Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 13


__ADS_3

"Maaf Bu, adik saya sedang mabuk."


Tiba-tiba Radit datang dan membawa Elena dari sana.


"Dia mabuk sebelum minum alkohol? Aku rasa dia sangat lah aneh," ucap penjaga toko itu.


"Pak Radit, lepas kan saya. Saya harus memberi peringatan kepada penjaga toko itu kalau saya bisa minum alkohol!"


"Saya bisa melakukan nya."


"Elena apa kamu sungguh mabuk?" tanya Radit melihat pipi Elena sudah merah dan mata nya sayu.


"Saya tidak mabuk! Saya tidak mabuk!" Sambil mengatakan itu Elena berjalan ke arah kursi di pinggir jalan dan duduk di sana sambil minum alkohol yang ada di tangan nya.


"Elena, Elena kamu jujur saja kalau sudah minum alkohol kan?" tanya Radit sambil merampas minuman dari tangan Elena.


"Baiklah-baiklah aku akan mengakui nya, aku hanya minum sedikit saja milik bapak."


"Kamu minum yang ada di dalam ruangan saya?"


Elena mengangguk.


Seketika Radit menepuk jidat nya sambil menghela nafas panjang.


"Pantesan saja dia seperti minum beberapa botol, dia meminum alkohol yang berdosis tinggi."


"Berikan itu pada ku, aku akan segera mengganti minuman Bapak," ucap Elena.


"Kamu sudah mabuk, berhenti lah minum dan pulang!"


Elena menatap Radit.


"Kepala ku sangat sakit, aku mohon berikan minuman itu, aku sangat ingin menghilangkan rasa sakit di kepala ku," ucap Elena memohon.


Radit menatap mata Elena, mata yang terlihat sangat sedih dan menyimpan begitu banyak luka.


Akhirnya Radit memberikan nya, Elena membuka dan segera meminum nya.


Melihat cara Elena minum membuat Radit khawatir.


"Hikss... hiks.. hiks.."


tiba-tiba Elena menangis membuat Radit kaget.


"Ada apa? kenapa kamu menangis?" tanya Radit.


Elena tidak menjawab namun dia malah menguatkan suara tangisan nya.


"Aaaaaaa!!!!"


"Berhenti lah menangis, semua orang sekarang melihat ke arah kita."


"Ada apa? kenapa dia menangis?" tanya wanita yang baru saja datang.


"Semua pria sama saja, kamu sangat jahat, kamu sangat jahat Farel, kenapa kamu menghianati aku?" ucap Elena sambil memukul Radit.

__ADS_1


Radit melihat semakin banyak mendekati nya dan menyalah kan dia.


"Dasar Pria ini! Bagaimana bisa wanita secantik ini di hianati? apa kau tidak memiliki hati nurani? apa kau tidak pernah puas dengan satu wanita?"


Perempuan-perempuan yang ada di sana menghakimi Radit.


Melihat Elena memukul Radit, akhirnya mereka ikut memukul Radit sambil mengumpat dan mengucap kan semua keburukan para lelaki.


Tiba di rumah Radit..


Elena sedang mengobati luka beberapa goresan kuku di wajah Radit dan juga di lengan nya.


Elena sadar dari mabuk nya setelah di guyur air oleh pemilik toko alkohol itu, dia ingin membantu Radit lepas dari para wanita yang ingin balas dendam itu.


Untung saja Elena segera sadar dan melihat Radit sudah berantakan dia sangat merasa bersalah dan minta maaf, dia berusaha minta maaf namun Radit tidak memaafkan nya.


Dia mengobati luka Radit di rumah Radit karena tidak tega meninggalkan nya.


"Maaf kan saya pak, saya benar-benar minta maaf."


Radit memasang wajah dingin dia menatap Elena.


"Apa kau kira cukup hanya dengan kata maaf setelah apa yang kau lakukan?"


"Saya tidak melakukan apapun kepada bapak, wanita-wanita itu lah yang membuat semua luka ini."


"Apa? Sekarang kau tidak mengakui nya!"


"Iyah-iyah saya salah pak, saya akan bertanggung jawab."


