
"Jangan terlalu takut akan hal yang belum terjadi ce. Aku sangat yakin kamu tidak hamil," jawab Tuan Hans.
Hans bisa saja sangat yakin di bibir jika Ace tidak akan hamil tapi lain dengan di hatinya. Tuan Hans juga khawatir jika benihnya bertumbuh subur di rahim Ace. Ketakutan Ace akan hamil mengingatkan Hans akan adegan mereka satu minggu yang lalu. Saat itu, Hans sangat bersemangat untuk menikmati tubuh Ace karena sebenarnya dirinya pun penasaran bagaimana nikmatnya bermain dengan wanita yang virgin. Karena hanya dengan Ace dirinya akan bercinta dengan seorang yang perawan.
Bukan lupa, Hans sengaja tidak memakai pengaman saat itu.
Hans merasa aman tidak memakai pengaman karena Ace masih virgin dan tidak mungkin menularkan penyakit kelamin kepada dirinya. Berbeda dengan pelayan pelayan sebelumnya. Hans tidak lupa memakai pengaman karena dirinya tidak mengetahui dengan siapa saja pelayan tersebut bermain sebelumnya dan juga latar belakangnya.
"Yakin aku tidak akan hamil tuan?" tanya Ace lagi. Hans menganggukkan kepalanya.
Ace merasa lega, dia percaya dengan kata kata Hans karena Ace berpikir jika Hans sangat berpengamalan dalam hal bercinta dan kehamilan.
"Layani aku sekarang ya ce," kata Hans lagi. Keinginan untuk menikmati tubuh Ace lebih besar daripada ketakutan jika wanita itu akan hamil.
Ace menatap wajah Hans yang memohon. Wajah dan sorot mata Hans yang sendu, sebenarnya membuat Ace kasihan. Tapi bayang bayang kesakitan di pengalaman pertama itu masih berbekas sampai sekarang.
"Pasti kamu tidak akan hamil. Percaya padaku!.
Hans sudah seperti anak muda yang membujuk pacar polosnya untuk bersedia bercinta.
"Aku janji juga akan pelan pelan. Nanti kalau sudah terbiasa bukan rasa sakit yang kamu rasakan tapi enak juga. Rasa sakit di awal itu memang wajar," bujuk Hans lagi.
Melihat sikap diam istri pura puranya, Hans merasa sangat frustasi. Dirinya sudah berpuasa selama satu minggu ini. Jangan sampai malam ini juga tidak menikmati tubuh istrinya itu.
"Apa yang kamu takutkan lagi ce?" tanya Hans. Kata kata untuk menyakinkan Ace sepertinya kurang berhasil untuk membujuk wanita itu supaya bersedia melayani dirinya malam ini.
"Aku takut kalau sering sering melakukan hubungan itu nantinya akan hamil Tuan."
"Aku pakai pengaman nanti kalau itu yang kamu takutkan."
Tuan Hans berdiri dan melangkah menuju meja kemudian membuka laci. Hans mengambil sebuah kotak dari sana.
"Ini pengamanannya. Mau ya melayani aku malam ini. Please!"
"Tapi pelan pelan ya Tuan," jawab Ace akhirnya membuat senyum Tuan Hans mengembang karena sangat senang. Rasa nikmat yang luar biasa satu minggu yang lalu karena menikmati tubuh Ace masih terbayang di pikirannya hingga saat ini.
Hans bermain seperti keinginan Ace. Pelan dan lembut juga tidak terburu buru membuat Ace bisa menikmati permainan itu. Memang tuan Hans yang lebih aktif tapi itu tidak masalah bagi laki laki itu. Sambil menjelahi tubuh Ace. Tuan Hans berpikir jika dirinya tidak rugi mengeluarkan uang ratusan juta untuk Ace karena rasa nikmat tubuh wanita itu.
"Tidak sakit kan?" tanya Hans. Ace menggelengkan kepalanya malu malu. Posisi mereka saling berhimpitan dengan tubuh Hans yang berada diatas tubuh Ace.
Hans tersenyum melihat Ace yang menginginkan dirinya untuk segera bergerak. Hans sengaja berhenti bergoyang untuk mengerjai Ace. Dia tahu, Ace sudah menikmati permainan mereka.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Hans. Ace tidak menjawab karena dirinya sungguh malu. Ace hanya menggigit bibirnya. Hans tersenyum. Melihat wajah istrinya, Hans tersenyum.
Hans terkapar disebelah Ace setelah permainan itu selesai. Hans benar benar puas. Kepuasan yang dia dapatkan sangat berbeda dengan kepuasan dari pelayan pelayan ranjangnya.
"Ce, bagaimana kalau kamu hamil. Aku lupa memakai pengaman tadi."
"Apa tuan?" tanya Ace terkejut. Dia berpikir jika permainan memabukkan barusan sudah aman dari kehamilan ternyata Hans lupa memakai pengaman.
"Maaf ce, aku lupa memakainya."
"Tuan, aku tidak mau hamil. Kita hanya menikah pura pura. Jangan sampai ada anak di dalam pernikahan pura pura ini," jawab Ace gusar.
Hans memandang langit langit kamarnya. Jika pelayan pelayan sebelumnya berusaha supaya hamil benihnya tapi tidak bagi Ace. Berkali kali, Hans hampir dijebak supaya tidak memakai pengaman tapi Hans akan selalu mengingat memakai pengaman. Tapi tidak dengan Ace saat ini. Hans benar benar lupa memakai pengaman tersebut.
"Aku akan bertanggung jawab ce. Tenang saja!.
"Bukan karena tanggung jawab anda tuan. Tapi aku belum bersedia jadi seorang ibu Dan aku juga belum ingin terikat."
