
Hati-hati Pelangi, waspada!"Gumam Bintang kepada Pelangi agar berhati-hati melangkah menuju batuan yang berdiri di atas genangan air itu.
Kedua sejoli itu pun berhati-hati dalam melangkah mendekati pintu transparan yang tampak berada di atas batu.
Makin dekat mereka dengan tumpukan batu itu makin tampak pula pintu transparan tersebut.
Pelangi pelan-pelan menaiki batu itu diikuti Bintang.
Ketika sampai di atas batu tersebut, dengan lirih Pelangi berbicara kepada Bintang.
"Bagaimana bisa ada pintu di atas batu ini, pintu yang aneh?"
Bintang tak menjawab. Hanya diam dan fokus memerhatikan pintu itu dengan teliti. Bintang berdiri tegak lalu bertanya jawab di kepalanya, apa yang ada di balik pintu itu.
Lima menit berlalu, Bintang masih mengeryitkan dahi berfikir serius. Ia masih berdiri tegak depan pintu belum berani menembusi pintu transparan.
Lama mengingat-ngingat akhirnya Ia teringat sebuah kisah kakeknya dulu waktu masih menjadi pemburu.
Waktu itu Ia beristirahat dengan sang kakek di bawah pohon mangga, dalam istirahatnya sang kakek mengisahkan sebuah cerita pada Bintang.
"Di sebuah kerajaan kuno, yang hari ini sudah tidak ada lagi tampak kerajaan tersebut. Dalam kerajaan itu sebuah ruang rahasia, di sembunyikan oleh raja."
"Ruangan itu konon kata pejabat dalam istana mengatakan bahwa ruangan itu memiliki pintu transparan, seperti kaca tembus pandang."
"Pintu itu tembus ke ruangan kerja raja di dalam ruangan kerjanya ada lagi sebuah ruang rahasia. Entah apa di dalam ruangan itu? Akan tetapi raja menyembunyikan banyak sesuatu di sana."
"Namun pintu transaparan tersebut di letakkanya oleh Raja di sebuah tempat di mana tempat itu orang-orang tidak dapat mengira atau menemukan keberadaanya."
"Raja sengaja menyimpannya di tempat yang paling aman agar ruang rahasia itu kelak ketika ada penyerangan secara mendadak maka apa-apa yang telah di sembunyikan Raja dapat aman dari serbuan."
"Kenapa bisa ada serangan kakek? Bukanya itu adalah kerajaan besar.? " Tanya Bintang kepada kakeknya di bawah pohon mangga.
"Waktu itu perampokan ada di mana-mana, termasuk kerajaan yang jendralnya sangat berhati buruk sepanjang hidupnya. Jendralnya adalah Bomel terkenal dengan kebengisanya."
"Jendral itu tersiar di mana-mana keburukanya, kesombongannya, kecongkakannya, tak mengenal rasa belas kasihan kepada siapa pun."
"Namun seiring berjalanya waktu, ada juga yang lebih sadis yaitu para iblis. Iblis di kala itu sungguh mengerihkan."
"Apakah Iblis ada juga Kakek?"Tanya Bintang penasaran dengan cerita kakeknya.
__ADS_1
" Iya ada Cu, Iblis itu tidak membunuh tapi berambisi untuk menghancurkan kehidupan manusia. Iblis sangat ditakuti sebab mampu menggoda manusia dan manusia itu setelah di godanya akan berbuat semaunya, di bekalinya pula dengan kekuatan pula."
"Sehingga ketika manusia sudah berbuat kerusakan maka mereka pun senang puas sebagai Iblis."
"Kok kenapa bisa di takuti Kek? Ibliskan tidak membunuh." Selidik Bintang.
"Memang tidak membunuh tapi manusia yang berhasil dibujuknya akan berbuat kerusakan dan akan saling membunuh."
"Orang yang sukses di bujuknya akan di bekalinya dengan kekuatan Iblis. Sehingga orang itu mampu memporak-porandakan apa saja."
Seketika itu Bintang terbangun dari lamunanya, mengetahui di balik pintu transaparan itu ada sebuah ruangan khusus yang tersembunyi. Yaitu sebuah ruangan Raja.
"Pelangi kita masuk sekarang."Pinta Bintang kepada Pelangi.
Tanpa rasa ragu mereka pun masuk melalui pintu transaparan tersebut, ketika masuk melangkah melewati pintu itu, langsung mereka terseret seolah-olah tertarik ke dalamnya.
Sepuluh detik mereka terlempar ke dalam, usai melewati pintu transparan tersebut. Akhirnya mereka berdua berdiri di depan sebuah pintu yang bertuliskan SELAMAT DATANG.
