Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Aroma Yang Lain


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ariana sudah bangun kemudian membantu bibi menyiapkan sarapan. Walaupun Ariana memiliki banyak asisten rumah tangga, tapi itu tidak membuatnya bermalas-malasan apalagi menyangkut kebutuhan anak dan juga suaminya.


"Bi tolong ini semuanya di siapkan di meja makan ya!" seru Ariana.


Bi Ijah salah satu pelayannya yang sudah sangat lama bekerja bahkan sebelum Ariana menjadi istrinya Alex.


"Baik nyonya" jawab pelayannya dengan ramah.


Ariana bergegas pergi ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.


"Mas bangun! Udah siang mau pergi kerja kan?" tanya Ariana sembari menggoyang-goyangkan tubuh suaminya dengan lembut.


Alex pun bangun lalu berjalan menuju ke kamar mandi. Ariana menyiapkan satu set pakaian untuk suaminya. Sembari menunggu suaminya Ariana pergi ke kamar anaknya.


Tok Tok Tok


"Sayang bunda boleh masuk?" tanya Ariana.


"Iya Bun masuk aja, enggak di kunci kok" seru Laura dari dalam kamar.


"Anak Bunda udah cantik banget" Ariana mendekati putrinya yang sudah siap untuk pergi ke sekolah.


"Ada apa Bun?" tanya Laura.


"Oh enggak ko sayang, mau mastiin kamu aja takutnya masih tidur" jawab Ariana sambil tersenyum.


"Aku udah siap kok Bun, kan anak Bunda udah besar jadi udah bisa bangun sendiri tepat waktu" ujar Laura.


"Yaudah sekarang sarapan dulu ya! Udah disiapin sama Bi Ijah" ucap Ariana.


"Oke siap Bunda" jawab Laura.


Ariana pun pergi meninggalkan Laura dan menuju ke kamarnya. Jarak kamar Laura dan kamarnya tidak terlalu jauh, masih di lantai atas hanya letaknya bersebrangan.


"Mas sudah selesai mandinya?" Ariana yang baru saja masuk ke kamar tidak melihat sosok suaminya yang tampan.


"Ini baru selesai" jawab Alex yang baru saja keluar dari kamar mandinya.


"Itu pakaian nya udah aku siapin mas" ujar Ariana sembari membereskan tempat tidurnya.


"Oke Terimakasih" lirih Alex sembari memakai pakaiannya.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan tempat tidur, Ariana kemudian membantu suaminya mengancingkan baju lalu memasangkan dasi ke lehernya.


Alex menatap wajah istrinya yang sedang fokus memasangkan dasinya dengan sangat rapi.


CUP


"Hadiah buat kamu karena selalu membantuku setiap pagi" ujar Alex.


"Sudah seharusnya, sudah kewajiban aku sebagai istri membantu kamu menyiapkan segalanya" jawab Ariana.


Alex pun hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.


"Yaudah sekarang kita pergi sarapan yuk! Laura sudah menunggu di bawah" ajak Ariana.


Ariana dan Alex pun melangkahkan kaki nya menuju ke ruang makan. Laura yang sudah duduk di ruang makan sedang menunggu untuk sarapan bersama.


"Selamat Pagi Ayah" sapa Laura sambil tersenyum.


"Pagi Laura" jawab Alex sambil menrik kursinya lalu duduk.


Mereka pun sarapan bersama. Hampir setiap pagi mereka selalu melakukan sarapan bersama-sama kecuali kalau Alex sedang ada pekerjaan yang mendadak dan sangat penting sampai tidak bisa menyempatkan sarapan bersama.


"Laura kamu ke sekolahnya dianter sama ayah aja ya?" tanya Alex.


"Enggak deh yah, aku ke sekolahnya dianter Pak Udin aja seperti biasanya" sahut Laura.


Pak Udin adalah seorang supir keluarga Alex, sebelum menikah Pak Udin lah yang menjadi supir pribadinya Alex, tapi setelah mempunyai anak Pak Udin lebih sering antar jemput Laura ke sekolahnya.


