
Pertama tama yang kembali adalah Ni Umbul Sari, naga merah itu meliukan tubuhnya dan berhenti tidak jauh dari dimana duduknya Basundara dan Tri Gayana.
"Ni Umbul! Apakah yang ada disana?" kata Basu sambil berlari mendekati naga merah, Tri Gayana juga ikut berlari kearahnya.
"Sudah kuduga ngger, itu adalah para lampor atau setan alas. Entah dari mana mereka, sebab belum lama ini mbah Janitra sudah membersihkan semua lampor ditanah WalungGeni sampai keujung Kulon. Bahkan mbah Janitra sudah bicara secara empat mata dengan raja Jin dan juga bicara dengan semua arwah gentayangan jangan ada yang mengusik rombongan pasukan permaisuri putri"
"Lha jadi mereka ini dari mana?" tanya Tri Gayana.
"Nanti kita tunggu cerita dari mba Janitra setelah membasmi sisa disana, kalo saya sih sudah hampir puluhan lampor yang saya bunuh dan hancurkan"
"Atas perintah siapa mereka kesini?" Basu bingung.
...¤☆☆☆¤...
Setelah selesai memberikan petunjuk kepada puluhan kepala dari 2 pasukan besar itu, Ki Kuda Borsa kembali kekemah Basundara dan melepaskan kudanya dirumput. Ia membasuh wajahnya di air danau yang jernih. Dan duduk menunggu kedatangan Basundara.
Pada saat malam sudah mulai larut, Ki Kuda Borsa yang sudah kenyang makan kelinci bakar tertidur.
Waktu itu kelompok pasukan Tri Gayana sedang duduk berleha leha didepan api unggun. Beberapa tentara mengajak teman temannya masuk kehutan mencari menjangan untuk dipotong dan disimpan dagingnya setelah diberikan bumbu.
"Jangan terlalu jauh ya!" teriak kepala rombongan.
"Baik pak kepala!" Sambil tertawa tawa merwka masuk hutan, jumlahnya ada 20 orang prajurit.
Pelan pelan mereka berjalan tanpa obor hanya dengan perasaan saja. Apabila obor dinyalakan menjangan akan lari, oleh karenanya mereka jalan mengendap endap. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa tadi siang ia sempat melihat 2 ekor menjangan memasuki area perkemahan.
Setelah mereka berjalan sampailah disebuah kali yang tidak begitu besar..salah satunya dari mereka memberikan isyarat kepada lainnya.
"Lihat! diseberang kali ada 2 ekor sedang berjalan"
Prajurit lainnya melihat dan oelan oelan menyeberangi kali. Anak panah terpasang dibusur, siap dilepaskan.
Ke 20 prajurit telah sampai diseberang kali dan mulai naik keatas tanah, mereka kaget melihat sekumpulan wanita muda sedang mandi diujung kali sebelah sana.
"Waduuh gadis gadis desa..suush jangan berisik"
"Suuush.." kata seorang temannya kepada yang lain.
20 prajurit muda itu tiarap mata mereka mendelik melihat lekuk tubuh para gadis yang telanjang sambil mandi diair yang jernih.
Mulut para prajurit menganga dan jakun mereka naik turun.
"Bagaimana kita kesana?"
"Ayok..pelan pelan jalannya"
Mereka berjalan pelan, salah satu dari mereka menginjak ranting kering dan patah..suaranya menggema didalam hutan itu.
__ADS_1
Traak!
Gadis gadis menggiurkan itu memalingkan wajah mereka kearah datangnya bunyi ranting yang patah. Salah satu dari mereka berdiri dari air, tubuhnya aduhai, ia telanjang bulat tanpa sehelai pakaianpun menutupi payudara hanya sebelah tangannya yang menutupi area bawahnya.
"Hai pemuda yang ganteng! Jangan pada berdiri disitu! ayok ikut ma di airnya sejuk"
"Haah!" para prajurit kaget, bukannya diusir malah diajak mandi. Wanita lainnyapun memberikan lambaian tangan dan senyum yang sangat sexy.
"Gila! kita dapat untung malam ini..ayok cepet kesana!" kata seorang orajurit yang bertubuh gendut.
20 orang itu langsung berlari dan membuka baju celana dan meletakkan pedang pedang mereka ditanah.
"Ayok kakanda kita mandi bareng, jangan sungkan"
kata seorang gadis dengan lesung pipit dipipinya. Gadis itu menarik seorang prajurit dan berdua mereka berenang menuju ketengah.
