Pelayan Duda Casanova

Pelayan Duda Casanova
Ajakan Tuan Hans


__ADS_3

Pagi itu. Ace terbangun dengan kejutan dari tuan Hans. Bagi pasangan yang saling mencintai, apa yang dilakukan oleh Tuan Hans kepada Ace pagi ini adalah kejutan manis sedangkan bagi Ace sendiri. Yang dilakukan oleh laki laki itu adalah hal yang paling membingungkan.


Ace masih duduk di ranjang dengan selimut yang masih menyelimuti tubuhnya dari pinggang sampai ke kaki. Kedua matanya memandang punggung Tuan Hans dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang baru dilakukan tuan Hans kepada dirinya. Tiba tiba saja, tuan Hans mencium keningnya begitu tersadar dari tidurnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Apa maksud dari ciuman kening itu?" tanya Ace dalam hati. Tangan kirinya meraba kening yang masih terasa sentuhan bibir Tuan Hans disana. Ace bingung, dia berusaha memaknai arti ciuman kening itu tapi otaknya tidak bisa menyimpulkan apapun.


Ace akhirnya melakukan rutinitas nya pagi ini. Mempersiapkan pakaian Tuan Hans untuk ke kantor setelah itu Ace turun ke dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk suami pura puranya itu.


"Bibi sudah mempersiapkan sarapan kalian berdua ce. Temani suamimu nanti sarapan jangan bersikap seperti pelayan," kata Bibi Santi. Ace mengerti apa yang dikatakan oleh wanita itu tapi untuk melaksanakannya. Ace tidak berani. Dia takut dianggap terlalu lancang nantinya oleh Tuan Hans.


Ace hanya tersenyum untuk menanggapi perkataan wanita itu. Menjawab bersedia atau tidak sama saja, Bibi Santi tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh dirinya nanti ketika di meja makan.


Ace menata sarapan yang diperuntukkan untuk dua orang itu di atas meja bersamaan dengan Tuan Hans muncul di ruangan itu dengan berpakaian lengkap yang disediakan oleh Ace tadi.


Seperti hari hari sebelumnya, Ace melayani tuan Hans sebagai pelayan.


"Susu atau kopi tuan?" tanya Ace. Ace perlu bertanya terlebih dahulu karena tuan Hans terkadang minum kopi juga di pagi hari.


"Menurut kamu. Mana lebih baik minum kopi atau minum susu di pagi hari?"


"Yang aku tahu minum susu sangat baik di pagi hari Tuan dibandingkan kopi."

__ADS_1


"Kalau begitu sajikan yang menurut kamu yang bagus untuk kesehatan padaku," kata Tuan Hans.


Ace cepat cepat membuat segelas susu dan menyajikan roti bakar yang sudah disiapkan oleh Bibi Santi di hadapan tuan Hans. Seperti biasa. Ace berdiri di sebelah Hans menunggu perintah dari Tuan Hans akan apa saja yang dibutuhkan oleh laki laki itu.


"Ce, tolong buatkan sebelas susu lagi."


Ace mengerutkan keningnya, segelas susu yang ada di hadapan tuannya itu belum tersentuh sedikit pun kini dirinya sudah diperintah membuat segelas susu lagi. Dalam hati, Ace bertanya tanya dalam hati, untuk siapa susu yang akan dibuat nya nanti. Untuk Nyonya Ratih atau papa mertuanya, pasti tidak mungkin karena kedua mertuanya itu sangat jarang sarapan bersama dengan Tuan Hans.


Meskipun hatinya diliputi banyak pertanyaan. Ace tetap membuatkan segelas susu perintah suaminya itu.


"Ini tuan."


"Duduk di sebelahku Ace!. Dan mari Kita sarapan bersama."


"Maaf Tuan, sarapan lah terlebih dahulu. Aku dan Bibi Santi bisa sarapan setelah Tuan terlebih dahulu selesai sarapan."


"Jangan sampai aku mengulang kata yang sama Ace. Lakukan apa yang aku katakan!"


