
Raja Tiran itu hanya sekali saja melepas panahnya namun hampir seluruh pasukan putri Incen berguguran terkena busur. Dan untung saja Raja dan putri Incen sendiri masih bisa selamat karena diselimuti oleh beberapa prajuritnya yang siap mati asal Raja dan putrinya selamat.
"Formasi kalian sudah retak seratus persen. Tak ada yang bisa melindungi kalian. Aku ingin membunuh kalian satu persatu. Dan ingat tak seorang pun yang bisa selamat atau menghindari dariku."Ucap Raja Tiran bernada keras.
"Bagaimana Tuan Putri, apa ayahmu masih mau melawan?" Lanjutnya.
"Hah, Raja zolim. Kau Raja yang kelak akan mendapat balasan yang setimpal dari perbuatanmu sendiri. Boleh jadi hari ini kau menang dan menghabisi kami tapi besok atau lusa kau akan merasakan apa yang kau perbuat ke semua orang."Bentak Putri Incen.
"Haha. Haha. Haha. Haha."Ledek Sang Raja terbahak-bahak.
"Kau adalah penjahat manusia yang tidak akan bisa di maafkan oleh umat manusia. Kau adalah binatang bukan manusia."
"Hah, binatang. Aku adalah Raja penuh pengasih. Kalau saja saya penjahat pasti dari tadi kalian semua kulenyapkan. Tidak akan ku sisakan seorang pun di antara kalian termasuk ayahmu sendiri."
"Raja penuh kasih! Hah kau tidak layak berucap kata-kata seperti itu. Kau adalah Raja pembohong dan tindakanmu busuk. Lebih busuk dari bangkai-bangkai manusia."
"Kurang ajar. Prajurit siapkan panah kalian kita panah buruan kita ini. Jangan biarkan lolos satu pun!"
Usai berkata, Sang Raja Tiran pun memerintah semua pasukan pemanah untuk memanah Putri Incen dan Ayahnya serta seluruh pasukan yang tersisa di belakangnya.
"Sudah siap!"Komando Raja Tiran.
"Siapppp."Serentak jawab para pasukan.
"Saya akan pimpin pemanahan ini. Target kita adalah mereka para pembangkan. Putri dan ayahnya kita akan jadikan sasaran kita. Saya akan hitung satu sampai tiga jika sampai pada hitungan ke dua kalian harus bersiap melepas busur kalian jika saya sudah menyebutkan angka tiga maka lepaskan, siappp!"
"Siapppp."Ucap para pasukan bergemuruh.
"Satuuuuuu. Duuuuuaaaa... Tiiiiiiiiiiga."Serempak panah di lepas oleh pasukan pemanah yang di pimpin oleh Rajanya sendiri yaitu Raja Tiran.
Namun tak di sangka-sangka ada dua orang datang bagaikan kilat, dua orang pemuda melerai ratusan anak panah yang menghujani para pasukan putri Incen. Begitu juga anak panah yang melesat ke arah putri Incen mampu di sapunya dengan cepat.
Putri Incen yang tadinya pejamkan mata dan pasrah dengan keadaan yang menimpanya sekarang terkejut bukan kepalang. Dia tak percaya dengan seseorang yang tiba-tiba datang menyapu bersih anak yang panah yang di bidikkan kepadanya dan ke seluruh pasukanya.
"Tuan Raja. Lebih baik hentikan tindakan mu ini agar tidak merugikan orang lain. Apa yang kau lakukan telah menelan ratusan korban." Lirih Bintang di dampingi pelangi.
__ADS_1
"Kurang ajar! Beraninya kau berkata seperti itu kepadaku, Raja dari Kerajaan ini." Ucap Raja Tiran geram.
"Saya tidak marah Tuan Raja. Tapi saya hanya mengingatkan Tuan Raja jika Tuan Raja tidak bisa di ingatkan maka itu semua terserah Tuan Raja. Sebab perbuatan Tuan Raja itu merupakan perbuatan yang tidak manusiawi. Membunuh orang adalah perbuatan salah Tuan Raja dan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang Raja."
"Hah, lancangnya kau mengajariku anak muda! Siapa namamu sampai kau berani mengajariku?" Tanya Raja Tiran geram dan panas.
"Namaku Bintang dan ini adalah Pelangi."
Raja Tiran terbahak-bahak sejenak, lalu berkata. "Kalian berdua akan ku kuburkan bersama Putri Incen dan Rajanya. Kau bisa saja berhasil menyapu bersih anak panah kami tadi tapi tidak kali ini. Pasukan siapkan panahnya!" Teriak Raja tegas.
"Kita akan panah dua anak muda itu dan seluruh pasukan Tuan Putri. Sedangkan Putri dan ayahnya nanti ke sembilang putraku yang akan membusurnya. Mereka akan kita bunuh serentak tanpa tersisa satu pun!"Lanjut Raja Tiran.
"Siappp!"Gemuruh ribuan pasukan pemanah yang bersiaga.
"Pelangi kau kembali ke pesawat. Dan tembakkan peluru pil ke arah Raja dan seluruh pasukan yang mengepung. Sedang saya di bawah selain melindungi Tuan Putri Incen dan Raja, Saya akan menggunakan pedangku untuk menyapu bersih barisan paling depan ini."Bisik Bintang pada Pelangi.
"Kau akan bertindak setelah saya kalah. Paham!"Lanjut Bintang memberitahu Pelangi.
"Paham Bintang."
Seketika Pelangi melesat kembali ke pesawat terbangnya dan siap menunggu perintah dari sahabatnya Bintang.
