
Kamu tahu sendiri Nak. Yang kita tempati ini adalah bumi sedang dia di langit. Dia berada di ketinggian yang tak bisa kita capai dengan kuda atau keledai-keledai yang biasa kita pergunakan sebagai kendaraan berlalu lalang. Dan langit itu bukan bumi bisa kita tempuh dengan jalan kaki putriku. Tidak sembarang orang yang bisa ke langit Nak."
"Oh, baiklah Ayah, semoga kelak kita dapat bersua dengan Bintang ayah dan kita bisa menyampaikan rasa terimakasih kita ayah."
"Iya putriku."
Sedangkan Bintang bersama Pelangi kembali ke Langit, memakai pesawat berbentuk kepiting. Pelangi adalah sang pengendali pesawat terbang terhebat dalam sejarah pesawat di berbagai klan. Tak seorang pun yang dapat menyainginya.
Sebelum Pelangi mendaratkan pesawatnya di Klan Oranus, Pelangi lebih dulu membawa Bintang mengelilingi permukaan Klan tersebut. Di Kelilingnya sambil menjelaskan detail kenapa mereka pindah ke Klan Oranus.
"Di sana ada danau panjang sekitar sepuluh ribu meter dan di dalamnya ada rumah kaca. Dilindungi oleh hutan bakau."Tunjuk Pelangi sambil memegang tuas kemudi.
"Di mana danaunya saya tidak melihatnya!"Potong Bintang di samping Pelangi.
"Sebentar, masih terlindungi oleh gunung itu."Lirih Pelangi.
Enam puluh detik kemudian, saat gunung tinggi terlewati barulah terlihat sebuah danau panjang setengahnya air yang memanjang setengah dirimbuni oleh hutan mangrove. Airnya jernih, ikan-ikan terlihat di dalamnya, di atasnya banyak burung-burung beterbangan ke sana ke mari.
"Wah, indah sekali Pelangi! Oh ya kenapa bisa kalian pindah ke sini?
"Sebenarnya Tuan Putri tidak menginginkan pindah ke Oranus ini. Tapi karena desakan dari Kerajaan dari berbagai klan akhirnya Tuan Putri terdesak untuk pindah ke negri ini. Selain itu juga desakan dari Klan Jupiter, untuk mengosongkan tempat adalah desakan yang sangat keras. Jadi Raja memilih pindah daripada berperang karena perang akan memakan korban yang tidak sedikit, banyak yang di rugikan. Kata Raja biar pindah asal nyaman dan tidak melukai rakyatnya."
__ADS_1
"Terus bagaimana dengan pesawat tempurnya kalian?"
"Kami tak punya pesawat sendiri, apalagi pesawat tempur, pesawat tempur yang kami miliki dulu, sudah di tarik oleh pemiliknya sejak empat puluh tahun yang lalu. Namun Tuan Putri sebagai Raja kami memilih untuk membangun sendiri. Tuan Putri menyuruh para Penasehatnya untuk bisa membuat pesawat bagaimana pun caranya."
"Sekarang ada seratus jet tempur yang di miliki oleh Klan Oranus. Semuanya itu sudah di uji coba dan berhasil cemerlang dalam uji coba itu." Tutup Pelangi.
"Apakah ini termasuk jenisnya juga?"Tanya Bintang.
"Tidak. Pesawat ini adalah pemberian dari pemerintah Klan Bulan. Mereka mengasihani Tuan Putri dan rakyatnya sehingga Rajanya menawarkan beberapa pesawat tercanggih mereka untuk di berikan kepada Tuan Putri untuk dipergunakan di negri Tuan Putri yang baru."
"Selain itu juga, Tuan Putri merahasiakan pembuatan pesawat ini agar tak diketahui oleh seluruh Klan. Bila mana di ketahui oleh Klan-Klan lain maka bisa jadi ada bahaya besar yang akan mengancam negri Tuan Putri yang baru ini."Terang Pelangi sambil memerhatikan permukaan Oranus yang diterbanginya.
"Oh, begitu. Terus kenapa kalian memanggilku ke Klan baru ini? Saya pikir masih Klan yang dulu."
