Pelayan Duda Casanova

Pelayan Duda Casanova
Belanja


__ADS_3

"Pilih dan ambil yang kamu suka," kata Tuan Hans sambil mengedarkan pandangannya ke arah pakaian yang ada di hadapannya. Ace menatap suaminya itu dengan ragu. Tuan Hans membawa Ace untuk berbelanja pakaian demi mengubah penampilan istrinya.


"Ayo lakukan ce. Mengapa jadi bingung. Aku yang akan membayarnya."


Melihat Ace masih ragu dan belum berminat memilih pakaian itu, tuan Hans mengeluarkan dompet dari kantong miliknya kemudian mengambil sebuah kartu tipis.


"Pegang ini kalau kamu ragu. Pin nya nanti akan aku beritahu."


Ace menatap wajah suaminya bersamaan dengan Tuan Hans yang meletakkan kartu tipis itu di telapak tangannya.


"Apa harus mengubah penampilan tuan?" tanya Ace. Bagi Ace daripada buang buang duit berbelanja pakaian lebih baik uang itu digunakan untuk uang pendidikan Rangga yang sebentar lagi memasuki dunia perkuliahan. Tapi niat itu tersimpan rapi di hatinya karena Ace malu untuk mengatakan langsung kepada Tuan Hans.


"Harus ce. Aku tidak suka Anita menghina penampilan kamu. Aku tidak akan memaksakan kamu berpenampilan seperti apa. Senyaman kamu saja. Aku duduk disini menunggu kamu," kata Tuan Hans. Laki laki itu duduk di bangku empuk yang disediakan di antara pakaian pakaian itu.


"Budget nya berapa tuan?"


"Terserah kamu. Aku tidak akan membatasi."


Ace meraih satu pakaian yang paling dekat dengan dirinya. Melihat tag harga pakaian itu yang ternyata ratusan ribu hampir mendekati satu juta. Jika dirinya total mengubah penampilan. Itu artinya pakaian pakaian miliknya sebelumnya tidak akan dipakai lagi. Minimal dirinya harus membeli tujuh pasang pakaian supaya pakaian yang dia pakai berganti ganti tiap hari. Membayangkan membeli pakaian sebanyak itu. Ace juga membayangkan jumlah uang yang harus dikeluarkan.


"Sepuluh juta ya tuan," tawar Ace.


"Lebih dari situ juga tidak apa apa Ce."


Ace perlahan memilih pakaian demi pakaian yang dia inginkan. Pergerakannya semakin menjauh dari Tuan Hans demi menemukan pakaian yang cocok dengan seleranya. Sedangkan Tuan Hans memilih duduk di bangku itu. Bukan berniat tidak ingin menemani Ace memilih pakaian tapi karena tuan Hans ingin memberikan kebebasan kepada wanita itu untuk memilih pakaian yang sesuai dengan seleranya.


Ace sangat teliti memilih pakaian pakaian itu. Meskipun, Anita menghina penampilannya. Ace tidak langsung memilih pakaian yang terlihat mewah dan mahal. Ace tetap memperhatikan harga dari pakaian pakaian itu. Ace memilih pakaian sesuai dengan seleranya dan juga harus berharga di bawah lima ratus ribu. Dibelanjakan oleh Tuan Hans tidak membuat Ace memanfaatkan situasi itu untuk mendapatkan pakaian yang mahal.


Hampir dua jam, Ace berkeliling memilih pakaian yang cocok dari segi harga dan seleranya. Walaupun dirinya menetapkan budget sepuluh juta. Belanja Ace tidak mencapai hingga lima juta.


"Tuan, sudah selesai," kata Ace sambil menunjuk kantong kantong belanjaannya yang harus dibayarkan ke kasir. Tuan Hans belum memberitahukan pin kartu itu sehingga Ace harus menghampiri laki laki itu terlebih dahulu.


"Hanya segitu?" tanya Tuan Hans. Bagi laki laki itu belanjaan Ace masih terlalu sedikit. Ace menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Pilih dan ambil lebih banyak lagi," perintah tuan Hans. Ace melihat kantong kantong belanjaannya. Pakaian itu sudah terlalu banyak menurut Ace. Tapi jika membantah, tentu saja suaminya itu tidak bisa dibantah.


"Tuan, bisa tidak belanjanya minggu depan lagi. Minggu depan pasti akan ada pakaian model yang terbaru."


Ace menarik nafas lega. Perkataannya itu disetujui oleh Tuan Hans. Laki laki itu menyebutkan pin kartu itu. Ace segera menuju kasir.


Bukan hanya pakaian yang dibelanjakan Ace saat ini. Ace juga berbelanja tas dan sepatu. Sama seperti pakaian. Hans juga menyuruh Ace membeli beberapa pasang sepatu dan beberapa tas.


Ace membiarkan tuan Hans meletakkan tangan di pundaknya. Seperti keinginan Tuan Hans yang ingin menjalani pernikahan itu dengan sungguhan. Ace juga akan belajar membuka hati untuk laki laki itu.


"Kita makan dulu ya!" ajak tuan Hans. Ace menahan langkah suaminya. Menyadari penampilannya masih kurang cocok berdampingan dengan Tuan Hans. Ace tidak ingin makan di tempat umum dengan suaminya itu. Ace khawatir, ada yang mengenal suaminya dan pada akhirnya menatap hina kepada dirinya.


