Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 9


__ADS_3

"Saya tidak akan bisa bekerja dengan baik kalau tidak minum."


Elena terdiam. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Berhenti di sini saja pak, saya akan berjalan ke dalam."


Radit berhenti sedikit jauh dari gerbang rumah Farel.


Radit menghentikan mobil nya dia membiarkan Elena keluar.


"Elena tunggu dulu."


Elena menoleh ke arah Radit yang masih di dalam mobil.


"Iyah ada pak?" tanya Elena.


"Terimakasih sudah menemani saya."


Elena mengangguk sambil tersenyum dia langsung pergi masuk ke dalam agar Farel tidak semakin marah.


Elena masuk mengendap-endap, dia sangat takut masuk ke dalam. Perlahan-lahan ia masuk namun ternyata Farel menyadari kepulangan nya.


"Dari mana saja kamu?"


Elena berusaha menjelaskan nya agar suami nya tidak marah. Namun Farel adalah pria yang sangat pemarah dan kasar dia menampar wajah Elena karena bau alkohol dan juga memakai pakaian yang terlihat mini.


Elena menangis namun Farel tidak perduli, dia mengancam kalau Elena keluar lagi dia akan memberikan hukuman yang lebih.


Keesokan harinya..


"Sayang.. Sayang bangun dulu, kamu lihat deh ini apa," ucap Jihan membangun kan suami nya.


"Apaan? kenapa kamu mengganggu tidur ku?" tanya Farel.


"Lihat ini dulu, lihat Elena keluar dengan siapa tadi malam."


Farel melihat berita yang ada di handphone Jihan.


"Dengan Pak Radit?" ucap Farel.


"Iyah, kamu tau dia juga bekerja bersama pak Radit menjadi asisten pribadi nya."


"Kenapa kamu diam saja? Kamu tau ini adalah peluang besar bagi kita untuk mendapatkan lebih dari sebelumnya."


"Maksud kamu?"


"Karena Elena bekerja dengan pak Radit, bisa jadi pak Radit akan meningkatkan kerjasama dengan kita dan kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi."

__ADS_1


"Kamu benar juga," ucap Farel.


"Tapi tidak mungkin aku berbicara tentang ini kepada Elena, tadi malam aku baru melakukan hal.."


"Itu kesalahan dia sendiri, sudah tidak perlu di pikirkan tentang itu, sebaik nya kita segera keluar."


Namun ketika mereka keluar dalam keadaan rapi siap berangkat ke kantor ternyata Elena sudah tidak ada, rumah sudah bersih dan sarapan sudah ada di atas meja.


"Yahh jadi telat deh, bagaimana ini?" tanya Jihan.


"Nanti malam saja, sebaiknya kita sarapan dulu, bayi kita harus di berikan Gizi yang banyak."


Elena belum ke kantor karena masih sangat pagi. Ia sengaja berangkat sangat pagi agar tidak bertemu dengan suami nya itu.


Elena duduk di Pinggir taman sambil menikmati Kopi yang di beli nya tadi.


"Aku sangat merindukan Ibu dan Ayah, bagaimana keadaan mereka yah sekarang," ucap Elena.


"Aku yakin mereka pasti sangat membenci ku, aku sudah menerima karma yang telah aku lakukan kepada ibu dan ayah ku."


"Elena.. Apa yang kau lakukan di sana?" tiba-tiba Radit berhenti di jalan raya tidak jauh dari Elena. Elena langsung berdiri.


"Pak Radit."


"Masuk ke dalam mobil!"


Elena masuk dia duduk di samping Radit yang menatap nya dengan tatapan aneh.


"Ada apa dengan wajah mu?" tanya Radit namun sambil menatap ke depan.


Elena langsung memegang wajah nya.


"Aku sudah memakai makeup yang tebal, namun kenapa masih kelihatan sih?" ucap Elena dalam hati.


"Humm ini, ini.."


"Saya minta maaf karena saya kamu seperti ini."


"Tidak pak, ini tidak salah siapa-siapa."


