PEDANG ABADI

PEDANG ABADI
Mencari Meteor


__ADS_3

Iya, Berhati-hatilah kalian Bintang sebab saingan kalian adalah orang-orang hebat."Pesan Ratu Balkis.


"Baik Ratu."


Usai pamitan Bintang pun di antar ke tempat pesawat buatan Klannya sendiri. Pesawat itu berbentuk kipas angin. Pesawat itu lengkap peralatannya. Sehingga dapat memudahkan dan sekaligus melindungi mereka dari serangan nantinya.


Ketika Bintang sampai di pinggir pesawat dan siap- siap naik, hendak naik ke dalam, Ratu Balkis memberinya lambaian tangan dan ucapan semangat berjuang bersama Pelangi. Di balasnya pula dengan senyum dan lambaian tangan.


Usai itu Bintang masuk dan Pelangi mulai menerbangkan pesawatnya yang berbentuk kipas angin atau piring. Pesawat itu di beri nama oleh Tuan Ratu yaitu Piring karena modelnya yang ramping dan bulat sehingga di namakanya piring.


"Bintang buka Peta kita pelajari lebih dulu di bagian mana tempatnya!"Ujar Pelangi sambil menerbangkan pesawat menuju ke Bumi.


"Tidak usah kita memakai peta Pelangi."


"Kenapa?"


"Ada benda ini diberikan oleh Sang Ratu. Saya tidak tahu kegunaanya tapi ini untuk mendeteksi apa yang kita cari."


"Pelangi menangkap apa fungsinya. "Oh, ya, benda ini memang detektor tercanggih yang di miliki oleh Klan Oranus. Bisa mendeteksi benda-benda di permukaan maupun benda dalam tanah se dalam ratusan ribu mil ke dalam tanah."


"Oh ya!"


"Iya Bintang."


Di masukkannya benda itu yang berbentuk Flashdisk ke dalam mesin detektor, tak lama kemudian muncul sebuah gambar di layar piring itu, sebuah gambar dan berbagai titik yang di tandai dengan warna merah.


"Bintang ini permukaan bumi seluruhnya, dan titik-titik hitam ini menujukan pemukiman warga sedang titik yang berwarna biru ini adalah laut dan danau. Dan titik-titik merah ini yang saling silang dan mengerucut adalah petunjuk arah menuju ke lokasi yang kita tuju."


"Kenapa di layar banyak sekali garis merahnya Pelangi?"


"Tunggu sebentar!"Gumam Pelangi sambil mengaktifkan kemudi otomatisnya.


"Nah, perhatikan garis merah ini, ini adalah petunjuk awal ketika sampai di bumi. Garis titik merah ini yang melengkung merupakan petunjuk arah pertama menuju titik ke dua. Di dua titik ini ada sebuah lorong besar dan gelap sekitar seribu meter jaraknya dari ujung ke ujung. Jika kita melewatinya butuh waktu tiga jam untuk melewatinya."


"Bisakah kita langsung saja lewat atasnya saja, tidak usah melewati lorong gelap itu?"

__ADS_1


"Menurut petunjuk detektor ini, kita harus melewati lorong ini karena di ujung lorong ada lubang besar yang menghubungkan ke bawah."


"Lubang apa itu?"


"Itu lubang berjarak seribu kilo meter dan ukuran lubangnya kurang lebih lima puluh meter dari ujung ke ujung luasnya, ke dalamanya belum di tahu persis apakah dalam ataukah tidak karena di layar ini tidak menampilkan kilo meternya."


"Oh, begitu."


"Ini merupakan titik ke dua dari petunjuk, ada pecahan besi di bagian pertengahannya harus kita ambil, menurut keterangan gambar di layar monitoring ini, ada hal yang ganjil pada lempengan besi di lorong besar itu."


"Jadi bagaimana?"Tanya Bintang memastikan.


"Yah, kita harus mengusahakannya bisa mendapati lempengan itu."


"Coba zoom gambarnya!"


Pelangi memperbesar gambarnya, terlihat makin jelas gambar di layar monitoring, sebuah pecahan besi berbentuk segita.


"Mungkin inilah sebabnya kenapa dia terlihat aneh dalam gambarnya! Sebab pecahan ini terlihat bukan pecahan biasa."Terang Pelangi pada Bintang sambil menggerakkan monitor.


"Tidak. Tidak pernah aku melihat lubang, apa lagi lorong gelap. Terus mulut lorongnya letaknya di mana?"


"Ini sementara ku telusuri, tak mungkin ini adalah mulut lorong, ini hanya ujung lorong yang menghubungkan lubang ke bawah. Sepertinya mulut lorong berada di dasar laut, garis merah kecil yang menunjukkan bahwa ada lorong di dasar laut."


Di bukanya sebuah program kurang lebih sama dengan program maps, lalu di searching nya untuk mencari mulut lubang. Selang beberapa menit tampil sebuah mulut lorong dari dasar laut dari ke dalam lima belas ribu meter.


