
"Sungguh betul-betul menakjubkan."Lirih Pelangi tak henti-hentinya.
"Baru kali ini aku melihat emas sebanyak ini, di langit belum pernah aku melihat emas seperti ini. Aku hanya mendengar dari cerita tetua langit saja tentang emas." Ucap Pelangi kepada Bintang.
"Sepertinya emas ini sudah lama di simpan, mungkin sebelum kerajaan ini dimusnahkan emas ini sudah ada di sini." Lirih Bintang sambil membolak balikkan batangan emas yang sejak tadi di perhatikannya.
"Maksudnya sebelum kerajaan ini hancur, amas ini sudah ada dalam Gowa ini?"Tanya Pelangi tak mengerti.
"Iya, emas ini telah ada. Bahkan keberadaanya ini pasti sebelum raja menjabat sebagai raja dari kerajaan ini."Terang Bintang.
"Di mana tahu?"Selidik Pelangi.
"Lihat saja di baloknya, di baloknya tertera tahun, bulan, dan tanggalnya." Jawab Bintang singkat.
"Ouh."Gumam Pelangi sambil mengambil salah satu di antara batangan emas yang bertumpuk tinggi.
Diperiksanya satu persatu oleh Pelangi ternyata benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya Bintang, bahwa emas itu bisa saja sudah ada dalam Gowa itu sejak ratusan tahun atau ribuan tahun yang lalu sebelum adanya kerajaan Lembah Abadi itu.
"Jika ini telah ada sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu, kenapa raja tidak memanfaatkanya saja daripada menumpuk begini?"Tanya Pelangi asal sekenanya saja.
"Raja tidak terlalu membutuhkan ini, makanya tak satu pun yang digunakannya. Harta Raja yang lain masih banyak yang bisa digunakan sebelum menghabiskan batangan emas ini." Gumam Bintang sekenanya saja.
Sambil melangkah memeriksa salah satu ruangan, Bintang penasaran dengan bentuk jejeran emas yang berbentuk seperti huruf C sebelum melangkah keruangan lain, Ia menghampirinya.
Bintang berhenti sejenak di depan tumpukan emas itu sambil mengambil salah satu balok emas tersebut.
Diperiksanya emas seksama tapi tak ada juga petunjuk di sana Ia temukan. Walau Ia penasaran tapi rasa penasarannya belum juga terjawab.
Pelangi yang tak sabar di tempatnya, Ia telah pergi ke mana-mana menjejaki ruangan rahasia itu, mencari sesuatu yang baru selain emas.
Pelangi membuka berbagai pintu-pintu kecil dalam ruangan rahasia itu namun hanya tumpukan buku-buku tebal saja yang diperolehnya.
Sedangkan Bintang, kembali menelusuri garis tembok dalam ruangan rahasia itu, diperhatikannya semua bentuk ruangan dan garisnya, ketika sampai di salah satu batu kecil.
Tak jauh dari ujung tumpukan emas. Batu itu dibersihkannya oleh Bintang dari debu-debu yang menempel. ketika bersih tampaklah bahwa batu itu adalah sebuah tombol.
Tombol yang mengatur salah satu ruangan selanjutnya.
Bintang menekannya segera, satu menit kemudian terbuka satu pintu yang dibelakanginya. Pintu itu tepat berada di belakangnya.
Bintang masuk diikuti Pelangi. Di dalam ruangan itu mereka tak melihat sesuatu yang spesial, ke dua sejoli itu tak menemukan sesuatu lagi selain ukiran-ukiran di tembok ruangan yang tersembunyi itu.
Pelangi bertepuk jidat sambil mengatupkan rahang.
__ADS_1
Bintang malah terkesima dengan ukiran-ukiran yang mengelilingi ruangan itu sepenuhnya. Bintang perlahan-lahan berjalan ke tengah ruangan lantas memeriksa dan memaknainya.
Ia berusaha menafsirkan ukiran yang berkelok-kelok di tembok itu. Sedang Pelangi keluar ruangan mencari yang lain sebab di dalam ruangan itu Pelangi tak menemukan apa-apa. Ia kembali ke ruangan sebelumnya tempat emas.
Sedang Bintang makin lama makin penasaran dengan ukiran di depannya. Dalam hatinya berkata-kata bahwa tidak mungkin ini hanya ukiran biasa, yang disembunyikan lebih dari tumpukan emas.
Sepuluh menit Ia memandang-mandang terus ukiran di tembok namun tetap juga Ia tak berhasil menerjemahkan ukiran tersebut.
Semangatnya untuk menafsirkan lama-lama terkikis karena tak mendapat apa makna di balik tulisan bergaris tersebut.
Debu yang melengket dicobanya di sapunya pelan. Ketika Ia menyapu-nyapu debu di atas ukiran itu maka lama-lama makin tampaklah bentuknya.
Bentuk ukiran itu intinya berbentuk garis besar yang menggambarkan huruf C, tapi tulisan-tulisan indah yang berukiran kecil mencoba menghalangi bentuk huruf C itu hingga tak tampak jelas bentuk ukiran C nya.
Seketika nampak jelas bentuk ukiranya, Bintang langsung dapat menafsirkan maknanya, Bintang terperangah melihat ukiran yang berbentuk C dengan di balut-balut pakai ukiran-ukiran indah.
