Pelayan Duda Casanova

Pelayan Duda Casanova
Tukang Pijit


__ADS_3

Tuan Hans menatap Ace sebentar. Suara Ace yang sedikit gemetar dan tubuh yang gugup cukup membuktikan jika sebenarnya wanita itu bukan wanita penggoda. Tapi tidak bagi Hans apa yang terlihat di hadapan hanya sebagai upaya untuk meyakinkan dirinya bahwa Ace adalah wanita baik baik.


"Ternyata kamu tidak sabar untuk bermain dengan ku. Gadis nakal. Kemari lah," kata Tuan Hans kemudian terkekeh. Laki laki itu memundurkan tubuhnya hingga duduk di tengah ranjang.


Ace menaiki ranjang itu. Dia mengambil tempat duduk di belakang tubuh tuan Ace membuat Tuan semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh pelayannya itu.


"Biarkan aku memijit tuan terlebih dahulu. Bolehkah tuan?" tanya Ace. Hans berpikir sebentar. Saat ini memang kepalanya sangat berat. Dia berharap dengan menuntaskan hasratnya bersama pelayan baru. Kepalanya yang terasa berat akan semakin ringan.


Tidak bisa dipungkiri jika pekerjaan terkadang membuat kepalanya sangat terasa berat. Sekeras dan seserius apapun dia bekerja. Masalah itu pasti selalu ada. Seperti hari ini. Tuan Hans harus menghadapi complain serius dari klien dan secepatnya harus diselesaikan.


"Bagaimana tuan?" tanya Ace lagi. Tuan Hans menganggukkan kepalanya.


Jemari lentik milik Ace memijit lembut kening dan kepala tuan Hans. Sepertinya, Ace mengetahui titik titik dimana dirinya harus memijit supaya Tuannya merasa puas.


Tuan Hans memejamkan mata. Gerakan tangan Ace di pelipis dan kepalanya terasa enak dan membuat dirinya hampir mengantuk.


"Kamu terbiasa memijit?" tanya tuan Hans. Dia bertanya untuk mengusir rasa kantuk yang sepertinya sulit dilawan.


"Terbiasa tuan."


"Kamu mempunyai banyak pelangggan?"


"Tidak tuan. Hanya satu orang saja," jawab Ace.


Dia tidak tahu jika Tuan Hans berpikir jika satu pelangggan yang dimaksudkan oleh Ace adalah laki laki yang sudah pernah tidur dengan Ace. Sedangkan pelanggan yang dimaksudkan oleh Ace adalah mamanya sendiri. Sejak sang mama mulai sakit sakitan hampir setiap malam dirinya selalu memijit mama Rina supaya bisa tertidur.

__ADS_1


"Pijitan mu sangat enak. Aku sangat suka," kata Hans jujur.


"Terima kasih tuan," kata Ace.


"Jadi kan aku tukang pijit saja tuan tapi dengan bayaran yang mahal. Jangan jadikan aku pelayan ranjang mu," jerit Ace dalam hati.


Gerakan lemari lentik milik Ace terus bergerak di area kening, pelipis dan kepala tuan Hans. Gerakan itu membuat tubuh Hans bereaksi. Berkali kali terdengar laki laki itu bersendawa.


"Tuan masuk angin," kata Ace.


"Sepertinya kamu benar. Tolong pijit juga punggung ku."


"Siap Tuan," jawab Ace cepat.


Hans menggerakkan tangannya membuka kemeja yang masih melekat di tubuhnya. Hans menggerakkan matanya meminta Ace untuk membantu dirinya membuka kancing itu tapi sepertinya Ace tidak mengerti arti lirikan mata itu.


Ace memejamkan matanya supaya tidak melihat pemandangan langka di hadapannya.


"Mengapa kamu menutup mata. Mengantuk?. Tidak segampang itu untuk langsung tidur nona. Kerjakan dulu tugas mu," kata Hans.


"Baik Tuan. Silahkan telungkup. Apa aku perlu pakai minyak tuan?"


"Minyak apa?"


