Pelayan Duda Casanova

Pelayan Duda Casanova
Wanita Yang Tidak Mempunyai Hati


__ADS_3

"Gio demam Hans, tolong temui dia sekarang," kata Anita memohon. Anita tidak berbohong Gio memang sekarang lagi demam.


Hans mengalihkan pandangannya dari layar laptop kemudian menatap Anita dengan tajam.


"Apa otakmu tidak berfungsi lagi. Jika Gio demam harusnya kamu membawanya ke dokter bukan ke rumah ini."


"Sudah berobat ke dokter Hans. Tapi sepertinya Gio merindukan kamu Hans. Dia merindukan dekapan papa kandungnya."


"Jangan mengarang cerita Anita. Aku tidak akan memberikan anak kecil itu harapan palsu. Bawa pulang dia sekarang."


"Tega kamu Hans. Gio hanya anak kecil yang polos dan tidak mengerti permasalahan antara kita berdua orangtuanya. Dia tidak pantas kamu perlakukan seperti itu," kata Anita marah. Dia menatap tajam kepada Hans kemudian menatap tajam kepada Ace juga. Anita sudah menduga jika sikap Hans itu berkaitan dengan Ace.


Ace mengetahui dirinya ditatap tajam oleh Anita. Tapi wanita itu bersikap acuh. Ace dengan santai berjalan ke arah pintu yang menghubungkan kamar itu dengan balkon.


Hans berpikir sebentar, hatinya tersentuh mendengar perkataan Anita. Hans akhirnya menutup layar laptop. Hans tidak ingin menyesal di kemudian hari jika terbukti anak itu putra kandungnya karena mengabaikan Gio saat ini.


Hans berjalan melewati Anita begitu saja. Tanpa sepengetahuan Hans. Anita mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar dimana kenangan memadu kasih bersama Hans di saat mereka masih suami istri. Kemudian wanita itu mengarahkan pandangannya ke arah balkon dan melihat Ace yang sedang memegang besi pembatas balkon dan membelakangi dirinya.


Anita tersenyum sinis. Mengingat Hans pernah mengatakan sudah menikah. Anita sangat yakin jika Ace adalah istri dari Mantan suaminya itu. Anita merasa diatas segalanya dari Ace. Anita merasa lebih cantik dari Ace.


Anita akhirnya keluar dari kamar itu dengan senyum yang merekah. Hans sudah bersedia menemui putranya hal yang sangat membahagiakan bagi dirinya. Anita berharap, Hans dan Gio tidak bisa dipisahkan oleh apapun.


"Benar dia demam bi?" tanya Hans begitu kakinya menginjak ruang tamu. Gio tertidur di sofa dan Bibi Santi menjaga anak itu.


Bibi Santi menganggukkan kepalanya. Kemudian berlalu dari ruang tamu itu karena Anita juga sudah muncul di Sana. Bibi Santi menyadari dengan keberadaan anak itu hubungan Ace dan Hans akan semakin rumit. Bibi Santi juga menduga dalam hati. Kedua orang tua Hans memaksa laki laki itu meniky secepatnya ada hubungan dengan Anita dan anak laki laki kecil itu.

__ADS_1


Hans memastikan keadaan Gio dengan menempelkan punggung tangannya di kening anak itu. Gio memang demam. Hans duduk di sofa yang sama dengan Gio dan tidak berniat untuk membangunkan anak kecil itu.


"Sepertinya kita harus bergantian mengasuh Gio, Hans," kata Anita pelan.


"Sudah berapa Kali aku katakan Anita. Aku butuh bukti akurat tentang Gio baru mengambil keputusan. Aku sudah menawarkan tes DNA. Jika kamu bersedia, secepatnya kita bisa melakukan tes itu."


"Tapi aku tidak mau anakku jadi bahan pembuktian Hans. Cukup satu kali aku melakukannya. Kita harus berpikir panjang. Jika setelah dewasa, Gio mengetahui dirinya diragukan pasti sangat kecewa nantinya. Gio ada di rahim ku bukan karena perselingkuhan. Dia bersemayam di tubuhku ketika kita masing terikat pernikahan yang sah. Jadi apa yang harus kamu ragukan Hans."


"Perselingkuhan mu dan sikap penolakan tes ini yang membuat aku ragu jika dia adalah anakku."


"Aku menolak itu demi kebaikan hubungan antara ayah kandung dan putranya di masa depan. Apa kamu berpikir aku berbohong. Apa untungnya aku berbohong tentang Gio. Kamu berpikir apa yang aku lakukan ini untuk usaha mendekati kamu. Aku bahagia dengan suami ku yang sekarang Hans. Aku melakukan ini hanya karena menginginkan Gio mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua kandungnya meskipun tidak bersama sama lagi."


Anita tidak sadar meninggi kan suaranya. Sedangkan Hans seperti tidak berminat mendengar perkataan mantan istrinya Hans hanya ingin wanita itu secepatnya pergi dari rumah itu. Melihat Hans terdiam. Anita menduga jika mantan suaminya itu sudah luluh dan bersedia untuk mengasuh Gio secara bersamaan.


