Panglima Naga Putih

Panglima Naga Putih
Pertempuran melawan lampor


__ADS_3

Ki Kuda melarikan kudanya dengan gesit, ga percuma namanya Ki Kuda, memang ia dijuluki nama Ki Kuda karena ia sangat piawai menunggang kuda. Satu tangan memegang obor yang menyala satunya lagi memegang sais kuda.


"Semuanya..teriak! haaaaa!!" ia memerintahkan semua prajurit berteriak.


"Haaa! Hahaaaa!!! Hahaahaa!!" mereka berteriak teriak sepanjang perjalanan.


Diujung hutan Ki Kuda bertemu dengan 2 prajurit tadi.


"Ada apa dengan kalian?"


"Ki! kami masuk kedalam..mencari teman yang hilang..ternyata mereka dimakan setan Ki! mengerikan Ki!"


"Berapa orang yang hilang didalam?"


"20 Ki! semua mati dimakan! saya dan wakil mencoba masuk tapi...dihadang, ati ati Ki! aduuh... kaki saya sakit Ki!"


"Ya sudah kalian istirahat dan perintahkan kepada lainnya untuk rapatkan barisan!"


Langsung Ki Kuda menghentakkan kudanya dan melesat masuk hutan.


Binatang binatang yang mendengar teriakan teriakan liar dari para prajurit semua pada lari menyingkir bahkan seekor ular sanca sebesar pohon dengan panjang 3 meter terganggu dan meliukkan badannya dipohon untuk naik lebih keatas lagi. Dari ketinggian ia melihat kebawah banyak orang dibawah dengan tombak dan pedang berlarian. Instingnya mengatakan jangan ganggu mereka..biarkan mereka mengejar entah apa..


...¤☆☆☆¤...


Ki Kuda Borsa menarik tali kendali kuda dan berhenti pas ditepian sebuah sungai, ia menurunkan obornya diair..ia kaget melihat air sungai berwarna merah!


"Ki Bango, Ki Jalar dan Ki Kudung kalian menyebar, aku masuk dari tengah sini membawa 25 orang, Ki Jalar bawa 25 orang dan Ki Kudung bawa 50 orang masuk dari sebelah kanan..ati ati semuanya! nyalakan obor seterang terangnya! Hiaaa!"


Ki Kuda Borsa mulai menyebrangi kali..ia berhenti sejenak dan menerangi seonggokan bangkai manusia yang hilang semua punggungnya hanya tersisa kepalanya saja.


"Kurang ajar!.ayo kita maju! Semua teriak HAAAAA!"


Prajurit dibelakang Ki Kuda ikut berteriak tak lama kemudian prajurit dikelompok Ki Jalar dan Ki Kudungpun ikut berteriak, gema mereka membahana ditengah hutan.


Wanita wanita setan yang sedang melahap daging manusia diujung kali berhenti memangsa. Satu sosok yang paling dominan mendesis keras.


"Heeesssh!! tinggalkan tempat ini! kita berpencar! naik keatas pohon semua! cepat!"


Lima belas wanita setan melepaskan makanan mereka dan terbang keatas pohon. Mereka bergelantungan layaknya seekor kelelawar.


Ki Kuda menjalankan kudanya perlahan lahan matanya melotot kekiri dan kekanan.


Tiba tiba terdengar suara tinggi ketawa seorang wanita.

__ADS_1


"He he he he..!!"


Ki Kuda melirik kearah pohon tinggi didepan dan mengacungkan obornya tinggi, disalah satu dahan yang besar satu sosok wanita dengan posisi berdiri terbalik tertawa terkekeh..tidak lama, dari beberapa pohon dekat Ki Jalar dan Ki Kidung terdengar jeritan panjang yang memilukan.


"Hiiiiiaaaaahahaaa!!"


Berkali kali jeritan itu datangnya, bulu kuduk para prajurit berdiri.


"Tahan diposisi kalian jangan ada yang takut! kita prajurit WalungGede tidak pernah takut!" teriak Ki Kuda, sambil memutar mutarkan kudanya.


"Hai demit!! turun kalian kalau berani!! jangan hanya diatas pohon!! turun dan perangi kita!!"


teriak Ki Kuda. Ia kini menghunus keris saktinya dan mengacungkan kepada para setan.


...¤☆☆☆¤...


"Ada apa disini?" Ternyata Basundara dan Tri Gayana mendengar hiruk pikuk dikemah ujung belakang dekat hutan dan langsung datang memeriksa.


"Lapor ndoro raden dan putri, ada lampor didalam hutan..sudah menyantap 20 teman kita!"


"Haah lampor?!"