Pelangi terperangah melihat ukiran di depan pintu tersebut seolah-olah kehadiranya di tahu oleh seseorang yang tiba-tiba menyambutnya dengan ucapan selamat datang.
Bintang melangkah mendekati pintu yang berukiran itu. Dan kemudian Ia menyuruh Pelangi membuka pintunya.
Sejurus kemudian, Pelangi membuka pintu tersebut. Saat membuka pintu itu, Pelangi susah membukakan pintunya, berkali-kali Ia membukanya tapi tetap tak bisa.
"Bintang susah sekali pintunya?"Ujar Pelangi sambil mengatupkan rahangnya dengan terus terusan mencoba membuka pintunya.
Pelangi berhenti sesaat. Lalu mencobanya lagi.
"Tetap susah, pintunya tak sedikit pun goyah." Gumam Pelangi.
"Bagaimana ini? "Tanya Pelangi menyerah.
"Coba cungkil, pakai potongan besi ini!"Tukas Bintang sambil memberikan sepotong besi berbentuk pipa.
Pelangi mengambil lalu memaksa membukanya tapi malah potongan besi itu yang meleleh ketika bersentuhan dengan ensel pintu.
Pelangi terkejut melihat potongan besi yang meleleh.
"Jangan dekat-dekat! Menjauh dari situ." Perintah Bintang kepada Pelangi yang terus menerus mencoba mencungkil pintu tersebut.
__ADS_1
"Sepertinya pintu ini Bintang memiliki suatu keanehan. Waktu aku mendekatkan potongan besi itu seketika enselnya bergeter tapi sedikit saja." Lirih Pelangi.
Bintang memandang sesaat, lalu mencoba memegang enselnya kenapa sampai sesulit itu di buka oleh Pelangi.
Di pegangya ensel pintu itu, ketika bersentuhan ensel pintu dengan telapak tangan Bintang saat itu juga suatu keanehan terjadi.
Sebuah larik cahaya bersinar terang melalui celah pintu, cahaya itu bersinar sampai sinarnya tembus ke luar dalam Gowa. Lantas pelan-pelan pintu tersebut terbuka lebar.
Pelangi yang menyaksikan kejadian tersebut, terkejut hingga tak percaya dengan apa yang disaksikannya.
Pintu yang tadinya susah dibukanya malah terbuka semudah itu saat Bintang menempelkan telapak tangannya ke ensel pintu.
"Wah, menakjubakan."Lirih Pelangi pelan-pelan sambil tak henti-hentinya memandang telapak tangan Bintang yang baru di turunkanya usai membuka segel pintu.
"Kok bisa ya, tanganmu buka segel pintu ini? Benar-benar menakjubakan." Gumam Pelangi masih dalam keadaan takjub.
Namun Bintang tak memedulikan sahabatnya itu, segera Ia bergegas menyisiri dalam ruangan rahasia itu.
Seketika mereka memeriksa ruangan rahasia milik Raja. Satu jam berputar-putar dalam ruangan tersebut, tak ada sesuatu yang special yang mereka dapati kecuali rak-rak buku.
Rak itu memiliki berbagai buku tua. Ruangan Raja sepenuhnya berisikan kertas-kertas tua dan tumpukan buku yang sudah usang. Selain buku tua, debu-debu melengket di atas kertas dan meja tempat Raja bekerja.
"Tak ada apa-pa Bintang di sini selain kertas saja." Ketus Pelangi.
Bintang diam saja sambil memerhatikan sudut-sudut ruangan. Di perhatikanya rak buku, belakang rak buku, tembok-tembok sekitar. Namun tetap tak menemukan apa-apa di sana.
Ketika setengah jam berputar-putar akhirnya Ia menemukan sebuah garis yang mencurigakan di bawah meja Raja.
Ditelusurinya oleh Bintang garis tersebut di bawah meja. Di singkirkannya meja lalu di bukanya pelan-pelan pengalasnya.
Saat sempurna pengalas tersingkirkan di situlah sebuah pintu kecil terlihat. Pintu itu memiliki segel seperti pintu awal mereka masuk.
Namun segelnya mudah saja dibukanya ketika menempelkan telapak tanganya ke segel itu. Setelah terbuka, Bintang mengangkat pintu itu, memindahkanya ke samping.
Pintu itu langsung terhubung ke anak tangga, sehingga Bintang bisa turun ke bawah.
Bintang turun diikuti Pelangi. Tiba di bawah, dua sejoli tersentak kaget melihat apa yang ada di depanya.
"Sungguh menakjubakan?"Gumam Pelangi sambil tak hentinya melepas tatapanya.
__ADS_1
"Emas."Lirih Pelangi sambil mengeryitkan dahinya terkejut.