Ace tergagap mendengar perkataan tegas suaminya. Kata kata itu seperti hipnotis dan tangan Ace bergerak menarik kursi kemudian duduk. Ace gugup dan tidak berani menoleh ke sebelahnya yang sudah sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Habiskan sarapannya, setelah itu kita berbicara serius," kata Tuan Hans. Ace dengan cepat menganggukkan kepalanya dan tangannya juga terulur meraih roti bakar dan memasukkan ke dalam mulutnya dengan canggung. Ace menarik nafas lega, ketika Tuan Hans sudah menghabiskan sarapannya kemudian meninggalkan dirinya sendirian setelah terlebih dahulu berkata bahwa laki laki itu akan menunggu dirinya di kamar mereka.

__ADS_1


Lagi lagi Ace diliputi banyak pertanyaan di hatinya tentang apa yang akan mereka bicarakan nantinya. Mengingat perkataan Tuan Hans tentang istri muda papanya. Ace sangat yakin jika pembicaraan serius yang dikatakan oleh Tuan Hans adalah tentang restoran milik mamanya.


Ace membuka pintu kamar itu perlahan. Dan hal pertama yang dia lihat adalah tuan Hans sudah duduk di sofa. Ace mendekati laki laki itu dengan canggung. Sungguh, Ace menilai jika Tuan Hans adalah laki laki yang bisa dipegang janjinya. Membayangkan restoran itu akan berpindah kepemilikan kepada mamanya. Ace mengembangkan senyumnya. Rasa canggung yang menyelimuti dirinya kini sudah berganti rasa senang.


"Tuan," kata Ace untuk menyadarkan Tuan Hans akan keberadaan dirinya di dalam kamar itu.


"Oh, kamu sudah datang ternyata."


Tuan Hans kembali terdiam dan menatap Ace dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Ace sendiri.


"Iya tuan. Kira Kira pembicaraan serius apa yang akan kita bicarakan Tuan?"


"Ce, aku ingin membicarakan tentang kita berdua," kata Tuan Hans setelah beberapa menit terdiam. Ace mengerutkan keningnya. Tentang hal apa lagi yang dibicarakan. Semuanya tergantung laki laki itu selama ini. Sesuka hatinya saja mengubah surat perjanjian yang mereka sepakati sebelumnya.


"Maaf Tuan, aku belum mengerti."


"Aku ingin membicarakan tentang pernikahan pura pura itu ce."


"Maksudnya Tuan?" tanya Ace bingung. Ace sedikit kecewa karena pembicaraan yang diharapkan ternyata bukan tentang restoran itu. Ace juga merasa khawatir dalam hatinya tentang pernikahan pura pura mereka. Ace khawatir, tuan Hans mengakhiri pernikahan pura pura itu setelah menikmati tubuhnya. Sikap Tuannya itu kadang sulit dimengerti dan tidak bisa ditebak sama seperti pagi ini yang ternyata tebakannya salah.


"Aku ingin membuka diri akan hubungan kita ini ce. Pernikahan kita memang karena tujuan tertentu dari kita masing masing. Tapi setelah aku sadar pernikahan ini sah di hadapan agama. Aku ingin memberikan kesempatan kepada kamu untuk masuk ke dalam kehidupanku dan sebaliknya. Aku ingin berusaha bisa menjadikan kamu istri yang sesungguhnya begitu juga kamu terhadap aku meskipun belum ada cinta di antara kita. Aku mengajak kamu untuk sama sama belajar mencintai."

__ADS_1


Tuan Hans akhirnya mantap mengambil keputusan ini setelah tadi malam dirinya memikirkan tentang pernikahan pura pura mereka. Hans sengaja mengambil keputusan ini karena tidak ingin menyesal di kemudian hari karena mempermainkan ikatan suci pernikahan. Karena pernikahan itu bukan hanya semata sah tapi juga mereka sudah saling melaksanakan kewajiban batin.


Bagi Tuan Hans tidak ada salahnya belajar saling mencintai. Jika pada akhirnya mereka tidak bisa saling mencintai itu artinya mereka tidak berjodoh sampai tua. Tuan Hans menunggu jawaban Ace dengan gelisah karena wanita itu terdiam setelah mendengar ajakan dari dirinya.


__ADS_2