Panglima Naga Putih

Panglima Naga Putih
Kini ada 3 naga


__ADS_3

Satu hari sebelum keberangkatan Basundara ketapal batas, pada malam harinya ia memanggil mbah Janitra.


"Mohon maaf hamba dihaturkan kepada mbah Janitra"


"Nggeh cah bagus, enten keperluan apa?" Suara mbah Janitra sangat berat mengisi seluruh ruangan.


Bansundara malam itu mengutarakan keinginannya menemui Dewi Upparengga didesa, sudah sekian lamanya ia meninggalkan gadis itu didesa Kemulyan Inggil sana.


"Monggo ngger, mbok Charvi mungkin juga mau ikut. Sekalian mampir di rumah Ni Umbul Sari"


"Adinda Tri Gayana saya mohon ijin ingin pulang kedesanya dan akan kembali besok pagi pagi"


"Oh nggeh, apalagi kalau sudah ketapal batas kita akan lama disana"


"Aku ingin melihat kehadiran 2 naga kanda, biarkan aku disini"


Basu langsung mengambil tongkat dan keris pusakanya, sambil duduk sila ia merapalkan mantranya.


2 naga besar langsung hadir dan bersimpuh dihadapan Basu dan Tri Gayana.


"Apakah tuan puteri ikut juga kedesa?" ucap mbah Janitra.


"Tidak mbah, hanya ingin melepaskan kita saja"


2 naga itu manggut manggut.


Basundara langsung loncat ketubuh naga putih dan sekali hentak sayap mereka membentang dan terbang keatas.


"Ati ati kangmas!" teriak Tri Gayana.


"Njjih suwun!"


Dikegelapan malam 2 naga yang besar itu terbang melintasi hutan, sungai dan perkampungan yang bertebar dibawah sana.


...¤☆☆☆¤...


Malam itu seperti biasa Dewi tidak bisa tidur. Dan ia selalu berdiri diteras rumahnya memandang kearah jalan sana. Tapi malam ini tidak seperti malam biasanya. Perasaannya aneh, apakah ia akan datang? Sang Hyang Widi hadirkan ia ditempat ini..


Baru saja Dewi hendak duduk dikursi kayu diteras itu, diatas langit sana ia menyaksikan 2 sinar merah panjang saling meliuk dan menuju kerumah.


Dewi bangkit dan memandang terus kelangit..apakah benar pandangannya? Benda terbang itu mendekat dan mendekat terus.


"Oh dewata! hiii ular besar sekali!" Dewi berlari masuk kerumah dan mengintip dari balik tirai jendela. Jantungnya berdetak keras.


Pas didepan rumah Ki Randu dua naga besar itu berhenti, kepalanya manggut manggut.


"Loh naga itu bukan ular! pak pak! bangun pak!!"


Ki Randu yang sedang tidur tergugah dengan suara teriakan keras Dewi diluar. Ia bangun dan mengambil tongkatnya.

__ADS_1


"Ada apa nak? ko teriak teriak!"


"Pak liat! 2 naga besar didepan rumah! hiiii!"


Ki Randu berjalan kearah jendela dan melongok keluar. Matanya mendelik seakan mau keluar dari kelopaknya.


"Heeh!! ananda Basundara datang!!" orang tua itu langsung berjalan cepat kearah teras rumahnya.


Dewi kaget, hah Basundara??


Dewi ikut keluar rumah, disana dihalaman rumah seekor naga putih berdiri dan diluar pekarangan seekor lagi naga namun warnanya hijau baru saja mendaratkan tubuhnya ditanah. Debu berterbangan begitu juga dedaunan pada patah.


Basundara meloncat dari atas naga dan berlari kearah Dewi. Gadis itu berlari turun dari teras rumah, saking gembiranya ia berlari dan menangis.


Basundara memeluk dan mengangkat tubuh gadis itu. Ia berputar putar dan menciumi kening Dewi berulang ulang. Kangen bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. Dewi menangis dan terus mendekap Basu.


"Kakang! aku kangen kang ya Tuhan aku kangen!" tidak ia lepaskan dekapannya malah tambah kencang.


"Aku juga Dewi, yuk kita ke bapak"


Keduanya berjalan, tangan Dewi merangkul pinggul Basu. Sesampai didepan Ki Randu, merekapun saling berdekapan.


"Terima kasih dewata, anakku telah pulang!" katanya dalam dekapan Basu.


Beberapa saat kemudian ia mengajak Ki Randu dan Dewi mendekat kearah mbah Janitra. Ki Randu dan Dewi agak takut dan tidak mau mendekat.


"Ki dan Dewi juga, perkenalkan ini Mbah Janitra dan yang diluar sana mbok Charvi..tidak apa apa mereka baik..ayo mendekat" Pelan pelan Ki Randu mendekat dibelakangnya Dewi ikut berjalan.


