PEDANG ABADI

PEDANG ABADI
Kembali Harimau Menyelamatkan Sang Putri Kerajaan


__ADS_3

Segera Harimau membuka segel pagar itu lalu dengan segera Tuan Putri berhambur ke arah Harimau besar itu lalu memeluknya erat-erat. Semua yang menyaksikanya terkejut dan tak percaya dengan apa yang disaksikannya di depannya.


Sang Raja yaitu ayah Sang Putri terkejut bukan kepalang, dikiranya anaknya Putri Incen hendak bunuh diri menghamburkan diri ke arah harimau jantan itu, ternyata tidak. Semua orang cemas melihatnya tapi saat berpelukan dengan harimau itu maka semuanya berubah menjadi legah. Dan tersenyum manis melihat keanehan tersebut.


Usai berpelukan dengan Sang Harimau, Incen mencoba menanyakan sahabatnya Bintang. Sebelumnya di tatanya duduknya baik-baik lalu mulai ia bertanya tentang Bintang.


"Ke manakah Bintang, Bao?"Tanya Putri Incen kepada Harimau itu yang bernama Bao.


Harimau itu pertama-tama membuang pandangannya ke bumi lalu menengadah ke atas langit. Kemudian ia berbicara dengan bahasanya. Yang hanya Putri Incen saja yang bisa memahami maknanya sedangkan yang lainya tidak. Yang lainya hanya jadi pendengar saja dalam keheningan. Mereka terkagum-kagum melihat Putri kerajaan yang bisa bertukar bahasa dengan makhluk menyeramkan itu.


"Sahabatku lagi ke langit. Dia dijemput oleh sahabatnya juga."Ketus Bao sambil mengaum.


"Sahabatnya siapa? Memangnya adakah orang di langit? Apa dia bisa ke langit?"Penasaran Putri Incen.


Harimau kembali mengaum lebih dulu lalu berbicara lagi dengan Incen.


" Dia bersahabat dengan Pelangi di atas langit. Di atas langit ada juga sebuah kerajaan di sana. Kerajaan di sana rata-rata super canggih tidak seperti di muka bumi ini. Mereka serba berteknologi tinggi. Apa-apanya selalu moderen. Kendaraannya saja canggih-canggih berbeda dengan kendaraan di muka bumi ini yang hanya menyiksa makhluk lain."


"Maksudnya menyiksa makhluk lain bagaimana Bao?"Tanya Putri makin ingin tahu.


"Manusia di bumi menjadikan kuda sebagai kendaraannya. Padahal itu merupakan sebuah kekejaman yang luar biasa. Membinasakan kuda, memaksanya untuk taat melayani majikanya."


Putri paham maksud Harimau itu. Ia menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Terus dengan apa Pelangi menjemput Bintang ke Bumi ini Bao?"


"Pelangi menjemput Bintang dengan sebuah pesawat terbang berjenis kepeting."


"Wah, indahnya Bao."


"Iya memang indah. Pesawat itu bisa mendarat di mana saja. Tidak pilih tempat, di mana-mana saja boleh. Terkadang Pelangi mendaratkan pesawatnya itu di atas pepohonan jika sudah tak memiliki lapangan rata."Terang Bao.


"Indahnya. Oh ya Bao. Apa dia bisa kembali cepat?"

__ADS_1


"Katanya tergantung misinya. Kalau saja misinya kelar sehari maka ia akan turun ke bumi cepat. Biasanya dia tidak betah kalau lama-lama di atas angkasa."


"O, begitu. Kalau saya sebaliknya malah saya senang. Apalagi ke atas langit sungguh itu adalah hal yang menakjubkan bagiku Bao. Jalan-jalan saja keluar kerajaan aku senang luar biasa apalagi sampai ke atas langit sana. Sungguh menyenangkan bagiku Bao." Lirih Putri Incen.


"Bao sampai di sini kami mau pulang dulu ke kerajaan. Kalau kalian bisa, kami mohon kalian mengantar kami sampai ke kerajaan agar aman dan selamat sampai tujuan."lanjutnya.


"Kami tak bisa mengantar Tuan Putri. Tapi kami akan mengawasi kalian sampai selamat."Gumam Harimau berbadan besar itu bernama Bao.


"Kenapa tak bisa mengantar kami Bao?"


"Sahabatku Bintang melarang kami berbaur dengan kehidupan manusia. Habitat kami tak boleh bersama-sama dengan makhluk kalian. Kami tetaplah kami kalian tetaplah kalian. Itu kata Bintang. Kalau kami tidak membatasi diri takutnya kami menjadi sasaran pikiran buruk manusia. Mereka akan menghabisi kami jika mereka sudah buta hati dan tentu itu akan membahayakan generasi kami selanjutnya."Ucap Bao.


"Baik Bao. Kalau begitu kami pamit untuk pergi."Pinta Putri Incen pamitan beragkat ke Pusat Kerajaannya.


Usai pamitan Incen mengajak seluruhnya pergi. Mereka beranjak meninggalkan kawanan Harimau, di pimpinan oleh Ombu Sang Penasehat kerajaan mereka menuju ke Kota Raja.