Radit memberikan kompres untuk menghilangkan bekas di bagian pipi Elena.


Namun Elena sedikit kesusahan sehingga Radit langsung membantu menempel kan nya.


Radit menatap wajah Elena.


Namun tiba-tiba mobil mendadak berhenti. Radit tidak sengaja mencium pipi Elena.

__ADS_1


Elena sangat kaget. "Maaf-maaf."


"Joko! apa yang kau lakukan?" tanya Radit marah.


"Maaf pak, ada anak kecil yang tiba-tiba berlari ke tengah jalan."


"Sudah tidak apa-apa pak, ayo kita lanjut jalan." ucap Elena. Radit menghela nafas dia kembali duduk di kursi nya.


"Arrhh!!! Aku rasa belakangan ini jantung ku berdetak begitu cepat setiap kali mengalami sentuhan dengan Elena, aku rasa aku sedang sakit."


"Bapak baik-baik saja?" tanya Elena karena Radit memegang kepala dan dada nya.


"Saya baik-baik saja," ucap Radit. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kantor. Radit melihat Elena masuk terlebih dahulu ke ruangan nya.


"Setau ku yang menjadi asisten pribadi itu akan tinggal bersama dengan bos nya, mengikuti bos nya kemana saja dan hanya melayani bos nya saja," ucap Rendi yang entah datang dari mana.


"Jangan gila deh Loe, dia masih memiliki suami." ucap Radit sambil berjalan ke tempat biasa Rendi dan Radit berbicara.


"Kenapa tidak mengakui saja perasaan mu kepada nya? kenapa sampai sekarang masih mengangumi nya diam-diam?" tanya Rendi.


"Bagaimana kalau dia menolak ku? dia sudah memiliki suami dan dia sangat mencintai suami nya sehingga rela di madu."


Rendi menatap Radit.


"Di mana teman ku yang dulu? Kenapa sekarang kau jadi pesimis seperti ini? bukan nya kau selalu percaya diri Akan mendapatkan apapun yang kau mau?"


Radit terdiam.


"Begini saja bukan kah kamu memiliki dendam kepada keluarga mereka juga?" tanya Rendi.


"Dengan cara menikah dengan Elena kau bisa melakukan balas dendam kepada Bu Rosa," ucap Rendi.


"Jangan aneh-aneh deh Rendi, aku tidak ingin memperalat Elena untuk masalah pribadi ku, kamu diam saja."


"Ya sudah kalau kau tidak mau mendengar kan aku, awas saja kalau Elena sudah mendapatkan pria lain dan jangan menangis kepada ku!"


Radit menghela nafas panjang. Radit sudah mencintai Elena dari Elena pertama kali masuk ke universitas. Ayah mertua Elena lah yang mengenal kan Elena kepada Radit, namun pada saat itu ternyata Farel sudah kenal dengan Elena terlebih dahulu.


Elena tidak mengenal Radit Karena Radit hanya mencari tau tentang Elena mengikuti nya dari kejauhan namun tidak berani berkenalan.


Dan sampai pada akhirnya Radit mendengar kabar kalau pujaan hati nya itu di lamar oleh Farel, dia di undang namun tidak datang karena sakit hati, dan pada akhirnya dia memberanikan diri datang di hari resepsi.


Radit patah hati sehingga dia tidak bisa membuka hati untuk wanita lain lagi, dia benar-benar tidak bisa menerima pernikahan Elena dengan Farel.


Di ruangan Radit Elena sedang termenung memegang pipi nya yang tidak sengaja di cium oleh Radit tadi.


"Ya Allah rasanya kenapa jadi canggung seperti ini sih? Kenapa aku sedikit tidak nyaman ketika bersama pak Radit yah, kepribadian nya sangat berbeda yang di katakan oleh orang lain."

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Radit.


Elena kaget dia mau mundur namun ternyata Radit berdiri di belakang nya sehingga tidak sengaja keinjak kaki Radit. Untuk saja Radit menahan pinggang Elena agar tidak jatuh.


__ADS_2