"Nah, ini dia, tampilan ini menunjukkan mulut lorong. " Lirih Pelangi


"Bukankah ini permukaan laut? Sesuai titik yang berwarna biru."


"Betul, ini permukaan laut."


"Kenapa bisa mulutnya berada di dasar laut. Itu berarti kita tidak bisa masuk ke dalamnya! Ini adalah pesawat memiliki bahan yang bisa terbakar ketika bersentuhan dengan air." Desah Bintang.


"Tetap kita bisa menembusinya, semua pesawat yang diciptakan oleh Klan Oranus di siapkan untuk mendarat di mana pun termasuk landing ke dalam air. Kita akan memasukinya jam lima lewat tiga puluh menit, jadi perjalanan kita usahakan sampai di permukaan laut kurang lebih dua jam lagi ke depan."

__ADS_1


"Oh, baguslah. Kalau begitu kita beristirahat dulu, saya sudah lapar Pelangi."


"Iya, kita makan dulu, baru beristirahat."


Usai melihat titik akses, mereka pun beralih ke ruang dapur, Pelangi mengambil beberapa toples berisi makanan ringan dan berat. Sambil makan Pelangi membahas tentang pergantian raja Klan Mars.


"Apa bisa di Klan Bulan Rajanya di ganti oleh keturunan kaum bangsawan? Dan aturan itu bertentangan dengan aturan yang mereka buat."Tanya Pelangi sambil makan.


"Ya, bisa-bisa saja asal itu dari rakyatnya. Jika itu dari rakyatnya maka apapun bisa di lakukannya karena itu merupakan kekuatan terbesar yang di junjung tinggi oleh negara."


"Tapi ini bukan kemauan Rakyat, menurut berita dari para delegasi, mereka mengatakan ada dua kubu yang menginginkan raja dari keturunan kaum bangsawan."


"Bukanya Raja itu berasal dari keturunan bangsawan?"


"Tidak. Raja Klan Bulan itu berasal dari rakyat biasa, itu sudah dari turun temurun rajanya ketika pergantian. Dan memang tertuang dalam undang-undang nomor 201 yang mengatakan bahwa Raja hanya bisa di ganti oleh masyarakat biasa bukan konglomerat atau kaum bangsawan."


"Oh begitu, hal aneh jika pemimpin suatu negeri berasal dari kaum awam apalagi di Klan Bulan yang notabene nya kehidupannya tidak sama dengan kehidupan rakyat di bumi. Yang rajanya harus di pilih dari kaum bangsawan."


"Jika benar beritanya bahwa dua kubu yang mendorong Raja yang harus berasal dari kaum bangsawan maka itu bertentangan dengan undang-undang nomor 201 dan itu tentu akan mendatangkan protes yang berkepanjangan dari rakyat Klan Bulan."


"Seharusnya Raja itu dari keturunan kaum Bangsawan Pelangi, supaya negara bisa berjalan semestinya. Apapun yang mau di agendakan bisa di danai karena segalanya harus uang."


"Betul Bintang tapi Rakyat Bulan tidak menginginkan rajanya dari konglomerat sebab itu akan terjadi ketimpangan kebijakan. Pernah rajanya di pilih dari konglomerat sepuluh ribu tahun yang lalu namun keadilan bagi rakyat kaum awam tak pernah di dapati. Itulah sehingga di buatkan aturan bagi pemimpinnya bahwa seorang raja tak boleh berasal dari kaum konglomerat."


"Aneh juga pilihan mereka." Desah Bintang.


"Nah, di balik pergantian raja Klan Bulan, ada sebuah agenda besar yang di bicarakan oleh dua Klan yaitu Klan Mars dan Klan Jupiter. Dua Klan itu berafiliasi ke dua kubu, mereka memanas-manasi kaum konglomerat agar mereka memaksakan diri menjadi Raja dan ketika menjadi Raja maka kaum awam otomatis kehidupannya akan terpinggirkan. Selain itu juga, Klan Mars dan Jupiter bisa ikut campur dalam urusan kenegaraan Klan Bulan. Dan inilah yang di takutkan oleh para petinggi Klan Bulan sekarang ini."Terang Pelangi sambil meneguk air minumnya.


"Asal mereka berniat membangun itu kan tidak apa-apa asal mereka berkontribusi untuk kemajuan Klan Bulan."Lirih Bintang.


"Niatan mereka busuk Bintang, ketika mereka menguasai Klan Bulan maka dengan mudah mereka akan menggunakan sistem keamanan negaranya dengan begitu kekuatan mereka akan bertambah besar untuk menguasai dunia."


"Ouh, rupanya ada niatan jahat di balik tujuan mereka berafiliasi ke dua kubu itu."


"Iya ada, saya istirahat dulu Bintang nanti jam lima lewat saya bangun."

__ADS_1


__ADS_2