Ahirnya Ki Randu dan Dewi bisa dan berani membelai tubuh naga yang besar itu.


"Hhhmmmmm" terdengar auman mbah Janitra.


Ki Randu dan Dewi mundur kaget mendengar auman yang berat keluar dari mbah Janitra.


"Bagaimana mbah?"


"Raden saya tinggalkan disini..kami akan menjenguk Ni Umbul Sari, besok pagi sebelum fajar menyingsing kami akan jemput"


"Oh njjih setuju mbah"


Dalam satu kepakkan kedua naga itu terbang, mereka berputar diatas dan ahirnya melesat keangkasa yang gelap.


"Ayok kita masuk rumah!" kata Ki Randu.


Malam itu Ki Randu banyak bertanya dan Dewi hanya duduk disamping Basu mengelus elus tangan Basundara.


"Baiklah, Ki akan masuk kamar tidur, besok pagi bangunkan aku ya..jangan lupa"


"Njjih monggo Ki istirahat"

__ADS_1


Kini saatnya Dewi mengeluarkan segala kerinduan dan kegalauannya selama ini.


"Kang mas, sadar tidak..setiap malam Dewi menunggu kangmas diteras, aku hampir gila kangmas! Kenapa lama sekali Kangmas meninggalkan aku?" kata Dewi sambil menitikkan air matanya.


"Maafkan daku adinda..sebentar lagi negri kita akan berangkat perang dengan negara utara..kangmas akan memimpin oasukan Sri Raja dalam peperangan itu"


"Hah?! ya dewata! bagaimana kalau kangmas gugur? Dewi akan sendirian selamanya!"


"Suush siapa yang bilang akan gugur, yakinlah kangmas akan menang! nanti setelah perang selesai dan kalau diijinkan Sri Raja aku akan memboyongmu kesana..setuju?"


"Kangmas.." Dewi tidak bisa bicara lagi, karena Basu telah mendaratkan ciuman kebibir gadis itu.


Ia berdiri mendekati lampu minyak kecil dipojok ruangan dan mematikannya.


Basu merebahkan tubuh gadis itu ditikar dan ia terus menciumi bibir dan leher Dewi. Gadis itu menggelinjang dan disela sela nafasnya ia merintih.


"Kangmas ambillah..aku sudah siap" bisiknya ditelinga Basu. Malam itu Basu mengahiri kegadisan Dewi.


Lewat tengah malam keduanya bermandikan keringat dan Basu terbaring kelelahan disamping Dewi. Basu menutupkan paha Dewi yang tersingkap dengan kain kebaya. Ia bangkit dan keluar rumah, berjalan menuju sungai dibelakang rumah dan mandi dengan air dingin dari sungai itu Sebentar kemudian Dewi keluar dan mengikuti langkah Basu.


Keduanya berendam disungai, mereka saling berpelukan dan memadu kasih.


"Berikan semuanya kepadaku kangmas..satukan cinta kita.." bisiknya dan Basu memeluk kencang.


"Ya dewata..kuserahkan semuanya..aaah"


...¤☆☆☆¤...


Menjelang pagi, Basu dibangunkan Dewi dan mereka langsung bersama sama membangunkan Ki Randu.


Ternyata diluar para naga sudah menunggu, Basu berlari keluar ia kaget melihat ada 3 naga disana.


"Ngger..apakah bisa memgenal naga ini?"


Basu mendatangi seekor naga yang bertubuh lebih kecil dari 2 naga miliknya, yang ini berwarna merah tua.


"Nak Basu..aku Ni Umbul Sari hehe" kata naga merah itu. Basu kaget dan mundur.


"Ni! lah ko begini?" kata Basu


"Lha..kan sudah aku bilang dulu sebelum njenengan berangkat ke WalungGede..panggil aku kalo diperlukan"


"Waah..3 naga sakti!" kata Basu. Iapun memanggil Dewi dan memperkenalkan Dewi kepada Ni Umbul Sari sang naga merah.


"Ki Randu dan Dewi..sekarang saya akan berangkat ke WalungGede..doakan agar saya selalu selamat..Dewi, kakang akan segera pulang ya, tunggu kakang dirumah, nda usah sering berdiri diteras..hmm" Basu memeluk kekasihnya dan mencium tangan Ki Randu.


Ia lalu loncat keatas pundak mbah Janitra dan naga putih itu mengepakkan sayapnya iapun naik dan terbang diikuti mbok Charvi dan terahir Ni Umbul Sari.


Dewi melambaikan tangannya dan mengirimkan doa untuk keslamatan Basundara.

__ADS_1


...¤☆☆☆☆☆¤...


__ADS_2