
"Kau mau mengajakku pergi kemana sih, Han?" tanya Airin dengan nada yang terdengar sedikit merengek kepada seorang laki-laki yang tengah mengemudikan mobil di sebelahnya.
Farhan Haris namanya. Laki-laki muda yang juga berperan penting dalam pembangunan butik Airin.
Bisa dibilang, lelaki yang dipanggil Farhan itu adalah orang yang membuat baju-baju buatan Airin dikenal. Iya, dia adalah seorang model yang tentunya terkenal dan punya banyak follower di media sosial.
Untuk perawatan. Farhan itu pria tampan dengan berewok yang terukur rapi, sekujur kulitnya pun putih bersih khas seperti seorang model tentunya. Dia sangat tinggi, rahangnya kokoh, pupil matanya tidak sipit pun tidak lebar. Singkatnya pas.
Dia mempunyai alis yang sedikit tebal, hidungnya mancung, dan bibirnya tipis dengan kumis terukur rapi sebagai hiasan.
Usia Farhan sendiri dua puluh enam. Seusia, Airin. Setahun yang lalu, tepatnya saat Airin memulai karir. Dia datang dan menawarkan diri sebagai model.
Aneh, 'kan? Namun, itu benar adanya. Jadi, bisa dibilang Farhan itu juga berperan penting dalam melejitnya perusahaan butik, Airin.
"Tentu saja cari makan siang. Emang mau ke mana lagi, Rin?" jawab Farhan sewot.
Memang begitulah cara Airin dan Farhan saling berkomunikasi. Awalnya dulu mereka canggung, tapi seiring berjalannya waktu kecanggungan pun hilang di antara mereka berdua.
Airin yang mendengar jawaban dari Farhan, hanya bisa tersenyum kikuk. Dia langsung membungkam mulutnya dan memilih untuk melihat ke luar.
Di sisi Farhan. Laki-laki itu menolehkan kepalanya dengan cepat untuk melihat, Airin yang tetiba diam.
__ADS_1
"Pekerjaan hari ini gimana?" celetuk Farhan dan itu berhasil membuat Airin menoleh.
Airin langsung memperlihatkan mimik wajah malasnya, "Seperti biasa, Han. Tapi, entah kenapa siang ini aku kok mumet gitu. Dari tadi gambar, enggak ada yang kelar. Mau teriak dan banting pensil aja rasanya."
Airin mengeluarkan unek-uneknya dengan wajah penuh ekspresi. Persis seperti dia yang dulu. Sementara Farhan sang pendengar malah terkekeh geli.
"Wah. Jadi, aku tadi tepat waktu dong ngajakin keluar," ujarnya dengan sedikit cengengesan.
Iya, yang datang menemui Airin adalah Farhan. Dia memang sering berkunjung ke butik itu dan Airin tentu saja mengizinkan.
Airin yang mendengar itu menoleh untuk melihat Farhan— laki-laki penggoda para kaum hawa yang tengah menyunggingkan senyum untuknya.
Padahal tadi wanita itu mana mau obrak-abrik ruang kerja. Namun, biar terlihat lucu dan tidak membosankan. Airin mengatakan itu.
Sementara, Farhan. Laki-laki itu tersenyum dan geleng-geleng kepala. Sungguh, bersama Airin di saat setelah bekerja keras, membuat kepenatannya menghilang.
"Kalau begitu, untuk menghilangkan kemumetanmu itu. Aku akan mengajakmu ngopi, bagaimana?" tanya Farhan sembari menoleh melihat Airin dan dia juga menghentikan mobilnya, karena kena lampu merah.
"Kamu memang tahu semua yang aku pikirkan, Han." Farhan mengerutkan kening mendengar penuturan Airin, yang terbilang membingungkan untuk di tangkap maksudnya.
"Mau?" Farhan berucap dengan nada yang terdengar sedikit bertanya.
__ADS_1
Airin yang mendengar itu tersenyum, "Tentu saja mau. Apa lagi aku kan pergi sama model tampan seperti kamu."
"Apa?" tanya Farhan dan Airin yang tadi diakhir pembicaraannya memelankan suara, langsung membulatkan mata.
"Apa? Enggak ada kok," ujarnya dengan sedikit kaget dan terkekeh kecil di akhir.
Farhan yang mendengar itu tersenyum. Dia kembali melajukan mobilnya sembari sesekali melirik, Airin yang saat ini sibuk mengorek permukaan dashboard dengan kuku jari telunjuknya.
kau memang masih lucu dan periang seperti saat itu, Rin, batin Farhan dan entah kenapa dia merasa senang di dalam hatinya.
...T.B.C...
...Guys maafkan aku kalau up lelet yah. Sorry pokoknya....
...Yang jelas, semoga suka yah....
...Btw, aku mau rekomendasikan cerita temenku nih. Judulnya, "Stuck Married" karya dari kakak, "Tyatul"...
...Seru pokoknya. Yuk mampir 👇...
__ADS_1