Ombu memimpin rombongan mengambil arah utara, satu jam berjalan mengintari seluk belukar barulah kembali mengambil jalur ke arah selatan sesuai petunjuk yang diambil oleh para pendekar.


Saat hendak mengambil jalur menuju ke selatan yang sedikit sempit jalanya, dua kelompok berpakaian serba hitam datang menghalangi jalan mereka. Ombu memerintah beberapa perwira untuk menjaga Raja dan Putrinya. Ia sendiri ke depan barisan dan menanyakan maksud dan tujuan para penghalang itu.


"Kami hanya menginginkan perempuan muda itu! Serahkan kepada kami lalu kalian bisa pergi tanpa kami ganggu!" Terang salah seorang di antara kelompok itu.


"Kalian bodoh dengan tindakan kalian. Ini adalah Raja kami dan Raja kalian juga. Ini masih masuk kawasam Raja kami."


"Hah, kawasan kalian, hahaha." Serempak terbahak-bahak ucap para pemberontak.


"Iya betul ini adalah kawasan rajaku."Tegas Ombu semakin keras.


"Beraninya kau membentakku. Serang mereka! Jangan sisakan mereka kecuali Putrinya untukku." Perintah ketua pemberontak itu.


Dalam hitungan detik, para pemberontak itu maju serentak menyerang Raja dan seluruh rombongannya. Untung saja dalam rombongan Raja masih banyak para perwira kerajaan yang bisa menghalangi para pemberontak. Sedang Ombu maju bersama para pendekar ke medan perang.


Pertempuran pun tak bisa dihindari. Satu lawan satu, dua lawan satu bahkan sepuluh lawan satu. Macam-macam perlawanan. Suara pedang terdengar di mana-mana. Walau jumlah rombongan raja masih banyak tapi lama-lama tak bisa menahan serangan dari para pemberontak.

__ADS_1


Sepuluh menit. Dua puluh menit hingga tiga jam berlalu. Banyak korban berjatuhan terutama dari pihak Ombu yang memimpin pasukan. Ombu sendiri telah berdarah-darah terkena sabetan pedang lawan. Semampunya ia melawan. Akan tetapi, kekuatannya telah terkuras habis oleh darahnya yang banyak keluar. Ia lemas, lama-kelamaan kekuatannya menurun.


"Bawa Raja pergi dari sini!"Teriak Ombu kepada perwira yang melindungi Raja dan Putrinya.


Perlawanan Ombu mulai terkalahkan, ia mulai letih, keadaannya mulai terkuasai lawan. Tapi tetap ia berusaha kuat agar rajanya dan putrinya tak dapat dilukai oleh para pemberontak itu. Walau darahnya bercucuran mengalir membasahi bajunya.


"Bawa raja cepat!"Kembali Ombu teriak kuat.


Sejurus kemudian, para pendekar yang melindungi raja, dan putrinya menyelamatkannya ke tempat yang aman namun tak jauh dari lokasi, para pemberontak menghadangnya.


Ketika raja di hadang dan putri Incen, puluhan ekor harimau datang seperti kilat menyambar kiri kanan, menerkam secepat angin. Para pemberontak kaget dan panik dan tak punya kesempatan kabur. Harimau itu lebih cepat bergerak dari gerakan mereka. Menerkam kiri kanan. Semuanya mati berhasil ditaklukkan oleh kawanan harimau itu.


Ketika Harimau telah berhasil menaklukkan para pemberontak maka seketika Incen berhambur mendekati sahabatnya Bao dan kembali memeluknya erat.


"Terimakasih Bao kau telah menyelamatkan kami yang kedua kalinya. Kami sungguh benar-benar berutang budi kepadamu dan seluruh sahabatmu Bao."


Harimau bernama Bao itu tak menyahut hanya mengaum besar saja sambil memegang pundak Putri Incen dengan jari kakinya.


"Jika kalian tidak ada atau terlambat saja datang mungkin kami sudah menjadi bulan-bulanan para pemberontak Bao. Dan mungkin juga mereka akan membunuh kami." Lirih Incen kepada sahabat Harimau.


"Mereka tak akan bisa menyakiti kalian Putri Incen."


"Kenapa?"


"Sebab kita sudah pernah ketemu. Seseorang yang pernah bertemu denganku atau habitat lainya maka tiap kali ia diganggu maka kami akan mudah mengetahuinya. Jejaknya akan kami deteksi secepat mungkin."Ketus Bao memberitahu Incen agar tak usah takut.


"Kami adalah penguasa hutan, segala sesuatu yang terjadi dihutan maka kami akan mengetahuinya dengan cepat." Lanjut Bao menenangkan Incen.


"Hum. Bao apa kalian bisa mengantar kami sampai dekat pusat kota. Agar kami aman dan tak dapat gangguan lagi."Pinta Incen.


"Baik. Kami akan mengantarkan kalian sampai jantung kota. Di antara kawanan ku yang akan mengawali kalian saja. Mengantarkan kalian sampai tempat tujuan." Ujar Bao.


"Baik, terimakasih Bao."

__ADS_1


Usai berbicara demikian, kemudian Incen dan Bao berpelukan lagi lalu pamitan. Beberapa ekor harimau besar dipilih oleh Bao untuk mengantar Incen sampai jantung kota atau pusat kota.


__ADS_2