernya.


"Maafkan Aku kak. aku harus pergi karena Teman ku sakit. aku sedang menjaga nya di rumah sakit sekarang. tolong tunda jadwalnya ya kak. aku akan kembali setelah teman ku sadar" Terang Sujin


"Hei sejak kapan kamu punya Teman hah??!" Sujin tidak menghiraukan pertanyaan managernya itu dan langsung mematikan telepon nya ke posisi Off.


Vivian mulai menggerakkan jari jemari nya. dan menyipitkan mata nyam pandangan nya buram dan kepala nya masih pusing. Vivian menyentuh dahi nya. sambil melihat pelan pelan siapa yang ada di sampingnya.


Sujin yang menyadari Vivian sudah sadar langsung refleks menggenggam tangan Vivian


"Vivian Gadis kecil kamu sudah sadar?" Gaya bicara nya persis seperti Kenzo.


"Kenzo.. kau kah itu? " Gumam Vivian yang masih sangat Lemah.


"Kenzo aku merindukan mu Kenzo.." Vivian terus memanggil nama Kenzo.


"Vivian ini aku Sujin. kau sudah sadar?" Ucap Sujin berusaha menenangkan Vivian


Vivian akhirnya menyadari bahwa pria itu bukan tunangan nya Kenzo. tapi sujin cowok yang dikenalnya di bis. Vivian sangat sedih ternyata Kenzo benar benar tidak datang menyelamatkan ku lagi. Vivian memeluk sujin dan menangis di pelukan sujin seolah mengisyaratkan bahwa ia sudah tidak sanggup menahan rasa sedihnya seorang diri. ia ingin meluapkan semua kesedihan nya.

__ADS_1


"Tenanglah.. aku ada disini bersamamu Vi" Sujin menepuk bahu vivian yang terus menangis di pelukan nya. ia berusaha menenangkan Vivian.


__ADS_2