"Bagaimana kalau Gio aku tinggal di rumah ini. Aku sangat yakin Bibi Santi akan merawat anak kita dengan baik."


"Tapi dia putramu Hans. Dia berhak tinggal bersama kamu. Kan kamu sudah punya istri. Istri yang baik pasti akan menyayangi anak tirinya. Aku rasa kamu perlu membuktikan jika istri mu yang sekarang memang benar benar mencintai kamu atau tidak."


Anita berusaha mempengaruhi Hans.


"Istriku bukan baby sitter."


"Oya. Tapi penampilannya seperti pelayan. Ops maaf keceplosan," kata Anita tanpa merasa bersalah sama sekali. Anita tidak perduli dengan tatapan tajam Hans. Anita hanya perduli dengan maksud kedatangannya ke rumah ini. Anita semakin merasa puas ketika ekor matanya menangkap pergerakan Ace melintas di ruang tamu itu.


"Apa kamu mempunyai niat terselubung atas kedatangan mu di rumah ini Anita. Kamu tidak berhak menilai seperti apapun istriku," kata Hans sudah terpancing amarah. Hans tidak terima ada orang lain yang mengatakan istrinya seperti pelayan padahal di awal pernikahan. Hans menekankan jika Ace hanyalah pelayan bagi dirinya.

__ADS_1


Jika dirinya sakit hati mendengar kata pelayan itu ditujukan pada Ace. Lalu bagaimana hati Ace ketika dirinya sendiri menyebut wanita itu sebagai pelayan. Pertanyaan itu berputar putar di kepalanya hingga Hans memaklumi jika Ace bersikap biasa kepada dirinya meskipun sudah ada ajakan saling belajar mencintai. Ternyata, wanita itu mempunyai luka batin karena status yang dia sematkan kepada Ace sejak mereka menjalani pernikahan pura pura itu.


"Tidak, aku tidak mempunyai niat terselubung. Hanya saja apa yang kamu katakan tentang istri mu tidak sesuai dengan kenyataan. Aku sudah membayangkan istri mu sangat wah. Sangat hebat, cantik dan berkelas. Ternyata setelah melihat aslinya. Jempol tidak layak untuk dirinya," kata Anita meremehkan. Hans semakin marah dan dalam hatinya. Hans berencana akan memodali Ace untuk tampil cantik dan kalau boleh Ace lebih cantik dari wanita pengkhianat yang ada di hadapannya.


Hans menarik nafas panjang. Hatinya tiba tiba diliputi keraguan. Ace bukan seperti wanita lainnya yang bersedia menurut apapun perintah dan permintaannya. Hans sangat ragu, Ace bersedia menerima modal untuk mempercantik dirinya.


Anita tertawa merasa menang banyak atas istri mantan suaminya.


"Bertemu dimana sih wanita model seperti dia. Mengapa selera mu terjun bebas setelah terlepas dariku," kata Anita lagi.


"Aku rasa dengan keadaan Gio yang sedang sakit. Tidak sepantasnya kamu bisa tertawa senang seperti itu karena merasa menang atas istriku. Seharusnya kamu memikirkan bagaimana supaya Gio bisa sembuh secepatnya bukannya menghina istriku."


"Kamu adalah obatnya Gio. Aku tidak perlu merasa khawatir lagi. Oya, Gio masih tidur. Aku tinggal dia disini ya. Nanti sore aku jemput. Di tas itu ada perlengkapan Gio dan obatnya. Aku dan suamiku ada janji hari ini dan tidak bisa ditunda."


"Anita, bawa dia pergi," kata Hans marah. Anita tidak memperdulikan perkataan Hans. Dia berjalan setengah berlari keluar dari rumah itu bersamaan dengan Gio yang sudah terbangun dari tidurnya.


Anak kecil itu menangis ketika menyadari berada di tempat yang asing. Dan suara mobil juga terdengar menjauh dari halaman rumah. Mau tidak mau, akhirnya Hans mengulurkan tangannya kepada anak kecil itu dan menenangkannya. Gio berhenti menangis dalam dekapan Hans.


"Dasar wanita tega," umpat Hans setelah Gio sudah berhenti menangis. Kemudian suara Hans menggelegar memanggil Bibi Santi dari ruang tamu itu.


Mungkin karena mendengar atau terkejut dengan teriakan Hans. Gio kembali menangis. Lagi lagi, Hans menenangkan anak kecil itu. Beruntung, Gio mudah ditenangkan sehingga Hans tidak pusing tujuh keliling karena anak itu.


"Ya tuan," kata Bibi Santi. Matanya berkeliling melihat penjuru ruang tamu itu mencari keberadaan Anita.


"Wanita itu tega meninggalkan anak ini di rumah ini bi. Bibi bisa bantu menjaganya kan. Tolong bi," kata Hans.

__ADS_1


Hans terpaksa meminta tolong kepada Bibi Santi karena untuk meminta tolong kepada Ace. Hans tidak mau. Dia takut, istrinya itu tersinggung.


"Benar benar wanita yang tidak punya hati," kata Bibi Santi sambil mengulurkan tangannya menerima Gio. Anak laki laki itu merasa enggan berpindah dari Hans ke Bibi Santi.


__ADS_2