Ace memang belum siap menjadi seorang ibu. Prioritasnya saat ini adalah kesembuhan mama Rani dan pendidikan Rangga. Jika pernikahan pura pura itu berakhir. Ace berencana akan mengembangkan restoran mamanya dengan konsep yang sudah tertanam di pikirannya.
Selain itu, Ace juga tidak ingin terikat dengan Tuan Hans karena hadirnya seorang anak diantara mereka. Ace sadar mereka berdua tidak saling mencintai. Ace takut, kegagalan orangtuanya berumah tangga akan terulang kepada dirinya jika pernikahannya dengan Tuan Hans berlanjut karena kehadiran seorang anak.
Selain itu Banyak sifat Hans yang tidak disukai oleh Ace.
Membicarakan kehadiran seorang anak. Hans mengingat pertemuannya dengan Anita tadi siang. Gio. Wajah anak laki laki itu terbayang di wajahnya.
Baru saja, Tuan Hans hendak memejamkan matanya. Suara ponselnya yang berdering membuyarkan kantuk nya.
"Ini tuan."
Ace mengambil ponsel milik Tuan Hans dan memberikannya kepada laki laki itu. Kemudian Ace berjalan hendak ke kamar mandi.
Hans memandangi layar ponsel itu. Deretan nomor nomor pemanggil itu asing bagi Hans. Nomor itu belum tersimpan. Hans mengabaikan panggilan itu karena berpikir jika itu panggilan yang bermaksud iseng saja.
Setelah berhenti berdering. Ponsel itu kembali berbunyi dengan nomor yang sama.
"Halo."
"Hans, Gio tidak mau tidur. Gio ingin bersama kamu malam ini."
"Anita, jangan mengganggu aku," bentak Hans. Sungguh dia tidak suka dihubungi oleh Anita dengan alasan apapun termasuk alasan karena Gio. Sebelum ada bukti jika anak itu adalah putranya. Hans tidak akan memberikan waktunya kepada Gio. Hans juga tidak percaya dengan perkataan mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Hans, dia putramu.. Pertemuan kalian tadi siang sangat berkesan bagi Gio. Dia menyebut namamu Hans. Gio juga sedang demam, Hans."
"Apa yang kamu inginkan Anita?" tanya Hans tajam.
"Tolong temani Gio, Hans. Tolong datang ke rumah ku sekarang juga. Aku sudah minta ijin kepada suamiku. Dia mengijinkan."
"Dalam mimpi mu pun itu tidak akan jadi kenyataan. Jika Gio sakit. Ada rumah sakit untuk orang orang yang sakit. Ingat, sebelum ada bukti jika Gio adalah putraku. Apapun yang kamu inginkan tidak akan pernah terwujud."
Tuan Hans memutuskan panggilan itu secara sepihak. Kemudian menonaktifkan ponsel miliknya bersamaan dengan Ace keluar dari kamar mandi.
Hans termenung. Pertemuannya dengan Anita tadi siang dianggap masalah oleh Tuan Hans. Entah mengapa, dalam situasi seperti ini. Hans butuh sosok teman berbagi.
"Ce, sudah mau tidur?"
"Iya tuan."
Hans menatap wajah Ace sebentar. Bayang bayang pernikahan sederhana mereka terlintas di kepalanya. Saat itulah, Hans sadar jika pernikahannya dengan Ace sah di hadapan agama. Hans seketika tersadar jika Ace sah sebagai istrinya. Kata pura puranya itu nyatanya hanya di mulut tapi kenyataannya mereka adalah pasangan halal.
"Ce, kamu sadar gak, kalau kita ini adalah dua orang dewasa yang bodoh," kata Hans. Hans mendadak seperti orang bodoh yang menyeret Ace menikah pura pura tapi mereka menikah sungguhan di hadapan agama.
"Maksudnya Tuan?"
"Kita pasangan halal ce."
Ace tidak menjawab. Karena wanita itu juga sadar jika mereka pasangan halal setelah mendengar nasehat Bibi Santi.
"Ce, Kita pasangan halal," ulang Hans.
"Iya tuan. Aku tahu."
"Sejak kapan kamu menyadarinya?"
"Sejak pernikahan itu terjadi."
Hans mengusap wajahnya dengan kasar. Entah mengapa dirinya bisa mendadak bodoh seperti itu. Ace adalah istri keduanya. Jika hubungan mereka berakhir nantinya. Itu artinya, Hans akan menyandang status duda untuk kedua kalinya. Jika itu terjadi maka dirinya akan mendapatkan penilaian negative karena menjadi duda untuk yang kedua kalinya. Dan yang lebih memalukan. Anita akan menertawakan dirinya nantinya.
Hans kembali menatap wajah Ace yang duduk bersandar di tempat tidur sambil bermain ponsel. Hans mengakui dalam hati, istrinya itu cantik dan masih muda. Tapi dua categori itu tidak membuat Hans menjatuhkan pilihan kepada Ace untuk menjadikan wanita itu menjadi wanita idamannya untuk saat ini.
Hans mempunyai kategori tersendiri untuk wanita yang akan dijadikan sebagai istrinya. Dan yang paling terpenting adalah setia dan gila harta. Dan dua kategori itu belum bisa dipastikan ada pada diri Ace. Mereka berdua masih hitungan minggu saling mengenal dan belum mengenal karakter masing masing.
"Semoga aku bisa jatuh cinta kepada Ace," kata Hans dalam hati.
__ADS_1
Hans menyadari dirinya sudah terjebak dalam pernikahan karena kebodohannya sendiri. Dan Hans berpikir dewasa malam ini. Jika berawal dari pernikahan pura pura itu dirinya bisa mendapatkan pendamping hidup sampai usia menua. Maka Hans akan membuat Ace akan jatuh cinta kepada dirinya.