
Ace mencium wangi parfum yang menyeruak dari tubuh Hans. Bagi wanita yang sudah terbiasa bercinta. Mungkin wangi parfum maskulin itu akan membangkitkan gairah. Tapi tidak dengan Ace. Dia masih menahan nafas. Dia tidak terhanyut sama sekali dengan aroma parfum itu.
Tubuh Ace gemetar. Embusan nafas Hans di lehernya membuat Ace merasakan sensasi geli. Tangannya sudah berkeringat bahkan sampai basah. Kendati demikian. Ace masih bertahan karena hanya menyerahkan dirinya. Ace akan mendapatkan uang.
"Kami sakit?" tanya Hans. Laki Laki itu bisa melihat wajah pucat dan tangan Ace yang berkeringat. Ace menggelengkan kepalanya. Ace tidak sakit. Ace pucat dan berkeringat karena baru kali ini, dia merasakan sentuhan laki laki di tubuhnya. Selain itu. Ace juga takut harus kehilangan sesuatu yang berharga dari dirinya.
Hans mengerutkan keningnya. Hasratnya sudah muncul tapi wajah pucat Ace membuat hasrat itu memudar. Dia meneliti tubuh Ace dari atas sampai ke bawah. Dari segi penampilan Ace sore ini. Ace sudah seperti wanita penggoda. Gaun mini itu, mampu mengundang hasrat laki laki itu. Tapi tubuhnya yang gemetar seperti orang yang sedang ketakutan. Hans menilai Ace seperti itu di dalam hatinya.
"Kamu siap melayani aku sekarang?. Kamu berhasil memuaskan aku. Kamu akan mendapatkan bonus yang besar."
Ace hanya menundukkan kepalanya. Lewat ekor matanya. Dia bisa melihat gerak gerik Hans yang membuka kancing kemejanya. Perkataan Hans barusan menegaskan jika dirinya harus melayani tuannya sore ini.
"Kalau boleh tahu. Berapa bonus yang aku dapatkan jika sore ini. Aku melayani tuan."
Dengan suara yang bergetar, Ace memberanikan diri untuk bertanya. Dia hanya ingin tahu berapa bonus yang dia dapatkan setelah melayani sang tuan. Apakah hanya sekali melayani Hans bisa melunasi hutang hutang nya?. Atau perlu berapa kali dirinya harus melayani sang tuan supaya bisa melunasi hutangnya.
Hans tertawa sinis. Sejak pertemuan pertama Kali dengan Ace. Gadis itu selalu membicarakan tentang uang. Gaji satu bulan sudah diterima di awal dan tadi pagi Ace sudah mendapatkan bonus. Dan kini, wanita itu bertanya akan jumlah nominal bonus atas pelayanan tubuhnya. Benar benar gadis mata duitan.
__ADS_1
"Kamu pasti mengetahui kualitas dirimu sendiri. Kami bisa menyebutkan nominal bonus yang kamu inginkan sekarang. Aku akan memberikan jika sesuai dengan pelayanan mu nanti. Dan meskipun pelayanan mu tidak sesuai dengan nominal bonus yang kamu sebutkan nantinya. Kamu akan tetap mendapatkan bonus," jawab Hans. Dia ingin melihat seberapa besar nyali Ace untuk menyebutkan nominal bonus atas tubuhnya. Hans sudah menduga jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang pandai bersandiwara untuk mendapatkan materi yang besar.
Hans mengakui dalam hati jika Ace sangat berbeda dengan para pelayan yang sebelumnya. Dari segi berpakaian dan bahkan dari segi keberanian. Ace terlalu berani bertanya tentang bonus sebelum melayani sedangkan pelayan yang sebelumnya akan melayani dirinya terlebih dahulu. Memuaskan dirinya terlebih dahulu kemudian merayu Hans untuk mendapatkan uang yang banyak. Ace tidak seperti itu. Ace tidak merayu lebih tepatnya seperti bernegoisasi.
