
Ketika pesawat di landing kan oleh Pelangi ke depan halaman istana, Tuan Ratu menjemputnya dengan para mentri-mentrinya. Terlihat ramai penjemputan Bintang ke Istana Ratu. Ratu yang menjemput Bintang terlihat matanya berkaca-kaca, wajahnya berbinar-binar atas kedatangan sahabat lamanya yang sejak lama tak pernah lagi menginjakkan kaki di kerajaannya. Sungguh kebahagiaan dan keistimewaan bagi Ratu atas kehadiran Bintang ke Klan barunya.
"Selamat datang di negeri baru ini!Ucap Ratu Balkis menyambut Bintang.
Di bawanya Bintang ke ruang tamu istananya, dayang-dayang istana sepanjang jalan di lapisi pasukan elit memberi hormat.
"Sungguh indah negerimu Ratu Balkis, dalam sekejap kau bisa membangun perkotaan dan istana megah ini!"
"Ah, biasa saja Bintang ini semua berkat dukungan dari rakyatku jika bukan mereka semua ini tak akan bisa. Tidak akan bisa di bangun secepat ini."Gumam Ratu Balkis sambil jalan ke Singgahsananya.
"Kau selalu merendah Tuan Ratu. Kehebatanmu adalah sebuah keberhasilan cemerlang yang dimiliki olek seorang Raja. Oh ya sejak kapan Tuan Ratu memerintah Pelangi sampai bisa menemukanku di bumi?"
"Baru saja beberapa waktu lalu, ada apa?"
"Kok bisa ya? Padahal saya tidak lagi di tempat yang dulu. Saya mengembara jauh, jauh dari tempat ku yang dulu."
"Biar sejauh mana pun kau Bintang tetap akan di dapat secepatnya. Di dalam pesawat itu ada sebuah alat pelacak yang bisa menemukan keberadaan seseorang, di mana pun."
"Wah, kecanggihan pesawat sekarang sungguh dapat di apresiasi. Apakah semua pesawat punya benda itu?"
"Tidak semuanya. Pesawat yang kau pakai tadi itu bukan pesawat milik kami tapi adalah pemberian dari Klan lain. Mereka memberikannya cuma-cuma kepada negeri kami sebagai bentuk simpatisan. Namun saat diberikan, Pelangi membuatkanya sebuah benda yang di namakan detektor, yang bisa melacak atau mencari sesuatu yang menjadi target dari programnya."
"Oh, Pelangi memang cerdas, kreatif dan inovatif. Dia punya kemampuan di bidang teknologi, tidak diragukan lagi jika dia yang bergerak untuk menciptakan benda-benda berteknologi tinggi."
"Silahkan duduk Bintang!" Ucap Ratu Balkis menyilahkan Bintang duduk di kursinya.
"Mungkin Pelangi sudah memberitahu kau Bintang tentang kota ini. Kota yang kau duduki sekarang dan kota yang mungkin juga Pelangi menerangkanya kepadamu."
"Iya Ratu, Pelangi telah menjelaskannya sebelum sampai ke mari."
__ADS_1
"Memang soal berita Pelangi tak mau sabar, pasti dia lebih dulu membukanya. Waktu awal mula negeri yang mau dipindahkan, dia yang bersikeras agar pemindahan ibu kota ini dapat segera melibatkanmu tapi beberapa mentri termasuk para Penasehat ku bertentangan dengan pendapatnya."
Bintang tersenyum sesaat mendengar sahabatnya Pelangi lalu kembali mendengarkan ucapan Sang Ratu.
"Dan, mungkin satu hal yang belum di sampaikan oleh Pelangi soal pemanggilanmu ke Klan ini."
"Apa itu Ratu? Pelangi menjelaskan hanya seputaran proses pemindahan ibu kota dan konflik antar Klan."
"Ribuan tahun yang lalu, mungkin lebih tepatnya lima belas ribu tahun yang lalu ada sebuah meteor yang jatuh dan menimpa bumi. Dan meteor itu adalah penggerak terhebat untuk tiap Klan di atas langit ini."
"Meteor?"
"Iya Meteor, itulah yang akan saya bicarakan dengan mu, semoga ada solusi atau langkah terbaik yang bisa kau berikan untuk kami sebab Meteor itu mengandung sebuah kekuatan terbesar di dalamnya."
"Pernah saya dengar di tetua dulu tentang Meteor itu bahkan menjadi pengantar tidur bagi kami di bumi dari generasi ke generasi. Namun faktanya kami belum bisa buktikan sebab hanya orang tua-tua dulu yang dapat memberikan faktanya antara benar dan salahnya cerita itu."
"Menurut berita yang tersebar bahkan ada sepuluh pengintai kami terjunkan untuk mencari tahu benar tidaknya informasi mengenai Meteor itu. Dan hasilnya betul, pengintai yang kami sebar untuk mencari kebenarannya bahwa Meteor itu benar-benar sudah ada. Semua pasukan dari berbagai Klan telah di kerahkan oleh masing-masing Rajanya untuk menemukan Meteor itu."
"Para Raja Raja dari semua Klan memang mengincar itu sebab, Meteor itu memiliki kekuatan yang bisa di manfaatkan oleh Klan yang berada di langit ini. Salah satunya kekuatannya yaitu bisa dijadikan sebagai pelindung transparan yang bisa memantulkan berbagai benda-benda tajam yang sifatnya merusak. Selain itu juga bisa digunakan sebagai selaput untuk melapisi Klan agar terhindar dari benturan berbagai Meteor. Yang intinya Meteor itu bisa digunakan oleh suatu negeri untuk menjaga dan melindungi negerinya dari gangguan negeri lain."
