Pelayan Duda Casanova

Pelayan Duda Casanova
Penghinaan Anita


__ADS_3

"Tuan, ada tamu di bawah," kata Ace kepada tuan Hans yang sedang bersantai di kamar menikmati musik di kamar mereka. Hari ini, Hans bisa bersantai di rumah karena hari libur.


"Ce, bisa gak kata Tuan itu diganti saja dengan sebutan lain atau panggil nama saja."


Sejak Tuan Hans memutuskan untuk berusaha menjalani pernikahan itu secara sungguhan. Panggilan tuan dari Ace sangat risih di tellinganya. Sudah satu minggu sejak ajakan Tuan Hans itu tapi sampai detik ini. Ace masih betah memanggil dirinya dengan sebutan tuan.


"Maaf Tuan sepertinya sangat sulit. Lidah ini sudah terkondisikan menyebut kata Tuan jika Kita berdua saja dan terkondisikan juga menyebut mas jika ada papa dan mama."


Ace menjawab dengan santai. Lain Hans lain juga Ace menyikapi pernikahan mereka. Ace memang jelas mengetahui jika pernikahan mereka sah di hadapan agama dan dirinya juga menjalankan kewajibannya sebagai istri sungguhan. Tapi untuk membuka hati belajar menerima dan mencintai tuan Hans. Sampai detik ini, Ace belum mempunyai niat untuk itu. Hans mempunyai jejak tidak bagus di dalam hidupnya. Ace tidak yakin bisa menerima masa lalu suami pura puranya itu begitu saja. Hans bukan hanya sekedar casonova biasa. Hans sengaja memelihara pelayan ranjang untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.


Bagi Ace, jejak suaminya itu sangat parah dan bisa saja Hans memelihara pelayan ranjang meskipun mereka terikat dalam pernikahan sungguhan. Intinya, Ace belum percaya, suaminya itu sudah berubah dalam waktu singkat ini.


"Mana mungkin seperti itu Ace. Kamu sengaja tetap memanggil aku dengan sebutan tuan karena sakit hati kan ce?. Kamu sakit hati karena aku pernah melarang kamu menyebut aku dengan sebutan mas?.


Ace membenarkan perkataan suaminya itu dalam hati. Benar dirinya sakit hati karena larangan tuan Hans saat itu. Tapi untuk terus terang. Ace juga tidak mau. Biarlah Tuan Hans menemukan jawabannya sendiri mengapa dirinya masih saja memanggil dengan sebutan tuan.


"Tuan, ada tamu di bawah," ulang Ace. Tuan Hans terdengar menarik nafas panjang. Dia menatap wajah Ace sebentar. Wajah Ace tanpa ekspresi membuat tuan Hans pesimis untuk mendapatkan cinta dari istrinya itu.


"Siapa?"


"Aku tidak mengenalnya tuan. Baru Kali ini, aku melihatnya datang ke rumah ini."


"Laki laki atau perempuan?" tanya Tuan Hans.

__ADS_1


"Perempuan dengan anak laki laki yang masih kecil Tuan."


Hans membelalakkan matanya. Dia sudah menduga jika tamu yang sedang menunggu di ruang tamu itu adalah mantan istrinya dan Gio.


Tuan Hans menatap wajah Ace sebentar kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. Di depan Anita mantan istrinya. Dia tidak boleh terlihat menjalani pernikahan tanpa cinta itu. Tuan Hans harus terlihat bahagia di depan Anita. Dan Ace juga harus terlihat melebihi mantan istrinya.


"Ce, dia mantan istriku. Bolehkah kamu mengusir dia dari rumah ini?" tanya Tuan Hans. Saat ini bukan waktu yang tepat memperlihatkan kebahagiaan semu nya di hadapan mantan istrinya apalagi Anita dan Ace sudah bertemu di lantai bawah. Anita pasti nantinya mengejek dirinya karena mempunyai istri yang berpenampilan sangat sederhana.


"Tuan yang punya mantan. Mengapa aku yang harus mengusir. Kalau tidak ingin melihat mantan. Usir sendiri Tuan."


"Kalau begitu kita temui sama sama. Tapi sebelum ke lantai bawah. Kamu berdandan yang cantik sekarang. Kenakan pakaian kamu yang terbaik."


Ace menatap Tuan Hans dengan kesal. Dia merasa tidak mempunyai urusan dengan mantan istri Hans dan dirinya juga tidak ingin menemui wanita itu. Anita kurang bersahabat di pertemuan pertama mereka tadi. Dan Ace juga tidak nyaman dengan tatapan merendahkan dari mantan istri suaminya itu. Mungkin karena pakaian Ace sangat sederhana. Anita menduga jika Ace hanya sekedar pelayan di rumah itu.