"Berikan saya uang 15 juta untuk uang kompensasi."


"Saya tidak mau tau!"


Elena menghela nafas panjang.


"Sstt!!" Elena melamun sehingga tidak sadar menekan kuat luka Radit.


"Kamu sengaja melakukan nya? Kamu mau membuat saya kesakitan?" tanya Radit.


"Maaf-maaf pak, saya minta maaf."


"Kamu benar-benar yah!" Radit sangat kesal dia langsung pergi.


"Pak.. Pak.." Radit sama sekali tidak menghiraukan nya.


Elena menghela nafas panjang, dia melihat ke arah jam.


"Aku sangat malas untuk pulang, sebaiknya aku tidur di sini saja."


"Arh!! Kepala ku sangat sakit sekali," ucap nya.


Baru saja membaringkan badannya di sofa dia sudah tertidur begitu nyenyak.


Sementara Radit sama sekali tidak bisa tidur karena luka-luka di badan nya sangat perih dan badan nya sakit di gebukin.

__ADS_1


Dia mengingat kata-kata Elena sambil menangis.


"Kenapa dia hanya menangis dan menahan semua nya seperti itu? Kenapa dia tidak meninggalkan pria itu?" ucap Radit.


Karena tidak bisa tidur dia keluar namun sangat kaget karena melihat Elena tidur di sofa nya.


"Kenapa dia tidak pulang? Kenapa dia tidur di sini?"


Radit mendekati nya.


"Elena.. Elena bangun lah!"


Namun Elena sama sekali tidak merespon nya.


Radit mengambil selimut dan juga bantal ke kamar dan memberikan nya kepada Elena.


Perlahan dia mengangkat kepala Elena meletakkan bantal dan menyelimuti nya.


Radit menatap wajah Elena sambil tersenyum.


"Aku tidak tau sampai kapan kamu akan bertahan dengan ini semua, namun aku sangat berharap kamu bisa mengambil keputusan yang seharusnya kamu lakukan."


Radit beranjak hendak pergi namun tiba-tiba Elena bergeliat.


"Aku melakukan apapun untuk kamu, aku memberikan semua apa yang kamu mau, aku bahkan rela berkorban demi kebahagiaan kamu, namun kenapa kamu tidak pernah melihat ku?"


Kata-kata yang keluar dari mulut Elena.


"Elma bangun.. ini saya.."


Elena menangis, Radit memeluk Elena tampa rasa ragu.


Keesokan paginya Elena terbangun karena mendengar suara handphone nya yang sangat berisik dia mencari di mana handphone nya berada.


Setelah mati dia membuka mata nya. Elena merasa aneh dengan bantal dan sesuatu yang menimpa tubuh nya.


Dia melihat Bantal nya adalah tangan dan di pinggang nya juga tangan yang cukup besar.


"Apa yang terjadi? Ada apa?"


Elena mencoba mengingat kejadian tadi malam, dia baru mengingat kalau tadi malam dia tiba-tiba menangis dan Radit memeluk nya, dia juga membalas pelukan Radit sehingga tidak mau melepaskan nya.


"Ah! Sial, kenapa aku sangat bodoh, lagi-lagi aku melakukan kesalahan, bagaimana ini?"


Elena melepaskan tangan Radit dari pinggang nya namun tiba-tiba Radit memeluk pinggang nya kembali.


"Kamu sudah bangun?" tanya Radit.


Elena bergeliat dia memutar badan nya menatap Radit, Radit dengan wajah tersenyum menatap Elena.


"Apakah tidur mu sangat nyenyak? Kamu memeluk saya sepanjang malam, kamu juga menangis dan mengatai-ngatai saya sebagai pria bejat, dan juga penghianat."


Elena menyengir, perlahan dia turun dari sofa.


"Saya minta maaf pak," ucap nya langsung sambil menunduk kan badan nya setengah sehingga rambut nya turun ke bawah.

__ADS_1


"Saya tidak sadar tadi malam pak, saya masih terpengaruh oleh alkohol."


"Saya permisi ke kamar mandi pak." Elena berlari ke kamar mandi menyembunyikan wajah malu nya.


__ADS_2