Seorang prajurit yang belum pernah melakukan hubungan badan dengan wanita terlihat sungkan dan malu. Dari awal dia menutupi *********** dengan kedua belah tangannya.
"Sini sayang, mbok ajarkan ya..jangan malu malu..ayok sini" gadis berambut hitam pekat dan tubuh montok itu menarik kedua tangan sang prajurit. Gadis itu terbengong bengong melihat ******** pemuda yang sudah siap tempur!
"Lho sudah berdiri! aku suka! yuk kita masuk kedalam air" Gadis itu menuntun perlahan lahan masuk kedalam air. Mereka berdua berendam didalam air. Tangan gadis itu turun kebawah.
"Kakanda..puaskan aku ya"..
Disebelah ujung dibawah daun yang lebar 2 prajurit sibuk melayani seorang wanita yang keliatannya supermaniak.
...¤☆☆☆¤...
Sudah hampir satu jam lamanya, 20 prajurit belum kembali, sang kepala kelompok barusan paling belakang kawatir. Tadi ia sudah mendengar bahwa tidak boleh ada yang berhubungan atau bicara dengan wanita.
"Ah lebih aku masuk hutan dan periksa" ia lalu memanggil salah satu bawahannya.
"Ayok kita masuk kehutan..20 prajurit belum pulang sudah cukup lama mereka didalam"
Keduanya berangkat jalan kaki dan menyalakan obor sebagai penerang jalan.
Mereka berjalan jauh kedalam sampai ahirnya melihat sungai mengalir.
"Pak de!" kata prajurit kepada atasannya.
"Apa? kenapa?"
"Liat! air sungai ko merah..lho ini darah manusia!"
"Dari sebelah sana datangnya..ayok kita kesana!"
Baru saja mereka hendak menyeberangi kali tiba tiba mereka mendengar teriakan.
__ADS_1
"Jangan! ampun Jangan! aaah!!"
Kedua prajurit itu saling memandang.
"Suara siapa itu?" kata kepala kelompok.
"Liat disana!!" teriak sang prajurit.
Diseberang sungai ia melihat seorang laki telanjang mencoba berlari kearah sungai, kedua tangannya menjulur kedepan. Matanya melotot ketika melihat 2 orang prajurit diseberang kali.
"Tolong! tolongin saya!"
Kedua prajurit berlari ketengah kali hendak menolong laki laki naas itu. Tapi, tidak kesampaian..mereka melihat sesosok perempuan dengan rambut terurai mulut penuh darah melompat dan mencekram leher laki laki yang berteriak itu.
"Aaahhh!"
Ia jatuh telungkup diatasnya sosok wanita telanjang sedang menggigit punggung laki laki itu dan mengoyaknya. Darah muncrat kemana mana.
Wanita setan itu tiba tiba menengok ketengah kali dimana 2 prajurit sedang terbengong bengong. Wanita itu menunjuk kearah mereka sambil mengusap mulutnya yang penuh darah.
"Kalian akan kusantap! Sini kalian!!" jerita wanita itu.
Kedua prajurit tadi langsung balik arah dan tergopoh gopoh berusaha balik ketepian kali. Sayang, prajurit pengawal tergelincir batu licin ia jatuh.
Cebuur!!
"Tolong aku! kakiku keseleo!" jeritnya.
Sang kepala kelompok mendengar langsung berbalik arah dan menolongnya.
"Cepat pegang bahuku! ayo berdiri kamu bisa! ayo prajurit!!"
Ahirnya mereka sampai ditepian. Kepala kelompok sempat menengok keseberang kali. Wanita setan itu masih lahap memakan bokong pemuda sial itu.
"Hiiiihh" ia bergidik dan membopong temannya keluar dari hutan.
"Tolong! Tolong! Tolong!" ia berteriak teriak ketika keluar dari hutan.
Semua prajurit yang sedang tidur atau istirahat serentak bangun. Langsung memegang senjata tombak dan pedang mereka. Mereka mencari dari mana datangnya teriakan.
Ki Kuda Barso tiba tiba datang dengan menunggangi kuda diikuti 3 orang kesatria yang semuanya naik kuda.
"Ayok sebagian ikut aku, lainnya berjaga jaga, jangan sampai ada yang lengah!" ia menghentakkan kakinya diperut kuda dan memacu masuk kedalam hutan diikuti kira kira seratusan prajurit.
...¤☆☆☆☆☆¤...
__ADS_1