"Kalau tidak mau. Sekarang usir dia dari rumah ini!.


"Aku juga tidak mau."


Tuan Hans gelisah di kamar itu. Dirinya tidak ingin bertemu dengan Anita bukan hanya sekedar merasa malu mempunyai istri sederhana seperti Ace tapi juga karena tidak ingin sering sering bertemu dengan Gio. Sebelum terbukti, Gio putra kandungannya. Hans tidak akan memberikan palsu kepada anak laki laki itu. Hans memikirkan mental anak itu jika sering sering bertemu dan suatu saat nanti terbukti bukan anak kandungnya. Pertemuan antara mereka tidak ada lagi dan mengakibatkan luka batin pada anak itu nantinya.


Akhirnya Tuan Hans bersikap cuek dan tidak ingin menemui Anita. Tuan Hans kembali menikmati musik itu. Laki laki itu berpikir, Anita akan bosan dan akhirnya pulang nantinya tanpa bertemu dengan dirinya. Ace juga tidak menyuruh Tuan Hans untuk ke bawah. Karena Ace membatasi dirinya berurusan dengan Tuan Hans. Kini suami istri pura pura itu saling melakukan kegiatan yang berbeda di kamar itu. Hans dengan mendengar musik sambil menatap layar laptop sedangkan Ace menatap layar ponselnya.


"Ce, tidak ada rencana keluar hari ini?" tanya Hans tiba tiba. Ace yang sedang serius membaca novel online hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Tuan Hans. Dirinya memang tidak ada rencana keluar karena keungannya sangat terbatas. Beberapa minggu menikah, Hans belum pernah memberikan dirinya uang selain uang penebusan sertifikat rumah dari pak Hardi saat itu.

__ADS_1


"Kenapa ce. Padahal aku punya rencana mengajak kamu jalan jalan ke mall loh."


"Tidak apa apa Tuan. Karena memang tidak ada rencana saja," kata Ace berbohong. Padahal kalau dirinya mempunyai uang saat ini. Ace akan mencari hiburan di luar sana meskipun itu hanya sekedar cuci mata di mall. Jika boleh jujur, Ace sebenarnya sangat bosan di rumah satu harian di dalam rumah.


Tuan Hans semakin merasa jika Ace adalah wanita yang sangat unik. Di saat wanita lain akan senang diajak jalan jalan.. Istrinya itu justru terlihat tidak berminat sama sekali.


Baru saja, Hans mengagumi istri pura puranya itu dalam hati. Suara ketukan pintu dari luar membuat Tuan Hans dan Ace terkejut. Ace dengan cepat menuju pintu kamar dan membuka pintu itu.


Wanita yang sedang di depan pintu kamar itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya melihat Ace yang membuka pintu kamar. Apalagi melihat tuan Hans juga ada di kamar itu.


"Kamu?, mengapa kamu ada di kamar papanya Gio?" tanya Anita dengan wajah yang memerah karena marah. Hampir dua jam dirinya menunggu di ruang tamu hingga Gio tertidur, Tuan Hans tidak kunjung muncul di ruang tamu. Ternyata karena berduaan di kamar dengan wanita yang dia duga sebagai pelayan.


"Papanya Gio?. Di sini tidak Ada papanya gio tante," jawab Ace polos karena memang begitu kenyataan yang dia ketahui.


"Minggir babu, aku mau bertemu dengan Hans," kata Anita sambil memaksa Ace bergeser dari tempatnya berdiri hingga wanita itu bisa masuk ke dalam kamar.


"Hans, dimana otak kamu. Aku dan Gio menunggu kamu sampai jamuran. Ternyata kamu enak enak dengan pelayan ini. Mana lebih penting babu atau anak kamu sendirian Hans," kata Anita dengan dada yang turun naik karena marah.


"Pergilah Anita!. Aku tidak ingin melihat wajahmu di rumah ini. Pertemukan aku dengan Gio jika sudah terbukti anak itu adalah putra kandungku."


Tuan Hans berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer. Sedangkan Ace langsung mengetahui maksud kedatangan mantan istri suaminya itu.


Ace juga mengepalkan tangannya mendengar penghinaan dari Anita. Wanita itu sangat sakit hati kepada Tuan Hans karena tidak melarang mantan istrinya menghina dirinya. Dan melihat situasi ini, entah mengapa Tuan Hans terlihat belum move on dari Masa lalunya..

__ADS_1


__ADS_2