"Tidak lagi Bintang. Dulu memang Tuan Putri bersikeras tak mau keluar dari Klan itu, akan tetapi melihat keadaan semakin buruk dan mengancam keselamatan rakyatnya. Ia memilih pindah saja dari pada malapetaka menimpa rakyatnya. Lagian di sini lebih aman ketimbang di Klan langit."
"Apalagi di Klan langit menjadi tempat perang para raja-raja yang haus akan kekuasaan."Tutup Pelangi.
"Bukankah Klan Langit itu memiliki sekat yang tak bisa di tembusi oleh pasukan Klan mana pun? Termasuk Klan terjauh yang dianggap mumpuni kemampuannya untuk menembusinya."
"Sekat yang di buat sebagai pembatas dengan para Klan itu telah lama di buka. Tuan Putri sendiri yang membuka Klan itu. Biar ada penyekatnya tetap saja jet tempur yang di miliki oleh Klan Jupiter dan Klan-Klan lainnya mampu mendeteksi keberadaannya. Inilah yang dipikirkan Tuan Putri sebab akan bahaya bagi keselamatan rakyatnya."
__ADS_1
"Oh begitu. Terus bukankah berpindah membutuhkan anggaran besar dan tentu juga akan merugikan masyarakat yang telah memiliki bangunan besar, seperti gedung berlantai karena di Klan Langit saya sudah melihat banyak juga gedung-gedung besar."
"Iya betul, tapi pemerintah sebelum mengambil kebijakan ada proses pemufakatan terlebih dahulu agar tak dapat merugikan semua belah pihak."
"Bagus. Harus memang begitu supaya tidak ada yang merasa dirugikan dengan perpindahan itu. Jika berpindah tanpa ada musyawarah sebelumnya nanti akan sama hasilnya dengan perpindahan ibu Kota Mars yang tak sedikit rakyatnya yang menolak. Hingga saat ini rakyatnya masih tak terima dengan perpindahan itu. Di mana ibu Kotanya? Dan rumah-rumah warga di mana dari tadi hanya hutan saja kita lihat ini."
"Ibu kotanya kami bagi dua, satu kami tampakkan satunya lagi kami sembunyikan. Satu ada di sebelah bukit Sirimau kami jadikan pusat perkotaan dan perindustrian dan yang ke dua ada di bawah danau tadi. Di bawah danau itu ada kota besar dan itu juga dijadikan tempat perlindungan warga selain pusat perekonomian juga tempat tersembunyi dari para pasukan Klan lain."
"Berarti saya ketinggalan berita, sampai-sampai kemajuan seperti Klan Oranus yang di tempati Tuan Putri saya tidak ketahui. Ini sangat luar biasa, bukan sekedar perpindahan Ibu Kota saja akan tetapi sekaligus dengan rakyatnya. Jika Klan lain yang melakukannya tidak akan secepat ini dan tentu ini bukan biaya sedikit Pelangi."
"Soal dana, Tuan Putri memang menyiapkannya dari sejak dulu. Dalam sistem pemerintahannya Tuan Putri selalu menyiapkan dana hibah untuk negeri-negeri yang tertimpa musibah. Tiap tahun rakyat dan seluruh pemerintah termasuk Tuan Putri sendiri berdasarkan aturan yang di sepakati bersama mewajibkan satu juta pertahun tiap kepala keluarga dan itu tidak pernah terpakai selama ribuan tahun yang lalu sehingga dana itu tertampung."
"Jadi dana itu yang kalian pakai untuk pembangunan?"
"Iya. Dana hibah itulah yang kami pakai untuk proses pemindahan ibu Kota."
"Apa ada bantuan dari Klan lain? Baik berbentuk materi atau bantuan kemanusiaan."
"Tidak ada Bintang. Sebab Tuan Putri memang mencegah itu agar prosesi pembangunan tak di ketahui oleh orang-orang yang bukan penduduk kami. Tapi sebelum proses pembangunan banyak juga Klan yang menawarkan bantuan tapi Tuan Putri selaku Raja kami, junjungan kami tertinggi tak mau menerimanya."Tutup Pelangi.
Satu jam penuh Pelangi, membawa sahabatnya Bintang keliling di atas Klan Oranus, memperlihatkan Bintang dan sekaligus menerangkan tentang masa depan Klan Oranus. Ketika usai berkeliling barulah Pelangi menurunkan pesawatnya ke halaman istana Tuan Putri.
__ADS_1