"Ouh, pantasan seluruh Klan memperebutkannya."
"Itulah saya memanggilmu ke istana ini agar apa yang kami pikirkan dapat searah dengan pikiranmu Bintang. Sebab tanpa kau yang terlibat untuk mendapatkan Meteor itu akan sangat susah bagi kami. Hanya engkaulah yang bisa menolong kami Bintang untuk bisa mendapatkanya."
"Ah, Ratu bisa saja. Saya tidak sehebat yang Ratu bayangkan. Saya hanya makhluk di bumi yang jauh dari ketertinggalan. Tak mengenal benda-benda berteknologi tinggi, kami hanya mengenal kuda dan keledai dan lainya yang sifatnya masih sangat primitif Ratu."
"Kau telah banyak memberikan kontribusi untuk negeri kami yang dulu Bintang, bahkan kau bersahabat dengan Pelangi sejak lama. Semuanya kau sudah tahu tentang kami, kami pun begitu tak ada sekat di antara kita Bintang. Tanpa melibatkanmu dalam agenda besar ini maka akan susah bagi negeri kami Ratu." Dan kau tahu sendiri seberapa besar harapan kami untuk mendapatkan meteor itu karena itulah pengokoh terkuat untuk Klan yang memilikinya."
"Jika itu mau kalian Ratu, saya siap membantu kalian sebisa mungkin." Gumam Bintang.
__ADS_1
"Syukurlah, kalau sudah mau bergabung untuk kami. Baiklah saya akan memulai pembahasannya untuk para Klan yang bersikeras mendapatkannya. Ada tiga Klan yang saling bersinergi atau kerjasama untuk mendapatkan Meteor itu, di antaranya adalah Klan Venus, Klan Matahari dan Klan Mars."
"Tiga Klan ini melakukan kerjasama untuk mendapatkan Meteor itu namun di antara mereka ada misi yang menyelisih kerjasama mereka."Lanjut Ratu.
"Apa itu yang menyelisih?" Tanya Bintang.
"Jika di antara mereka atau salah satu pasukan dari Klan Mars atau Venus atau Matahari mendapatkan Meteor itu maka dua di antaranya akan dikhianati. Namanya mereka kerjasama akan tetapi bau busuk dari niat masing-masing pasukan dari ketiga Klan telah tercium. Mereka berlomba-lomba menginginkan Meteor itu untuk kepentingan Klan mereka sendiri."
"Ouh, begitu rupanya."
"Walaupun semua Klan berupaya untuk menemukan Meteor itu jika ada tiga Klan yang tergabung untuk mencari maka itu memungkinkan mereka untuk mendapatinya. Sedang saya tidak berafiliasi ke Klan mana pun kecuali punya Pelangi dan kau sendiri Bintang. Hanya kaulah harapanku Bintang dengan Pelangi semoga kalian bisa menemukannya karena Meteor itu jika ditemukan oleh orang-orang yang jahat maka selaput yang ada di dalam Meteor tidak akan berfungsi. Dan magnetnya saja yang akan tumbuh dan itu pertanda bahaya besar."
"Kenapa magnet itu dan kenapa bahaya besar Ratu?"Selidik Bintang makin penasaran.
"Karena magnet itu adalah sebuah benda kecil yang ada dalam Meteor dan ketika di dapati oleh orang jahat maka magnet itu akan mengikuti cara berfikir pemiliknya. Jika pemiliknya punya nafsu atau ambisi untuk menguasai dunia maka magnet itu akan berubah dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Nah, jika orang baik yang menemukanya maka selaputnya akan tumbuh bersemi dan akan melapisi Klan yang memilikinya."Ujar Ratu Balkis sambil mengambil sebuah benda kecil yang di berikan oleh satu dayang-dayangnya.
"Terus di mana Meteor itu bisa di cari?"
"Meteor itu ada di bumi, tempat kalian tinggal. Menurut informasi saat ini dari para tim pengintai katanya ada di tempat buaya. Semoga kalian bisa menemukannya segera."Gumam Ratu.
"Tapi Ratu Bumi itu luas dan tempat buaya juga banyak. Kami akan kwalahan dan akan ketinggalan nantinya jika mencarinya sebab para pasukan dari berbagai Klan tentu telah mendapati informasi detailnya mengenai titik kordinatnya."
"Tenang Bintang aku sudah menyiapkanya buat misi kalian ini, ini sebuah benda yang bisa membantu kalian untuk menemukan Meteor itu."Lirih Sang Ratu Balkis kepada Bintang sambil menyerahkan sebuah benda berbentuk logam dan berukuran kecil.
"Jika begitu Ratu, kami pamit lebih dulu bersama Pelangi agar kami bisa bergerak dari sekarang Ratu."
"Iya, Berhati-hatilah kalian Bintang sebab saingan kalian adalah orang-orang hebat."Pesan Ratu Balkis.
"Baik Ratu."
__ADS_1
Usai pamitan Bintang pun di antar ke tempat pesawat buatan Klannya sendiri. Pesawat itu berbentuk kipas angin. Pesawat itu lengkap peralatannya. Sehingga dapat memudahkan dan sekaligus melindungi mereka dari serangan nantinya.