
3 tahun kemudian..
"Vivian.." kenzo bergumam memanggil nama vivian saat memandang foto vivian yang masih berusia 15 tahun lalu
"sudah 3 tahun kenapa kamu tidak sekali pun mengunjungi paman. apa kamu sudah melupakan paman? bahkan ketika paman datang ke asrama kamu selalu menghilang.. benar benar gadis yang nakal.." sesekali wajah kenzo tersenyum mengingat kelakuan vivian yang sangat manja terhadapnya
"tuan, di bawah ada nona vivian datang berkunjung.. dia bilang ingin menemui tuan.."
"apa? benarkah?"
kenzo bergumam dalam hati nya "sungguh kamu terikat dengan ku. baru saja aku memikirkan mu "
"baik aku akan turun.."
"Paman??" terdengar suara gadis memanggil kenzo dengan sebutan yang sangat tidak asing bagi kenzon
seorang gadis yang sudah berumur 19 tahun dengan gaya elegan dan feminin sangat cantik dan membuat semua laki laki tertarik. (vivian 19 tahun)
"Gadis kecil? itu kamu kah?" kenzo melihat vivian dari atas sampai bawah dia tidak menyangka gadis kecil yang dulu masih sangat manja terhadapnya sekarang sudah tumbuh menjadi seorang Wanita yang cantik.
"Paman.. aku sangat merindukan paman " vivian memeluk kenzo dengan erat
"kenapa kamu begitu melihatku? sekarang aku sudah tumbuh dewasa bukan kah aku sangat cantik?" vivian mencoba menggoda kenzo dengan tingkah nya.
"dasar gadis kecil. tentu saja kamu sangat memesona..
tapi untuk apa kamu datang? bukan kah sudah melupakan paman mu ini?" kenzo memalingkan pandangan nya sebentar ke arah lain karena tidak ingin terlihat bahwa dia terpana melihat vivian yang sekarang
"Ah apa ini.. bahkan aku berfikir dapat melakukan nya.. melupakan perasaan ku pada paman.. ternyata tidak sama sekali bahkan ketika aku tidak berusaha mencari kabar paman.. aku tetap merasa menyukai mu.." vivian berbicara dalam hati
__ADS_1
"kenapa melamun gadis kecil?"
"Paman aku sudah dewasa tidakkah kamu bisa berhenti memanggilku gadis kecil?" vivian memasang wajah kesal
"Ah iya maaf aku terbiasa dan sangat merindukan gadis kecilku. tapi sekarang dia berbeda sudah tumbuh lebih dewasa dan memiliki daya tarik lebih.." kenzo tidak sengaja berbicara seperti itu pada vivian berusaha mengalihkan pandangan nya dari vivian
"apa dia bilang? aku memiliki daya tarik?" vivian bergumam dan kaget mendengar ucapan kenzo barusan terhadapnya
"vivian.. mari makan sama sama. kamu baru tiba.. jangan bengong saja di situ.. paman sangat merindukan mu.."
" oke paman" vivian mengikuti kenzo ke ruang makan
___________
Di meja makan..
" Vivian apa kamu sudah lulus sekolah?"
"lalu? apa rencana mu selanjutnya?" kenzo mengelap mulutnya dan sudah selesai makan
"aku belum tahu.. saat aku selesai sekolah yang aku fikirkan hanya ingin langsung menemui paman.. " vivian tertawa kecil menggoda kenzo
"kamu pasti sangat merindukan paman kan? tapi kamu harus di hukum.." kenzo menghampiri vivian dan duduk di samping vivian
"hah? kenapa aku harus di hukum?"
"ya, karena kamu menghilang saat itu dan pergi ke asrama tanpa bilang dulu sama paman. dan kamu tidak pernah mengunjungi paman selama 3 tahun di asrama. apa kau ada alasan untuk itu? " kenzo memandangi wajah vivian sambil berpangku tangan diatas meja makan
"Apa ini.. mana mungkin aku bilang pada paman aku ingin melupakan dia dengan cara pergi sementara waktu untuk menjauh.. dan sekarang itu tidak berhasil aku masih tetap menyukai dia.." vivian bergumam dalam hati
__ADS_1
"kenapa vivian? apa kamu mau jelaskan?" kenzo mengambil gelas dan menuang air sambil meminumnya pelan. sesekali melirik ke arah vivian
"ah itu tidak ada apapun yang harus aku jelaskan pada mu. aku hanya merasa butuh waktu untuk menjauh.." vivian menggaruk kepala nya sembari memikirkan alasan apa yang akan dia berikan untuk kenzo
"apa kamu ingin berterus terang? katakan saja" lebih mendekat pada vivian
"apa itu bisa? apa kau tidak akan memarahi ku? " vivian menatap kenzo
"apa aku pernah memarahi mu selama ini?" membelai rambut vivian
"itu.. tentu saja tidak. dia tidak pernah sedetikpun marah dengan ku"
bahkan saat vivian membuat nya kesal kenzo tidak pernah marah
"kalau begitu katakan saja kenapa?"
"paman.. bukan kah paman sudah pernah menolakku?" vivian menatap kenzo dengan penuh tatapan harap dan seketika dia menundukkan wajah nya karna tidak sanggup menatap kenzo lebih dalam
"menolak mu?" kenzo memegang dagu dan terlihat agak bingung dengan ucapan vivian tapi kenzo mencoba tetap tenang
"iya bukan kah aku sudah pernah mengatakan aku menyukai mu.. apa kau ingat saat aku berusia 16 tahun?" vivian tidak berani menatap kenzo dalam hatinya tidak berhenti bergetar dan sangat takut kenzo akan menolak nya lagi
"vivian.. aku tidak menolak mu. aku memahami itu sebagai hal yang wajar.." kenzo berusaha memilih kata yang paling tepat untuk tidak menyinggung perasaan vivian
"ya aku juga berfikir begitu. aku kira ini hanya perasaan yang akan hilang dengan sendirinya. aku fikir dengan jauh dari mu aku akan melupakan perasaan itu tapi nyatanya itu tidak pernah berhasil sama sekali.
aku fikir aku begini hanya karena kamu selalu ada di sampingku. hanya karena kebaikan mu.. tapi paman.. aku sungguh tidak bisa berubah.. " vivian terus memejamkan mata nya dengan sangat rapat dia tidak berani menatap wajah kenzo
Sementara kenzo merasa bingung, apa yang harus dia lakukan untuk membuat vivian merasa bahwa dia tidak pernah ingin melukai perasaan vivian.
__ADS_1
seketika suasana di ruangan itu jadi sangat canggung antara kenzo dan vivian.