"Kalau aku minta tiga ratus juta. Bagaimana tuan?" tanya Ace. Hans terkejut. Matanya membesar menatap Ace. Tiga ratus juta hanya untuk menikmati wanita yang sudah bekas pakai tentu saja terlalu mahal bagi Hans. Tapi Hans tidak mau terlihat pelit di hadapan pelayannya.
"Kamu yakin. Pelayanan mu sebanding dengan tiga ratus juta?" tanya Hans.
Ace menundukkan kepalanya. Dia tidak yakin. Karena belum berpengalaman. Dia menyebutkan angka itu karena hutangnya mencapai ratusan juta pada pak Hardi. Ace ingin membayar hutang itu secepatnya dan sisa dari tiga ratus juta itu untuk membayar penalty pengunduran diri dari pekerjaan pelayan ini. Ace sudah memikirkan itu. Dia tidak akan bekerja sebagai pelayan ranjang tuan Hans jika masalah hutangnya ke pak Hardi terselesaikan. Ace berencana akan mencari pekerjaan di swalayan atau toko untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ace berpikir akan lebih baik mendapatkan gaji yang kecil tapi halal. Daripada gaji besar tapi dosa.
"Kenapa tidak dijawab?" tanya Tuan Hans sinis. Ace masih diam. Bahkan kini wanita itu merasa malu karena terlalu tinggi menentukan bonus akan pelayanan nya nanti.
Ace memalingkan wajahnya. Tidak mampu bertatapan dengan sang tuan. Apalagi Hans sudah tidak memakai kemejanya lagi. Dadanya sudah terbuka menampakkan bulu bulu halus di area dada. Dia juga tidak mengerti apa maksud dari perkataan Hans yang tidak mau kelelahan. Saat ini, Ace hanya focus menunggu jawaban sang tuan akan kepastiaan tentang bonus yang mereka bicarakan.
"Baiklah, tiga ratus juta kan. Mari kita bermain," kata Hans.
Ace terkesiap. Hans sudah setuju dengan bonus yang diinginkan oleh dirinya. Ace merasakan jantungnya berdetak kencang membayangkan apa yang akan terjadi antara dirinya dan tuan Hans nantinya.
__ADS_1
Hans duduk di tepi ranjang. Menunggu wanita itu melakukan tugasnya karena dia tadi sudah menegaskan jika Ace yang harus lebih aktif.
"Ayo. Kemari," panggil Hans. Ace menarik nafas panjang kemudian mendekati Hans. Demi uang tiga ratus juta. Ace siap melayani tuan Hans sore ini. Lebih cepat lebih bagus karena tidak ada yang bisa diharapkan untuk membayar hutang itu selain dengan cara ini.
Kini Ace sudah berada di hadapan tuan Hans dan mereka hampir tidak berjarak. Tubuh dua manusia itu sudah saling merapat tapi untuk memulai permainan mereka sama sama mengharapkan lawan main yang memulai.
"Ayo Ace. Demi tiga ratus juta. Demi rumah dan demi keluarga," kata Ace menyemangati dirinya sendiri dalam hati.
"Tuan Hans."
Ace membuka mulut menyebut nama tuannya di sambut Hans dengan ciuman. Hans akhirnya memulai permainan dengan mencium bibir Ace dengan lembut.
Ace terkejut. Dan dia bisa merasakan ciuman terasa hangat dan pelan. Jantungnya tidak terkondisikan lagi. Menyadari jika ciuman ini adalah awal dari permainan selanjutnya. Ace tidak berusaha menolak. Ace memejamkan matanya karena tidak ingin melihat wajah tuannya.
Tangan kanan Hans sudah memegang tengkuk milik Ace supaya wajah wanita itu tidak bergerak atau tidak mundur ketika dirinya memperdalam ciuman.
Ace merasakan kesulitan bernafas. Bibir tuan Hans menyumpal mulutnya dengan ciuman yang lebih intens.
__ADS_1
Ace merasa lega karena tiba tiba Hans melepaskan bibirnya dari bibir Ace. Tapi itu hanya sebentar. Hans kembali menyerang bibir Ace dengan ciuman yang lebih ganas dengan tangan yang sudah merayap di balik gaunnya.