"Kita makan di rumah saja Tuan," tolak Ace. Hans terdiam sebentar dan menatap Ace. Dan pada akhirnya, tuan Hans tidak memaksakan kehendaknya untuk makan di restoran yang ada di dalam mall itu.


Setelah makan bersama di rumah. Tuan Hans mengajak Ace ke kamar. Dia penasaran pakaian seperti apa saja yang sudah dibeli oleh istrinya itu.


"Tubuh indah mu pasti cocok mengenakan pakaian pakaian itu," puji tuan Hans. Pakaian yang dipilih oleh Ace sangat cocok dengan selera tuan Hans. Pakaian pakaian itu pakaian yang tertutup. Kedua mata Hans memicing ketika masih ada beberapa pakaian yang belum ditunjukkan oleh Ace.


"Kemeja kotak kotak itu untuk siapa?" tanya Tuan Hans.


"Tidak apa apa Ce. Tidak perlu minta maaf untuk itu," jawab Tuan Hans. Dalam hati, laki laki itu mengagumi sikap Ace yang tidak memikirkan dirinya saja.


"Aku juga membelikan ini untuk tuan," kata Ace sambil menunjukkan satu kemeja, satu kaos dan celana pendek."


"Untuk aku?" tanya Tuan Hans tidak percaya dengan pendengarannya. Ace menganggukkan kepalanya dan menyodorkan pakaian itu kepada suaminya.


"Semoga suka ya tuan."


Tuan Hans menganggukkan kepalanya dengan wajah yang berbinar. Dia suka dengan perlakuan istrinya itu. Satu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Anita sepanjang pernikahan mereka.


Tuan Hans melihat pakaian di tangannya. Meskipun harga pakaian itu jauh lebih murah daripada pakaian pakaian yang ada di lemarinya. Hans menyukai warna dan juga bahan yang dipilih oleh Ace untuk dirinya.


"Terima kasih ya Ce."

__ADS_1


"Aku yang berterima kasih tuan. Kan yang membeli ini semua uang milik Tuan."


'Tapi tetap juga aku harus berterima kasih Ce."


Jika Ace bisa menghargai dirinya seperti ini. Tuan Hans sangat yakin pernikahan harmonis itu akan menjadi milik mereka berdua.


"Tuan, ada yang ingin aku katakan," kata Ace lagi dengan mode takut takut.


"Bicara apa?"


"Ini struk belanja yang tadi tuan. Tidak sampai sepuluh juta."


"Jadi ini semua hanya empat jutaan?" tanya Hans terkejut. Terbiasa melihat belanja an Anita berpuluh puluh juta hanya beberapa potong pakaian. Tuan Hans sudah menduga sebelumnya jika total belanjaan istrinya itu juga di atas sepuluh juta. Apalagi Ace sudah meminta budget sepuluh juta tadi.


"Benar Tuan. Dan bolehkah aku meminta sisa dari budget yang aku sebutkan tadi tuan?" tanya Ace lagi. Kali ini, wanita itu menundukkan kepalanya. Dia merasa malu untuk meminta tapi dirinya harus melakukan itu. Uang pegangan mama Rani sudah menipis. Ace harus memberikan uang kepada sang mama untuk menyambung hidup.


"Maafkan aku Ce, tidak seharusnya kamu meminta terlebih dahulu untuk mendapatkan hak mu. Kartu yang tadi aku berikan kepada kamu. Mulai hari ini, kamu yang memegang kartu tersebut. Kamu boleh memakai kartu itu untuk kebutuhan kamu."


Ace mengerjabkan matanya berkali kali. Inikah yang dinamakan uang nafkah seorang istri. Ace bertanya dalam hatinya tapi juga tidak enak langsung menerima pemberian suaminya itu.


"Tuan, apa itu tidak berlebihan?"


"Kamu istriku Ce. Dan memang seharusnya kamu harus memegang uang. Aku akan berdosa sebagai suami jika tidak memberikan hak kamu. Kamu juga sudah melakukan kewajiban kamu dengan benar. Jadi terima hak kamu ya!"


"Tuan, aku ingin memberikan Lima juta untuk mama dan adikku."


Lagi lagi Ace berkata pelan. Ada rasa malu di hatinya ketika mengatakan hal itu. Keberadaan dirinya menjadi istri Hans hanya akan menambah tanggungan pria itu saja.


"Lakukan apa yang baik menurut kamu Ce. Dan satu yang harus kamu ingat. Aku senang kamu bisa berbakti kepada mama Rani," jawab Tuan Hans. Kali ini, laki laki itu berkata sambil membelai rambut Ace. Diperlakukan baik seperti itu. Ace tersenyum malu malu Dan menundukkan kepalanya.


"Terima kasih Tuan." Tuan Hans menganggukkan kepalanya.


"Persiapkan dirimu. Besok malam kita akan menemui Pak Andra dan istri mudanya itu. Restoran itu harus secepatnya kembali kepada mama Rani."

__ADS_1


Ace menganggukkan kepalanya senang


__ADS_2