Alex pun sekarang lebih mandiri, kemana-mana selalu membawa kendaraannya sendiri dan sampai sekarangpun Alex tidak butuh seorang supir pribadi lagi.


"Oh yaudah kalau gitu ayah berangkat kerja duluan ya! bentar lagi ada meeting soalnya" seru Alex sambil melirik arloji yang menempel di tangannya.


"Laura juga berangkat sekolah dulu ya Bunda" ujar Laura sembari mencium tangan Ariana.


Ariana mengantarkan suami dan juga anaknya ke depan rumah.


"Kalian hati-hati di jalan yaa!!" teriak Ariana sambil melambaikan tangannya.


"Iyaaa.." sahut Laura dan Alex secara bersamaan.


Alex dan Laura pun pergi dengan mobil masing-masing dan melaju saling beriringan.

__ADS_1


Mata Ariana fokus pada mobil yang dikendarai Suami dan juga Anaknya yang perlahan-lahan jejaknya kian hilang.


Ariana pun masuk kembali ke dalam rumah menuju ruang makan.


"Bi tolong beresin ya bekas sarapannya!" seru Ariana kepada Bi Ijah sambil menunjuk ke arah meja makan.


"Baik nyonya" sahut Bi Ijah dengan nada sopan.


"Yang lainnya tolong bantu Bi Ijah ya!!" tekan Ariana sambil menoleh ke beberapa pelayan yang lain. Mereka pun menganggukan kepalanya.


"Maaf Nyonya nanti saya mau ngambil pakaian kotor" ucap Bi Ijah sambil melontarkan senyum kepada Ariana.


"Oh iya nanti saya taruh di depan pintu kamar ya bi" sahut Ariana melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya.


Bi Ijah dan para pelayan yang lain tidak berani memasuki kamar Nyonya dan Tuannya itu, kecuali kalau ada sesuatu yang sangat mendesak, itu pun hanya Bi Ijah saja yang boleh masuk karena memang sudah dipercaya oleh pemilik rumah.


Ariana pun mengumpulkan pakaian kotornya yang hendak di cuci di tempat cuci pakaian khusus, terutama pakaian Alex yang tidak sembarang cuci, karena rata-rata barangnya itu limited edition. Ariana mengambil pakaian yang kemarin di pakai kerja oleh Alex.


Saat mengambil baju tersebut Ariana mencium bau parfum yang asing. Ariana penasaran lalu pergi ke tempat Alex biasa menyimpan parfum-parfum koleksinya. Ariana mencium satu persatu botol parfum yang ada di dalam lemari khusus lalu mencocokanya dengan aroma yang menempel pada baju milik Alex.


Semua botol parfum sudah Ariana cek satu persatu aromanya, tapi tidak ada yang sama dengan aroma parfum yang menempel di baju Alex. Bahkan parfum milik Ariana pun tidak ada yang sama dengan yang menempel pada baju tersebut.


"Aroma parfum siapa ini?" gumam Ariana yang mulai berpikir yang tidak-tidak.


Kemudian Ariana pun terdiam sambil terus memikirkan bau aroma yang menempel pada baju suaminya.


Tok Tok Tok


Seketika Ariana kaget dan tersadar dari lamunannya saat seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya.


"Nyonya ini bi Ijah" seru Bi Ijah dari balik pintu kamar.


"Oh iya bi masuk aja gak di kunci kok" sahut Ariana sembari menyimpan pakaian kotornya kedalam ranjang.


Bi Ijah pun masuk menghampiri Ariana yang masih sibuk memilah pakaian-pakaian kotornya.


"Bi tolong ini semua kasih ke Laundry yang biasa ya!" ujar Ariana menunjuk ke arah keranjang yang penuh dengan pakaian kotor.


"Oh iya jangan lupa pakaian kotor punya Laura juga tolong di cek ya bi" lanjut Ariana.


"Baik nyonya, saya permisi dulu" Bi Ijah pun melangkahkan kaki nya keluar dari kamar Nyonya Besar sambil membawa keranjang kotornya.

__ADS_1


"Apakah aroma dari parfum wanita lain?" gumam Ariana dalam hatinya.


__ADS_2