"Benar ndoro raden! sekarang Ki Kuda Barso dan Ki Jalar juga Ki Kidung masuk kehutan membawa 100 prajurit mengejar para lampor!"


"Setan alas! ayok dinda kita masuk! Hai mana kepala kalian!?"


"Njjih..pak de Menak, kamu sementara menjadi kepala pasukan belakang nggeh, atur agar semua prajurit aman..saya dan permaisuri puteri akan masuk hutan"


"Njjih..doa dan sujud kami kepada ndoro raden dan kagem puteri Tri Gayana khususnya"


Basundara dan Tri Gayana memecut kuda mereka dan melesat masuk kedalam hutan.


...¤☆☆☆¤...


Baru saja Ki Kuda berteriak tiba tiba sekelebat bayangan hitam menyambar prajurit yang berdiri dibelakangnya. Langsung 15 orang meregang nyawa, darah muncrat keluar dari leher mereka.


"Jaga posisi jaga posisi! liat keatas semua!"


Dari arah sebelah kanan tempat Ki Kudungpun demikian, kelebatan kelebatan hitam menyambar kekiri dan kekanan. sebanyak 30 prajurit menjerit dan tumbang. Kini giliran Ki Jalar kena sasaran serang.


Belum sempat Ki Jalar menyabetkan tombak saktinya, 15 prajurit sudah tumbang.


Ki Kuda Barso loncat dari punggung kuda.

__ADS_1


"Ki Jalar! Ki Kudung satukan kekuatan, lepaskan ilmu Jrambah!!" teriak Ki Kuda.


Ketiga kesatria itu mengatubkan tangan mereka dan membacakan rapalan mantra. Namun belum selesai mantra dibacakan, sosok kepala wanita setan telah terbang turun dan menyabetkan sebuah kain merah.


Jedaar!


Ujung kain itu menghantam ketiga kesatria WalungGeni. Ketiga orang itu terpental dan mereka muntah darah.


"Hahaha! anak anak baru gede sok jagoan!"


"Hihihihi!! lima belas sosok wanita berkain hitam dan mulut penuh darah telah turun tapi mereka semua mengambang tidak menyentuh tanah.


"Hari ini kalian semua akan mati dan menjadi santapan kita..hahahaha!!"


"Terimalah kematianmu!!" Sosok wanita setan itu mengangkat tangan kanannya, api besar menyala diujung jari jemarinya yang panjang dan keriput.


Pada saat itu tiba tiba 2 sosok melesat masuk dan langsung melemparkan kekuatan.


Dhuuaaar!!


Suara benturan keras sekali, sebuah kilatan cahaya menerangi hutan yang gelap itu. Sosok wanita setan sang pemimpin kelompok terjungkal 3 meter kebelakang.


Basundara dan Tri Gayana tiba tiba muncul dan berdiri mengambang diudara.


"Paman! semuanya mundur ini urusan kita!" teriak Basu.


Saat itu lima belas sosok hitam melejit dan bersatu mereka terbang kearah Basundara dan Tri Gayana.


Dengan sekali libas, Tri Gayana melepaskan kain ikat pinggangnya. Setiap sobekan dan setiap goresan tepat mengenai sasaran. Kemudian Tri Gayana duduk bersila dan komat kamit, masih dalam posisi duduk bersila ia kemudian melenting keatas dan mengerahkan ajian 'Trumbosono' semua 15 wanita setan hancur berkeping keping pecah bagaikan sebuah piring dihempaskan ketanah.


Basundara sendiri kaget melihat keampuhan aji Trumbosono, seinget dia Ki Dewa Selasih pernah cerita bahwa hanya ada 3 orang yang bisa menguasai ilmu Trumbosono di dunia dan alam halus. 3 orang itu semua berada diGunung Semeru, tapi dua sudah meninggal tinggal satu orang yang bisa.


Berarti, Tri Gayana pemilik ilmu yang ke 4 ! wah hebatnya!


Pelan pelan sang kepala wanita setan, bangkit dan berusaha mempersiapkan diri. Tapi,ia histeris melihat anak buahnya hancur menjadi debu.


"Bangsat kalian! Hiiiaaaa!!" ia terbang dan melepaskan sebuah ajian kearah Tri Gayana.


"Awas dinda!" teriak Basundara.


Tri Gayana melirik, dan melekukkan kedua tangannya kedada dan melepaskan sebuah pukulan jarak jauh..bersamaan Basu juga melepaskan sebuah ajian 'Tangkep roso' sebuah ajian untuk menjerat lawan.


Dheer! Sresett!

__ADS_1


Pukulan Tri Gayana tepat sasaran, sang kepala setan kembali terjungkal dan kali ini ia seakan terikat oleh tali ghoib.


...¤☆☆☆☆☆¤...


__ADS_2