Melihat ukiran tersebut, Bintang dapat mengetahui petunjuknya bahwa ada sesuatu yang tersembunyi lagi dalam ruangan itu.
Diperhatikanya lagi tulisan-tulisan indah itu secara detail tanpa berkedip-kedip, yang menyelimuti bentuk huruf C yang besar itu, di situlah Ia mendapat petunjuk tentang keberadaan sesuatu.
Ketika mengetahuinya dengan jelas, Bintang segera memanggil Pelangi ke dalam ruangan itu.
"Pelangi kita bongkar tembok ini!"Desah Bintang.
"Hah."Jawab Pelangi terkejut mendengar ucapan sahabatnya.
"Tidak, kita tidak akan meruntuhkannya satu kali"Ujar Bintang tak mau berdebat panjang.
"Biar bagaimana pun ini adalah Gowa, sedikit saja retak maka seluruhnya akan runtuh bersamaan dan kita akan tertimbun hidup-hidup di sini."Ketus Pelangi terus memberi peringatan.
Lama berdebat, dan membuat Bintang sepertinya tak berubah dengan ucapannya, maka Ia mengikut saja.
Ia mengikuti perintah Bintang, yaitu hanya memerhatikanya dengan teliti bongkahan batu tembok yang berguguran.
Bintang mundur beberapa langkah ke belakang lalu pelan-pelan mengeluarkan pukulan berbentuk sinar laser.
Sinar itu perlahan-lahan dilepasnya oleh Bintang ke tembok itu lalu mengiris pelan-pelan sampai tembok itu berjatuhan menjadi debu.
Berguguran debu itu hasil sinar laser yang dilepaskan oleh Bintang.
Dikiranya oleh Pelangi bahwa Bintang akan melepas pukulan berdentum ke arah tembok sehingga menyisakan runtuhan di mana-mana, seperti Bintang melepaskan pukulan pada perlawanan sebelumnya, saat melawan Binatang buas sebelum-sebelumnya.
Ternyata setelah di lepasnya pukulan itu ternyata tidak sama sekali malah seperti pisau yang mengiris kue ulang tahun.
__ADS_1
Bintang dengan mudah melalukanya dengan mulus, sedang Pelangi berdiri terpelongo terus memerhatikan serpihan-serpihan partikel dari tembok ruangan.
Lima belas menit Bintang menghancurkan tembok, barulah tampak sebuah koin besar di balik serpihan-serpihan yang berguguran.
"Bintang berhenti!"Teriak Pelangi tiba-tiba saat melihat Koin yang hampir jatuh.
Usai berteriak, Pelangi segera mendekati Koin itu yang masih menempel di dinding tembok ruangan, diambilnya dan diperhatikanya sejenak lalu diserahkannya kepada Bintang.
"Ini yang kau maksud benda yang menakjubkan itu?"Lirih Pelangi sambil ngeledek bercanda.
Bintang mengambil benda bulat itu yang berbentuk Koin, lantas memerhatikanya sesaat dengan membaca petunjuk ukiran-ukiran kecil yang berada di sekeliling ruangan.
Ketika dibacanya tulisan itu dengan seksama sambil memerhatikan sebuah logan di telapak tangannya.
"Ambillah kunci dari dinding dan bukalah, jika kau orangnya yang bernasib beruntung, kunci itu akan dapat membukanya."Baca Bintang diukiran itu yang bertuliskan tentang sesuatu.
Bintang makin penasaran, Ia bergumam pelan kepada Pelangi.
" Ini hanya kunci, Pelangi."Lirih Bintang lembut kepada sahabatnya.
"Bintang saya teringat sesuatu sepertinya ada sebuah bentuk lubang kecil persis bulatnya seperti logan ini?" Gumam Pelangi tiba-tiba mengatakan sesuatu yang dia ketahui.
"Di mana?"Tanya Bintang.
"Di tempat emas tadi." Jawab Pelangi.
"Oke, kita coba kembali ke sana?"Ucap Bintang seketika.
Pelangi memimpin jalan, kembali ke ruangan sebelumnya yaitu ruangan tempat emas bertumpuk.
Sampai di ruangan emas, Pelangi menunjuk sebuah lubang kecil itu tepat berada di tengah-tengah emas yang bertumpuk tersebut.
Bintang melangkah maju, lalu memerhatikan beberapa menit bulatan itu yang sama persis dengan benda bulat yang digenggamnya.
Bintang perlahan-lahan meletakkan benda yang di genggamnya ke lubang kecil itu, saat tersimpan sempurna sebuah bunyi prak terdengar seketika.
Bunyi itu bersumber dari sebuah segel yang terbuka.
Pelangi yang menyaksikannya terkejut melihat di depanya sebuah tempat tiba-tiba berubah seluruhnya.
Emas di depanya itu perlahan-lahan bergerser terbelah dua, dari bawah muncul sebuah kotak besar transparan di dalamnya tampak sebuah BUSUR EMAS.
Bintang terperangah lebih-lebih Pelangi melihat busur di dalam kotak itu yang makin muncul kepermukaan.
__ADS_1
Pelangi bergumam takjub, kagum, dan gembira melihatnya.
Busur itu berkilauan muncul kepermukaan, ketika muncul sempurna dan terhenti dari geraknya. Bintang melangkah mendekatinya.