"Minyak khusus untuk memijit. Sepertinya Bibi Santi mempunyai minyak seperti itu."

__ADS_1


"Tidak. Tidak perlu pakai minyak," jawab Hans cepat. Dia tidak menyukai aroma minyak seperti itu.


"Baiklah Tuan. Aku akan memulai memijit punggung Tuan."


Ace meletakkan tangannya di punggung laki laki itu. Menekan sedikit kemudian menarik tanpa melepaskan tekanan tangannya.


"Tidur lah. Tidur lah sampai pagi. Hingga tidak ada kegiatan panas antara kita berdua malam ini," kata Ace dalam hati. Dia sengaja menggerakkan tangannya membuat laki laki itu nyaman dan berharap juga bisa tertidur.


Benar saja, masih setengah jam, Ace memijit punggung Tuannya sudah terdengar dengkuran halus dari mulut pria itu pertanda dirinya sudah tertidur. Entah karena pijitan Ace yang terlalu enak atau karena sangat lelah yang pasti Ace sangat senang melihat tuannya sudah tidur.


Ace turun perlahan dari ranjang setelah terlebih dahulu menyelimuti tuannya. Akan sia sia kerja keras memijit Tuan Hans untuk mengeluarkan angin dari tubuhnya jika pria itu tidur bertelanjang dada tanpa selimut. Apalagi suhu di ruangan itu diatur sangat dingin oleh si empunya kamar.


Ace seketika bingung. Meninggalkan tuan Hans sendirian di kamar itu atau tidur satu ranjang seperti tertulis di surat perjanjian. Sungguh, tidur dengan laki laki yang baru dikenal tentu hal yang paling sulit bagi Ace.


Akhirnya Ace memutuskan tidur di sofa. Meskipun dia tidak menginginkan dirinya melayani gairah sang tuan. Tapi Ace tetap siap siaga di kamar itu. Dia tidak ingin, Hans marah di malam pertama dirinya bekerja karena itu akan mempengaruhi bonus yang dia terima besok pagi.


"Selamat tidur tuan Hans. Semoga kamu terlelap hingga pagi hari," kata Ace pelan dan penuh harap.


Ace juga tidak dapat menahan matanya untuk tidak tidur. Lebih kurang satu jam memijit Tuan Hans. Ace juga merasa kelemahan apalagi tadi siang dia tidak tidur siang sama sekali.


Lewat tengah malam. Hans terbangun. Dia melihat dirinya yang masih memakai bokser. Dia melihat ke sekeliling ranjang dan tidak menemukan pelayan baru nya di sisinya membuat Hans merasa tertipu. Dia masih ingat sebelum tidur, Ace masih memijit dirinya.


"Berani kamu bermain main dengan ku. Awas saja kamu," kata Tuan Hans geram. Dia menyingkapkan selimut dari tubuhnya dan hendak ke kamar mandi menuntaskan panggilan alam yang mendesak.


Hans keluar dari kamar mandi. Dia tidak ingin melanjutkan tidur nya lagi melainkan mencari si pelayan baru yang sudah menipu dirinya. Hans membuka pintu kamarnya. Ketika dia berbalik hendak menutup pintu. Dia melihat Ace yang tertidur di sofa miliknya. Akhirnya Hans kembali masuk ke kamarnya dan mendekati Ace.

__ADS_1


Hans menatap wajah teduh milik pelayannya. Rasa kesal karena merasa tertipu hilang seketika melihat wajah lucu milik Ace. Hans tidak tega membangun Ace untuk memuaskan dirinya malam ini apalagi jarum jam sudah menunjuk angka dua. Besok, dirinya harus cepat berangkat ke kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepat mungkin.


"Berani nya kamu menipu aku dengan ilmu pijit mu itu. Malam ini, kamu bisa lolos tapi tidak dengan besok malam. Aku pastikan kami akan berteriak minta ampun karena keperkasaan ku," gumam tuan Hans pelan. Dia membiarkan Ace tidur di sofa itu dan dirinya kembali ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya.


__ADS_2