Pelabuhan Hati Airin

Pelabuhan Hati Airin
Chapter 01. Laki-laki Misterius


__ADS_3

Ai Boutique, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Suara riuh pikuk pelanggan yang tengah memilih berbagai macam jenis baju muslimah, memenuhi sebuah bangunan bernama Ai Boutique.


Ai Boutique sendiri adalah sebuah perusahaan busana khusus baju muslimah yang setahun belakangan ini tengah naik daun.


Berlokasi di Jakarta pusat, tepatnya di kecamatan Tanah Abang kelurahan Gelora, perusahaan busana itu berdiri. Di pimpin oleh wanita cantik muslimah bernama, Airin Wigantara.


Iya, setelah bercerai Airin kembali memakai nama belakang keluarganya dan meninggalkan nama suaminya. Baginya, Wigantara jauh lebih cocok dibandingkan Pranata.


Kenapa begitu? Karena Wigantara adalah nama belakangnya dari semenjak dia brojol ke dunia ini sedangkan Pranata baru-baru dia dapatkan setelah menikah. Lebih lagi, nama itu tidak pernah memberikan kebahagiaan untuknya.


Satu lagi, setelah bercerai Airin hidup sendiri. Dia membangun sebuah usaha busana hingga kini dia berhasil membuat butik terkenal di Tanah Abang dalam kurun waktu satu tahun.


Kenapa bisa terkenal, karena di usaha Airin ada campur tangan Raka di dalamnya. Iya, wanita itu mendapatkan bantuan promosi dari Raka yang memiliki perusahaan game terbesar keempat di Amerika.


Jadi, itu mengapa Ai Boutique bisa sukses dslam waktu satu tahun. Sebenarnya bukan hanya karena, Raka jiga sih. Perusahaan Airin dikenal karena baju-baju muslim yang dia keluarkan sangat bagus plus menggunakan kain berkualitas tinggi.

__ADS_1


Di lantai tiga bangunan Ai Boutique, tepatnya diruang pemimpin. Saat ini di sana ada Airin yang tengah duduk di meja kerjanya.


Tidak ada yang berubah dari wanita itu. Dia masih mengenakan pakaian tertutup dengan hijab seperti biasa. Entah, biar pun sudah bercerai dia sepertinya sudah merasa nyaman dengan penampilannya itu.


Saat ini Airin tengah fokus di meja kerjanya. Kepala wanita itu menunduk, satu tangannya bergerak untuk mencoret secarik kertas.


Airin menghela napas dan wanita itu bergerak membanting pensil yang tadi dia gunakan, "Kenapa sulit sekali sih?" gerutunya sembari merebahkan punggungnya di sandaran kursi.


Airin mendongak, kedua manik hitamnya menerawang langit-langit ruangannya. Hening, tidak ada lagi suara. Saat ini Airin memilih diam bahkan dia sesekali tersenyum.


Airin bangkit dari duduknya dan setelah itu dia langsung berjalan ke belakang kursi kebesarannya. Wanita itu berdiri di balik kaca yang di mana, menampilkan keadaan kota yang begitu padat di siang hari ini.


Tenang, damai, dan sepi. Itulah yang Airin rasakan. Setelah acara pesta peringatan pernikahan ibu bapaknya satu tahun lalu, hidupnya berubah.


Dia tidak mengira dulu, Julian akan menurut untuk tidak mengganggunya lagi. Yah, meski pun itu dibantu oleh Mama Arum, tapi tetap saja itu sebuah keajaiban.


Iya, setahun terakhir ini Airin tidak lagi diganggu oleh, Julian. Jangankan mengganggu, melihat laki-laki itu pun sudah tidak pernah lagi.

__ADS_1


Rindu?


Tidak, justru bagi Airin itu lebih baik. Dia bercerai karena ingin lepas dari hubungan membingungkan itu. Lepas dari itu, dia juga ingin membuka lembar baru dan inilah hasilnya.


Dia susah menjadi seorang pemimpin dengan jerih payahnya sendiri. Airin kembali menghela napas dan bersaman dengan itu dia bergerak membuka mata.


"Segelas kopi mungkin akan sedikit membantu," gumam wanita itu dan dia langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah meja kerjanya.


Airin diam terkejut saat kedua matanya menangkap sosok laki-laki yang sudah berdiri di ambang pintu masuk ruangannya.


"Hai," sapa laki-laki itu dan Airin yang mendapati itu langsung mengubah keterkejutan dengan mimik wajah yang dipenuhi oleh senyum.


...T.B.C...


Guys. aku ada satu rekomendasi bacaan nih. Judulnya, "Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe," milik dari kakak, "Isti Sahburu" Kuy mampir yah.


__ADS_1


Penasaran 'kan? yuk mampir makanya.


__ADS_2