Bintang perlahan-lahan mengeluarkan PEDANG ABADI di belakang punggungnya. Cahaya terang keluar ribuan jumlahnya di iringi dengan suara angin yang bergemuruh. Saat dibukanya perlahan-lahan Pedang itu dari sarungnya seketika siang itu di serapnya hingga sedikit berubah jadi remang.
Anak panah yang dilepaskan dari para pasukan Raja Tiran, seketika tertarik ke dalam pedang itu. Pedang itu bagaikan magnet yang menarik seluruh benda-benda di sekitarnya. Anak panah yang tadinya menuju ke arah anak buah ayah Incen sekarang berubah ke arah Pedang Abadi. Seluruh panah yang mendekati Pedang Abadi hilang seketika, entah ke mana perginya tak di ketahui.
Walau kedahsyatan pedang telah terlihat oleh Raja Tiran tetap saja Raja Tiran itu tak mengurungkan niatnya untuk menghabisinya. Ketika Bintang sudah mengeluarkan pedang itu dari sarungnya maka seketika Bintang menghantamkan pedang itu ke permukaan tanah.
Ketika tanah bersentuhan dengan ujung pedang maka seketika sebuah getaran hebat terjadi. Pasukan Raja Tiran dan bercampur sembilan pasukan yang di pimpin oleh para putra Raja seluruhnya terjungkil berkali-kali. Kebanyakanya terserap ke dalam tanah yang terbelah oleh ujung pedang.
Belahan tanah itu semakin detik membesar dan membentuk lubang besar dan dalam, menarik semua pasukan Raja Tiran dan pasukan yang telah di Komando oleh Para Putra Raja.
Lama ke lamaan seluruhnya tertarik ke dalam selain para prajurit juga dengan seluruh bangunan di kawasan istana Raja itu. Dalam sekejap saja semuanya menjadi padang rumput yang tak berpenghuni.
Tempat kerajaan itu berubah menjadi sebuah tempat yang rata dan tandus. Bangunan-bangunan di sekitarnya kosong melompong tak bersisa satu pun, walau hanya puing-puingnya saja tak terlihat di permukaan tanah. Benar-benar kekuatan pedang abadi menarik seluruhnya dan mematikan seluruh benda yang hidup di sekitarnya seperti rerumputan dan pohon-pohon di sekitar bekas istana raja itu mati seluruhnya.
__ADS_1
Ketika semuanya telah musnah, Bintang kembali memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya dan ia pun pergi meninggalkan tempat itu. Pelangi yang tadinya dalam keadaan siaga sekarang dengan cepat menjemput Bintang dan membawanya ke langit. Dan remang itu berubah kembali menjadi cerah dan terang seperti biasanya.
Putri Incen terbalalak melihat apa yang terjadi, begitu juga para pasukan ayahnya sangat terkejut dengan apa yang mereka saksikan yang semuanya di depannya kosong melompong tak ada di depan matanya Raja Tiran dan ke sembilan putranya dengan seluruh pasukan pemanahnya.
Ke mana mereka??? Tanya masing-masing para prajurit putri Incen yang tersisa. Semuanya di buat bingung dan tak percaya apa yang di saksikanya. Namun ayah Incen sebagai Raja terdahulu tahu betul apa yang terjadi. Ia tahu betul kalau Bintang mengenakan Pedang sakti itu pedang pemusnah jagad raya.
"Ayah ke mana Bintang? Tadinya penglihatanku dia ada di depan kita bersama satu orang temanya. Ke mana dia ayah?"Selidik Putri Incen ingin tahu keberadaan pemuda yang di kenalnya.
"Dia sudah pergi Nak."
"Pergi ke mana ayah?"
"Ayah juga tak tahu ke mana perginya Nak."
"Bukanya Bintang yang menyelamatkan kita ayah?"
"Iya Nak memang dialah yang selamatkan kita semuanya. Jika anak muda itu tak ada mungkin kita juga sudah tiada. Sekarang berkat pertolongannya kita dapat selamat."
"Tapi ke manakah dia ayah? Aku ingin berterimakasih ayah kepadanya. Dia telah menolong saya yang ke sekian kalinya ayah."Ucap Incen mulai berurai air mata sedih tak dapat Bintang.
"Dia sudah pergi Nak bersama temanya. Dia selamat Nak, tak kurang sedikit pun dari dirinya."
"Tapi ke mana dia ayah?"Desak Putri Incen kepada ayahnya.
"Dia ke langit Nak."
"Yang bennnar ayah?"Pinta Putri Incen kepada ayahnya dengan suara sedikit serat dan air mata yang mulai keluar dari peraduanya.
"Tidak sepenuhnya saya melihatnya Nak gelap menutupi pandangan ku kepadanya tapi sempat saya menyaksikan kemampuannya yang sungguh luar biasa. Sampai Ia naik ke langit usai menyelamatkan kita semua. Anak muda itu bukan anak muda biasa putriku selain dia hebat juga dia adalah orang yang baik hatinya. Banyak pemuda di seluruh negeri tapi tak akan menyamai akhlaknya, perilakunya, kebaikanya."
"Bagaimana caranya ayah menyusulnya?"
"Kita tak akan bisa menyusulnya putriku, tak akan bisa."
"Kenapa ayah?"
__ADS_1
"Kamu tahu sendiri Nak. Yang kita tempati ini adalah bumi sedang dia di langit. Dia berada di ketinggian yang tak bisa kita capai dengan kuda atau keledai-keledai yang biasa kita pergunakan sebagai kendaraan berlalu lalang. Dan langit itu bukan bumi bisa kita tempuh dengan jalan kaki putriku. Tidak sembarang orang yang bisa ke langit Nak."
"Oh, baiklah Ayah."